Showing posts with label DAERAH. Show all posts
Showing posts with label DAERAH. Show all posts

10/21/2023

Hanya guru bermasalah yang akan digantikan artificial intelligence (AI)

Wroskhop pemanfaatan AI dalam pembelajaran di SMP Negeri 1 Imogiri, Jumat (20/10). Foto: Surahman.


Imogiri, Abasrin.com--Hanya guru bermasalah yang akan digantikan oleh artificial intelligence (AI). Guru bermasalah tersebut, misalnya guru yang hanya mengulang-ulang materi saja, hanya menyampaikan definisi, hanya memberi tugas dari buku teks atau copy-paste dari internet.


Hal tersebut disampaikan oleh Sabjan Badio ketika menjawab pertanyaan peserta Workshop Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk guru-guru SMP Negeri 1 Imogiri, Jumat (20/10). Menurutnya, jika guru kreatif dan inovatif, otomatis tidak akan bisa tergantikan oleh mesin atau aplikasi.


Untuk itu, Sabjan menilai apa yang dilakukan oleh guru-guru SMP Negeri 1 Imogiri sudah luar biasa, yaitu mempelajari perkembangan terkini terkait teknologi. Seorang guru bertugas mengantarkan siswanya untuk dapat hidup di zamannya sendiri. Oleh karena itu, akan ironis jika perkembangaan yang sedang berlangsung saja guru tidak mengikuti.


AI sangat memudahkan pekerjaan seorang guru. Ada banyak hal yang bisa dikerjakan dengan cepat bahkan hanya dalam hitungan detik. Kendati demikian, Sabjan mengingatkan bahwa AI tidak sempurna. Sangat mungkin terjadi kesalahan. Oleh karena itu, dalam bekerja seorang guru kadang tidak cukup dengan satu jenis AI bahkan tidak cukup dengan AI saja. Daya cipta, kembang, dan kritis seorang guru tetap menempati posisi terpenting.


Workshop berlangsung di Laboratorium Keterampilan SMP Negeri 1 Imogiri itu dibuka oleh Kepala SMP Negeri 1 Imogiri, Surahman, S.T. Para pesrerta mengikuti workshop dari 10.00 hingga 14.00 WIB. (*)

1/03/2023

Lowongan guru bahasa Jawa di SMP Ma'arif Imogiri Bantul

SMP Ma'arif Imogiri
 

Syarat umum

  •   Islam
  •   Warga negara Indonesia
  •   Lulus S1 pendidikan bahasa dan atau sastra Jawa
  •   Laki-laki/perempuan
  •   Semangat belajar dan berkeinginan untuk maju
  •   Bisa bekerja sama dalam tim
  •   Intrapersonal dan interpersonal yang baik
  •   Bisa mengoperasikan laptop atau komputer
  •   Bersedia mendapatkan tugas tambahan yang relevan
  •   Berdomisili di Imogiri dan sekitarnya (dalam radius yang wajar untuk perjalanan kerja)
  •   Bersedia mengikuti tes wawancara dan praktik mengajar (jika diperlukan)
  •   Mengisi form pendaftaran

 

Cara mendaftar

Silakan isi data dan upload dokumen Anda melalui tautan ini (tautan akan ditutup jika jumlah pelamar sudah cukup): https://karier.smpmaarifimogiri.sch.id.

Pelamar yang memenuhi syarat untuk diterima atau mengikuti tes lanjutan akan dihubungi melalui e-mail atau WhatsApp.

3/12/2022

SMP Ma'arif Imogiri buka beasiswa bagi pendaftar siswa baru 2022/2023


Imogiri, Abasrin.com--Tim PPDB SMP Ma'arif Imogiri kembali membuka pendaftaran calon siswa baru untuk tahun pelajaran 2022/2023. Sebagaimana diinformasikan dari Laman PPDB SMP Ma'arif Imogiri, tahun ini sekolah tersebut kembali membuka beasiswa bagi calon pendaftar.


Ada tiga jenis beasiswa yang dibuka. Pertama, para pendaftar dibebaskan dari uang pendaftaran. Kedua, siswa yang diterima dibebaskan dari uang gedung. Ketiga, siswa dibebaskan dari uang SPP selama satu semester. Keempat, beasiswa penuh bagi siswa yatim atau yatim piatu akan. Selain itu, bagi orang tua yang menyekolahkan anaknya lebih dari satu di Ma'arif Imogiri, salah satunya dibebaskan dari SPP bulanan.


Beasiswa ini dibuka secara terbatas. Jika kuota sudah terpenuhi atau sudah melewati waktu yang telah ditentukan, maka pendaftaran akan masuk kategori reguler. Oleh karena itu, calon pendaftar diminta bergegas.


Siswa kelas enam atau lulusan SD yang ingin mendaftar, bisa melalui online atau offline. Secara online, calon pendaftar bisa mengisi form melalui alamat https://ppdb.smpmaarifimogiri.sch.id. Sementara itu, calon yang ingin mendaftar secara offline, bisa datang langsung ke sekolah, yaitu di Jayan, Kebonagung, Imogiri. (*)

Adiwiyata MTsN 3 Bantul bukan sekadar gelar


Bantul (MTsN 3 Bantul)--Capaian adiwiyata bukanlah sekadar ingin memperoleh gelar atau penghargaan, melainkan lebih kepada penanaman karakter. Demikian disampaikan Kepala MTsN 3 Bantul, Sugeng Muhari, S. Pd. Si. dalam sambutan rapat koordinasi adiwiyata, Sabtu (12/03) di aula MTsN 3 Bantul.


"Penguatan pendidikan karakter dapat dilakukan melalui keseharian siswa. Misalnya, siswa sadar membuang sampah pada tempatnya, menghemat air ketika wudu, dan lain-lain," jelas Sugeng Muhari. 


"Tingkatan sekolah adiwiyata adalah sekolah adiwiyata kabupaten, sekolah adiwiyata provinsi, sekolah adiwiyata nasional, dan yang tertinggi sekolah adiwiyata mandiri. Saat ini MTsN 3 Bantul tengah bersiap untuk maju di tingkat provinsi," imbuhnya.


Terkait sekolah adiwiyata ini, MTsN 3 Bantul berusaha berbenah sesuai dengan standar komponen adiwiyata tingkat provinsi. Hal yang menjadi perhatian adalah perencanaan, pelaksanaan, serta pemantapan dan evaluasi gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS). Komponen tersebut mempunyai bobot masing-masing, yaitu perencanaan (20%), pelaksanaan (60%), dan pemantapan dan evaluasi (20%). 


Rakor yang dipimpin Ketua Tim Adiwiyata MTsN 3 Bantul, Drs. Sutanto, tersebut diikuti oleh seluruh koordinator devisi sekolah adiwiyata. Kendati digelar usai kegiatan pembelajaran, peserta tetap antusias memberikan ide dan tanggapan program yang telah dan akan berjalan. Harapannya, MTsN 3 Bantul dapat lolos di tingkat provinsi dan menjadi madrasah berkarakter peduli lingkungan. (sis)

2/23/2022

Siska Yuniati: buku apa yang Anda baca hari ini?


Bantul, Abasrin.com--Buku apa yang Anda baca hari ini? Pertanyaan tersebut mengawali pemaparan Siska Yuniati pada webinar "Membumikan Membaca, Menikmati Asyiknya Menulis", Kamis (22/2).


Dalam acara yang digelar MTsN 3 Bantul tersebut, Siska menyampaikan bahwa setidaknya orang beralasan untuk membaca karena membaca adalah perintah agama, ilmu diperoleh dengan cara membaca, dengan banyak membaca hidup menjadi lapang, dan membaca merupakan kebutuhan. Selain itu, orang yang banyak membaca akan banyak belajar. Orang yang banyak belajar akan mengunjungi banyak tempat. 


"Agar tercipta budaya membaca dalam masyarakat, di antaranya memulai dari diri sendiri, membaca hal yang disukai, perlu ada target, dan jadikan membaca sebagai sebuah kebiasaan," ujar guru sekaligus peraih penghargaan internet sehat dari Indonesian ICT Partnership Association tersebut.


Selain Siska, webinar dalam rangka HUT ke 54 MTsN 3 Bantul juga menghadirkan Sutanto, guru penulis dari MTsN 3 Bantul. Dalam kesempatan tersebut, Sutanto menyampaikan pengalamannya selama proses dan capaian menulis yang telah ia lakoni. 


Webinar yang diikuti oleh guru-guru baik dari DIY maupun luar DIY berlangsung meriah. Banyak pertanyaan yang ditujukan kepada kedua narasumber. 


Hadir pada acara tersebut Kasi Dikmad Kemenag Bantul, Ahmad Musyadad. Dalam sambutannya, Musyadad menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya webinar tersebut. Harapannya literasi dapat menjadi budaya.


Kepala MTsN 3 Bantul, Sugeng Muhari, menyampaikan bahwa selama ini minat baca Indonesia rendah. Di antara seribu orang, hanya ada satu orang yang membaca. Dengan kegiatan webinar tersebut harapannya dapat andil dalam peningkatan literasi. (*)

2/15/2022

Siska Yuniati: enam poin yang perlu diingat dalam penyusunan bahan ajar


Bantul, Abasrin.com--Bahan ajar disusun agar pembelajaran lebih menyenangkan dan memudahkan siswa memahami materi. Atas inisiatif tersebut, MGMP Bahasa Arab Kabupaten Kebumen menggelar acara webinar pada Senin, (14/2). 

Didapuk sebagai pembicara adalah Siska Yuniati, Guru MTsN 3 Bantul. Menurut Siska, dalam penyusunan bahan ajar, setidaknya memperhatikan enam hal, yaitu petunjuk belajar, kompetensi, informasi pendukung/materi, latihan, lembar kerja, dan evaluasi.

"Latihan pada bahan ajar digunakan untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi. Lembar kerja digunakan saat pembelajaran berlangsung. Sementara itu, evaluasi difungsikan sebagai instrumen penilaian kompetensi yang ingin dicapai," ungkap Siska. 

Ketua MGMP Bahasa Arab Kabupaten Kebumen, Sarifudin, S. Pd.I, M.Pd. dalam sambutannya menargetkan, setelah mengikuti webinar, peserta akan membuat bahan ajar. 

Acara yang berlangsung pagi hingga siang itu tidak saja dihadiri anggota MGMP Bahasa Arab Kabupaten Kebumen, tetapi juga guru bahasa Arab dari kabupaten lain di Jawa Tengah serta dari Jawa Timur. Peserta antusias memberikan pertanyaan. Para peserta berharap bahan ajar dapat disusun dengan baik dan sesuai target. (nty)

12/21/2021

Siska Yuniati: soal sulit belum tentu HOTs


Bantul, Abasrin.com–Soal sulit belum tentu HOTs. Demikian disampaikan Siska Yuniati dalam workshop yang diselenggarakan oleh SMP Ma’arif Imogiri, Senin (20/12). Menurut Siska, soal HOTs (High Order Thinking Skills) semestinya mengajak anak untuk berpikir sesuai dengan level soal, apakah itu L1 (menemukan), L2 (memahami), atau L3 (menganalis atau menalar).


Lebih lanjut, Ketua Umum Pergumapi sekaligus guru MTs Negeri 3 Bantul itu mengingatkan, jangan sampai membuat pertanyaan yang keluar dari stimulus. Dengan kata lain, siswa harus terlebih dahulu membaca agar dapat menjawab soal yang disajikan.


Setelah menerima materi, peserta workshop yang merupakan guru-guru SMP Ma’arif Imogiri itu berlatih menulis soal HOTs. Soal-soal yang dibuat kemudian dipresentasikan untuk mendapat masukan dari peserta lain serta narasumber.


Selaku kepala sekolah, Sabjan Badio menyampaikan, bahwa soal–dan tentu saja pembelajaran–HOTs ini semestinya sudah menjadi keseharian. Dengan pembelajaran seperti ini, anak-anak tidak lagi sekadar menghafal, malainkan mulai berpikir kritis dan kontekstual menghadapi persoalan keseharian mereka. Apalagi, menurut Sabjan, sekarang soal-soal yang disusun oleh pemerintah, mulai AKM hingga ASPD, mengarah ke HOTs. (*)

5/17/2021

SMP Ma'arif Imogiri buka pendaftaran siswa baru 2021/2022


Bantul, Abasrin.com--
Tim PPDB SMP Ma'arif Imogiri telah membuka pendaftaran siswa baru untuk tahun pelajaran 2021/2022. Pendaftaran dilakukan secara luring dan daring. Untuk pendaftaran luring, calon pendaftar dapat langsung datang ke SMP Ma'arif Imogiri yang beralamat di Jayan, Kebonagung, Imogiri 55782.

Sementara itu, untuk pendaftaran daring, dapat dilakukan melalui alamat https://ppdb.smpmaarifimogiri.sch.id. Info lebih lanjut tentang pedaftaran ini dapat diakses melalui e-mail ppdb@smpmaarifimogiri.sch.id, Instagram https://instagram.com/smpmaarifimogiri, atau WhatsApp 0896-4656-8595.

Adapun persyaratan untuk mendaftar adalah telah lulus sekolah dasar atau yang sederajat serta mengumpulkan beberapa dokumen. Dokumen-dokumen tersebut meliputi ijazah atau surat keterangan lulus SD sederajat, fotokopi kartu keluarga, serta fotokopi akta lahir. (*)

4/09/2021

Guru-guru SDIT Ar Raihan ikuti pelatihan penulisan modul pembelajaran



Bantul, Abasrin.com--Guru-guru SDIT Ar Raihan ikuti pelatihan penulisan modul pembelajaran, Sabtu (3/4). Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari lomba modul pembelajaran yang diselenggarakan tahun 2020. 


Demikian disampaikan Afiah Aryati selaku Waka Kurikulum SDIT Ar Raihan sekaligus panita penyelenggara. Masih menurut Afiah, pihaknya berharap melalui pelatihan ini, didapatkan persepsi yang sama atas modul pembelajaran. Kemudian guru-guru dapat mulai menyusun modul kembali pada tahun pelajaran baru 2020/2021.


Sebagai narasumber pelatihan adalah Sabjan Badio, seorang praktisi perbukuan sekaligus asesor editor dan penulis profesional lisensi BSNP. Dalam paparannya, Sabjan Badio mengungkapkan bahwa ciri utama sebuah modul adalah dapat digunakan oleh siswa untuk belajar mandiri.


Oleh karen itu, modul harus memiliki petunjuk yang jelas, materi, soal-soal latihan, kunci jawaban, umpan balik, bahkan rangkuman. Untuk mengukur keberhasilan penggunaan modul tinggal dilihat, apakah dengan modul tersebut siswa dapat belajar mandiri atau tidak.


Sabjan mengakui, kendati sudah dirancang dengan baik, mungkin saja dalam pelaksanaannya, siswa masih memiliki kebergantungan yang tinggi terhadap guru. Bisa jadi memang anak tersebut memiliki kebutuhan khusus, misalnya kesulitan belajar mandiri.


Atas dasar itu, sebuah modul bisa jadi perlu didampingi oleh modul untuk guru dan orang tua. Tujuannya agar semua pihak yang terlibat mengerti apa yang harus dilakukan dalam mendukung keberhasilan belajar anak. 


Namun, hal itu tidak mudah. Itu artinya seorang guru harus menyusun tiga modul.


Lebih lanjut, Sabjan menyampaikan, dalam proses penyusunan modul, perlu proses uji coba. Tujuannya agar ketika benar-benar digunakan, modul dapat "berfungsi" sebagaimana diharapkan.


Sabjan mengapresiasi usaha guru-guru untuk menyusun modul. Dirinya menilai, pada pembelajaran jarak jauh ini, modul memang sangat diperlukan. Jika selama ini guru merasa kebergantungan belajar siswa kepada guru demikian tinggi, itu wajar, karena yang dibagikan guru kepada siswa buku teks, bukan modul.


Pelatihan dilangsungkan di Aula SDIT Ar Raihan Sumberbatikan. Peserta yang hadir 32 guru dari seluruh kelas.


Kepala SDIT Ar Raihan, Mustaqimah, S.Pd. menyampaikan bahwa pertemuan kali ini baru tahap teori. Perlu pertemuan lanjutan agar guru-guru dapat langsung praktik menulis modul. (*)

2/01/2021

Guru-guru RA Ar Raihan ikuti pelatihan menulis artikel


Bantul, Abasrin.com--
Masa pandemi Covid-19 ini beban pendidikan anak lebih banyak tertumpu pada orang tua murid. Oleh karena itu, orang tua membutuhkan banyak support, baik materi pembelajaran maupun parenting tentang cara pengasuhan anak.


Untuk mendukung hal tersebut, RA Ar Raihan memiliki program penerbitan buletin bulanan Permata Hati. Buletin dengan materi utama parenting ini bisa tayang apabila ada artikel-artikel yang dihasilkan guru. Persoalannya, sebagian besar guru belum mempunyai kemampuan menulis yang memadai. Untuk mengatasi persoalan ini, diadakanlah pelatihan menulis untuk guru-guru RA Ar Raihan, Jumat (29/1), di RA Ar Raihan.


Dalam sambutannya, Kepala RA Ar Raihan, Sugeng Sri Lestari, S.Si., menuturkan, “Sekolah selalu berusaha meningkatkan kompetensi guru dalam semua bidang pengembangan, salah satunya adalah dalam kemampuan literasi menulis. Kemampuan menulis ini diperlukan guru dalam penerbitan artikel di bulletin RA. Kemampuan menulis berita juga cukup penting untuk keperluan publikasi madrasah. Oleh karena itu kita mengundang narasumber Sabjan Badio, M.Pd., Asesor LSP Penulis dan Editor Profesional yang juga merupakan wali murid RA Ar Raihan. Kita sangat beruntung karena Pak Sabjan bisa meluangkan waktunya di sela-sela kesibukannya yang cukup padat.”

Peserta pelatihan kelompok 1 (luring).

Peserta pelatihan kelompik 2 (daring).

Sebagian sajian pelatihan di antaranya adalah cara menyusun tulisan sederhana yang menarik, bagaimana membuat pembuka tulisan bisa dengan kata tanya atau fakta yang membuat pembaca tergugah, bagaimana membuat inti tulisan serta cara membuat penutup. Penutup bisa dibuat sebagai jawaban dari pertanyaan pembuka, bisa ditulis dalam bentuk harapan maupun dalam bentuk pertanyaan. Narasumber pelatihan Sabjan Badio, M.Pd. menyampaikan bahwa menurut Steven King, menulis itu kata demi kata. Sabjan Bado juga menuturkan, bahwa artikel yang bagus adalah artikel yang ditulis sampai selesai atau sampai jadi, artikel yang siap ditayangkan sehingga bermanfaat.


Kesan-kesan pelatihan disampaikan Jumiyati, S.Pd.AUD., guru senior di Ar Raihan, “Pelatihannya sangat bagus, serasa berada di bangku kuliah lagi.” Dalam kesempatan yang sama Purwantiningsih, S.Pd., guru Kelompok A3, menuturkan, “Asik sekali mengikuti materi pelatihan Pak Sabjan, berharap ada pelatihan lagi agar lebih puas dan lebih banyak ilmu yang didapatkan,” (*)

8/25/2019

Dosen Pasca UNY latih guru kelola website, medsos, dan tulis berita

Suasana pembukaan PPM Pasca UNY di Kulonprogo (24/8/2019).
Kulonprogo, Absarin.com--Website merupakan media penting bagi sekolah karena menjadi pangkalan data yang dapat dilihat masyarakat luas. Berita, foto, infografis, dan video dapat disajikan melalui media ini.

Mengingat pentingnya fungsi website, Tim Dosen Pasca UNY, Else Liliani, Margana, Tadkiroatun Musfiroh, dan Dwiyanto Djoko Pranowo, menyelenggarakan Program Pengabadian Masyarakat (PPM) bagi guru-guru LP Ma'arif NU DI Yogyakarta. Kegiatan dilaksanakan selama 6 hari, 24-29 Agustus 2019.


Ketua Tim PPM, Else Liliani, mengungkapkan bahwa program pelatihan website yang digelar dipadu dengan penulisan berita dan pengelolaan media sosial. Berita akan menjadi konten media, sementara media sosial sebagai media promosi agar konten dapat menyebar secara luas di masyarakat.

Sementara itu, Tadkiroatun Musfiroh menyampaikan bahwa program PPM dosen rutin dilaksanakan. Tadkiroatun berharap guru membangun jejaring dengan kampus sehingga dapat mengakses program yang ditawarkan.

"Melalui program PPM, ilmu di perguruan tinggi sampai kepada masyarakat. Sebaliknya, apa yang diperlukan masyarakat dapat ditangkap oleh perguruan tinggi," ungkap Tadkiroatun.

Suasana pelatihan PPM UNY di SMK Ma'arif 1 Temon (24/8/2019).
Acara pembukaan digelar di SMK Ma'arif 1 Temon, Sabtu (24/8), dan langsung diisi materi. Tim PPM UNY menghadirkan narasumber Taufik Fahrudin (pengelolaan website), Arsyad Hermawan (pengelolaan media sosial), dan Sabjan Badio (penulisan berita). Selanjutnya peserta akan praktik 4 hari (25-28/8) dan dievaluasi (29/8).

Peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan. Salah seorang peserta, Rustyaningsih, merasakan bahwa kegiatan ini sesuai dan sangat bermanfaat bagi sekolah.

"Kegiatan ini sangat bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan kami di sekolah. Selama ini penggunaan website dan medsos masih sangat minim. Hanya saja, mungkin waktu pelatihannya bisa diperpanjang karena ada peserta yang masih awam dan memerlukan waktu belajar lebih lama," ungkap Rustyaningsih, peserta yang merupakan guru sekaligus Humas SMK Ma'arif 2 Temon. (Else/Sabjan)

8/20/2019

Guru madrasah ikuti Diklat Jurnalistik Dikpora DIY


ABASRIN.com-Sebanyak 17 guru madrasah se-DIY mengikuti Diklat Jurnalistik Dikpora DIY. Diklat dilaksanakan dalam rangka mendorong minat guru untuk menulis. Kegiatan berlangsung tanggal 19-23 Agustus 2019 di Hotel Emersia Malioboro, Jalan Gowongan Kidul No. 34 Yogyakarta. Kegiatan yang diikuti oleh 52 guru TK, SD, SMP/MTs, SMA/MA/SMK, serta SLB tersebut  dibuka Senin (19/8) oleh Kepala Seksi Perencanaan dan Pendataan Pendidikan, Drs. Suci Rohmadi, mewakili Kepala Dinas Dikpora DIY.


Dalam sambutannya, Suci Rohmadi berharap melalui diklat ini, guru dapat mengenal dan memunyai pengetahuan jurnalistik. Output langsung dari kegiatan ini adalah karya dalam bentuk “koran” dan buku.

“Harapannya, pada kegiatan ini, dihasilkan produk karya jadi sesuai kaidah. Guru juga diharapkan dapat menularkan ilmunya kepada siswa dan mengembangkan kegiatan jurnalistik di sekolah masing-masing,” ujar Suci Rohmadi.

Kegiatan yang merupakan agenda tahunan tersebut diisi oleh narasumber dari Dinas Dikpora, dosen, pemred Candra, Gembira, dan Bias. Salah satu narasumber, YB Margantoro menyampaikan pentingnya menjalin hubungan dengan media. Hubungan tersebut adalah kenal wartawan, kenal media, kunjungan media, mengirim siaran pers, mengundang wartawan, mengundang media, wisata pres, dan media forum (meliput di institusi).

Salah satu peserta kegiatan, Rina Harwati, dari MTsN 6 Bantul mengungkapkan bahwa diklat sangat bermanfaat untuk guru dalam rangka peningkatan kegiatan literasi di madrasah. Rina mengaku senang dapat terpilih menjadi peserta diklat.

“Alhamdulillah, di sini banyak belajar menulis, tidak hanya teori, namun melakukan praktik langsung. Semoga saya dapat mengimbaskannya di madrasah,” ungkapnya. (sis)

8/13/2019

Dihadiri Asek 3 Setda Bantul, Ar Raihan salurkan 106 hewan kurban


Bantul--Yayasan Ar Raihan tahun ini menyalurkan 106 hewan kurban yang terdiri atas 90 kambing dari ACT, 5 kambing dari Yayasan Al Ishlah, serta 10 kambing dan 1 sapi yang berasal dari internal Ar Raihan.

Demikian disampaikan Slamet, S.Ag., M.Si. pada pembukaan pemotongan hewan kurban di Kompleks SMPIT Ar Raihan Bantul, Selasa (13/8). Ketua Yayasan Ar Raihan itu menambahkan, penyaluran hewan kurban rutin dilaksanakan Ar Raihan. Beberapa tahun terakhir atas dukungan ACT dan Al Ishlah, jumlah yang dapat disalurkan semakin meningkat.

Hadir pada kesempatan itu, Asek 3 Setda Bantul, Pulung Haryadi, M.Sc. Dalam sambutannya, Pulung yang mewakili Bupati Suharsono tersebut menyampaikan bahwa tahun ini sudah ada kurban 3000-an kambing dan 4000-an sapi. Jumlah ini menjadi bertambah dengan adanya program Yayasan Ar Raihan yang bekerja sama dengan ACT dan Yayasan Al Ishlah.

Sementara itu, Kepala Cabang ACT DI Yogyakarta, Bagus Suryanto, menyampaikan bahwa ada banyak daerah yang belum bisa merasakan daging kurban secara rutin. Oleh karena itu, ACT hadir untuk menjangkau daerah-daerah tersebut. ACT ingin setelah sholat Iduladha pada setiap daerah, ada rangkaian penyembelihan hingga memasak dan menikmati daging kurban.

Pembukaan disaksikan pula oleh perwakilan dari Kodim Bantul, Polres Bantul, tokoh setempat, serta 190 orang panitia yang berasal dari seluruh unit di lingkungan Yayasan Ar Raihan Bantul. Hewan kurban yang sudah dipotong dibagikan ke warga sekitar hingga ke 20 titik di Kabupaten Bantul. (sab)

7/28/2019

Bupati Suharsono launching sekolah sampah Yayasan Ar Raihan

Bupati Suharsono mengunjungi pameran produk dari sampah
setelah melaunching Sekolah Sampah Ar Raihan (27/7).

Bantul, Abasrin.com--Pendirian Sekolah Sampah Ar Raihan dipandang selaras dengan program Pemkab Bantul. Saat ini, Pemkab telah menganggarkan pembelian 17 truk untuk 17 kecamatan di Bantul. Selain itu, ada pula program pengadaan bak sampah melalui dana desa.

Hal tersebut disampaikan Suharsono saat melaunching Sekolah Sampah Ar Raihan di Kompleks SDIT Ar Raihan, Sabtu (27/7) kemarin. Pada kesempatan itu, Bupati Bantul itu juga berharap sekolah sampah ini dapat menginspirasi masyarakat umum sehingga program 2019 Bantul bersih sampah dapat terwujud.

Direktur Sekolah Sampah Ar Raihan, Purweni Sugihastuti, menyampaikan bahwa sekolah tersebut berdiri di awali program sedekah sampah di lingkungan Ar Raihan. Menurutnya, Yayasan Ar Raihan sudah dilaksanakan program sedekah sampah tiap Jumat yang terbukti banyak manfaatnya.


"Berdirinya sekolah sampah ini berawal dari kegiatan sedekah sampah secara rutin setiap hari Jumat di Ar Raihan. Karena banyak keuntungan yang diperoleh dari mengelola sampah, Yayasan ingin menularkan kegiatan ini kepada masyarakat di sekitarnya. Setelah diolah ternyata sampah dapat menjadi beragam kerajinan bernilai ekonomis tinggi," ungkap Purweni.

Launching Sekolah Sampah Ar Raihan dilakukan langsung oleh Bupati Bantul Suharsono. Selain Suharsono, hadir pula Pengurus Yayasan Ar Raihan, Kepala Dinas Dikpora Bantul, Isdarmoko, Dinas Lingkungan Hidup Bantul, Desa Trirenggo, Polsek Bantul, Koramil Bantul, LSM terkait, guru dan karyawan di lingkungan Ar Raihan, dan lain-lain.

Kegiatan launching juga disertai talk show BPH Ar Raihan, Agus Effendi, dan Kasi Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul, Esti Rahayu, pameran produk dari sampah, serta workshop pemanfaatan sampah. (Abr)

1/17/2019

Prof. Dr. Margana, M.Hum, M.A., sekolah Ma'arif perlu maksimalkan pemanfaatan IT dan laksanakan prinsif 4IS

Prof. Dr. Margana, M.Hum., M.A. (tengah).

ABASRIN ONLINE--Kepala sekolah di lingkungan Ma'arif NU DI Yogyakarta perlu merespons perkembangan saat ini, khususnya terkait keberadaan teknologi informasi dan komunikasi. Demikian disampaikan Pembina LP Ma'arif NU DI Yogyakarta, Prof. Dr. Margana, M.Hum., M.A. saat memberikan sambutannya pada Pembukaan Presentasi Laporan dan Program Kerja Kepala Sekolah serta Pembukaan Diklat Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah di Lingkungan LP Ma'arif NU DI Yogyakarta, Senin (14/1).

Terkait permanfaatan teknologi tersebut, hal yang perlu diperhatikan kepala sekolah adalah persoalan Big Data, pemanfaatan IoT, kolaborasi, digitalisasi dokumen, dan pengembangan cyberschool. Big Data merupakan himpunan data atau data set dalam jumlah yang sangat besar, rumit, dan tak terstruktur. Dari data ini, sekolah bisa melakukan analisis untuk menunjang perumusan kebijakan atau solusi bagi perkembangan lembaga.


Perkembangan zaman sekarang menghadirkan berbagai piranti wireless yang bisa dikendalikan secara otomatis untuk berbagai kepentingan. Hal ini akan sangat memudahkan kerja siapapun, termasuk memudahkan kerja para pengelola lembaga pendidikan di lingkungan Ma'arif.

Lebih lanjut, Prof. Margana menyampaikan, saat ini di mana persaingan semakin ketat, sekolah juga dituntut harus bisa menjual dirinya. Untuk itu, sekolah perlu memiliki keunggulan dan keunggulan inilah yang nanti bisa ditawarkan kepada masyarakat. Dalam rangka menghadirkan keunggulan, sekolah tidak bisa sendiri, perlu dikaji peluang untuk berkolaborasi dengan sekolah-sekolah lain.

Terkait perkembangan teknologi ini, Wakil Rektor I UNY itu juga mengingatkan agar sekolah melakukan digitalisasi dokumen.

Hal yang tidak kalah penting dari itu semua, adalah pengembangan cyberschool. Sekolah-sekolah Ma'arif perlu saling terhubung. Sekolah-sekolah Ma'arif juga dapat mengembangkan pembelajaran virtual sehingga bisa diakses oleh para siswa secara langsung tanpa batasan waktu dan jarak.

Pada kesempatan itu, Guru Besar Fakultas Bahasa dan Seni UNY itu juga menyarankan para kepala sekolah menerapkan prinsip 4IS, yaitu ibadah, iklhas, istikhomah, insentif, dan surga. Kepala sekolah hendaknya meniatkan pekerjaannya sebagai ibadah. Jika telah meniatkan diri untuk beribadah, secara otomatis perlu diikuti dengan rasa ikhlas. Setelah bisa ikhlas, kepala sekolah dituntut istikhomah menjalankan perannya. Setelah itu semua dijalankan, berikutnya baru mendapatkan insentif dalam berbagai bentuk. Puncak dari semua hal tersebut adalah mendapatkan surga.

Pembukaan Presentasi Kepala Sekolah dan Pembukaan Diklat Subtansi Calon Kepala Sekolah tersebut dilangsungkan di Ruang Sidang Utama PPs Baru UNY Lantai 7. Hadir pada kesempatan itu Prof. Dr. Sugiyono, M.Pd., Dr. Arief Rohman, Sukarja,  M.Pd., Dr. Tadkiroatun Musfiroh, beberapa pengurus lain, dan para kepala dan bakal calon kepala sekolah.

Dalam sambutannya, Prof. Sugiyono menyampaikan, dalam menjalankan perannya, kepala sekolah perlu menjalankan fungsi detektor, asesor, efektor, serta melakukan evaluasi program sekolah. Kegiatan yang berlangsung hari itu merupakan bentuk evaluasi berupa kerja sama dengan instansi lain. Evaluasi dengan model kerja sama ini menurut Kaprodi S2 dan S3 Manajemen Pendidikan UNY itu dianggap dapat memberikan peningkatan yang cukup signifikan bagi perkembangan sekolah. (maarifnudiy.or.id)

9/12/2018

Perjuangan Senopati antarkan Tiara juara lomba penulisan cerpen kesejarahan

Tiara Putri Iskandini (kanan) dan Siska Yuniati (kiri)
Bantul, Abasrin.com--“Setelah melihat alam, data, hendaknya siswa dapat menuliskannya. Dengan demikian akan tumbuh rasa cinta kepada sejarah dan budaya sendiri." Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan Bantul, Sunarto, S.H., M.M., dalam acara Penyerahan Penghargaan Lomba Penulisan Cerpen Kesejarahan Tingkat SD/MI dan SMP/MTs se-Kabupaten Bantul Tahun 2018, Senin (10/9), bertempat di ruang rapat Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul.

Hal itu pula yang dilakukan siswa MTs Negeri 3 Bantul, Tiara Putri Iskandini. Tiara, sapaan akrab siswa kelas IX tersebut, menuliskan perjuangan Panembahan Senapati untuk Mataram.  Sebelumnya ia banyak membaca dan mencari informasi akan pengorbanan raja pertama Mataram tersebut. Cerpen “Teruntuk Mataram dari Panembahan Senapati” yang ditulisnya berhasil menyabet juara 3 dalam perlombaan tersebut.

“Senang sekali dengan hasilnya. Kalau mau mencoba ternyata bisa,” kata Tiara. Rasa senang dan syukur diungkapkannya lantaran ini untuk pertama kalinya ia mengikuti perlombaan menulis.

Kepala MTs Negeri 3 Bantul, Sugiyono, S.Pd., sangat mengapresiasi capaian tersebut. Sugiyono mengharapkan apa telah diperoleh akan menjadi penyemangat siswa lainnya. “Semoga bisa memotivasi yang lain dan di masa mendatang semakin banyak prestasi,” ungkapnya.

Kegiatan lomba tersebut dilaksanakan pada Minggu (26/8) lalu di SMP Negeri 1 Bantul. Dengan durasi 2,5 jam, siswa menuliskan cerita berdasarkan tema pilihan yang disediakan oleh panitia. Tema untuk jenjang SMP/MTs adalah Perjuangan Diponegoro, Perjuangan Sultan Agung, dan Perjuangan Panembahan Senapati. Sementara untuk jenjang SD/MI mengambil tema Situs Mangir, Situs Kotagede,serta Situs Plered. Adapun dewan juri lomba terdiri atas perwakilan MGMP Sejarah, MSI, praktisi sastra, Dikpora Bantul, dan Disbud Bantul.

Ketua juri lomba jenjang SMP/MTs, Albertus Sartono, S.S., menyatakan bahwa ada beberapa catatan dalam karya-karya peserta lomba. Di antara kelemahan naskah adalah sebagai berikut. Pertama, penggunaan bahasa serta penulisan yang belum sesuai dengan PUEBI. Kedua, banyak cerita yang hanya menempelkan teks sejarah pada karya mereka. Ketiga, kecermatan penguasaan mengamati sejarah.

Selain itu, juri lomba jenjang SD/MI, Umi Kulsum, menggarisbawahi bahwa banyak karya siswa berupa laporan, bukan cerpen. “Idealnya cerpen ada tokoh sentralnya,” jelas penerima penghargaan Hari Puisi Indonesia 2017 tersebut. Oleh karenanya, jika memungkinkan sebaiknya sebelum perlombaan diadakan terlebih dahulu kegiatan workshop penulisan cerpen bersejarah.

Adapun hasil perlombaan tersebut masing-masing jenjang diambil juara 1, 2, 3, harapan 1, 2,  dan lima karya pilihan. Untuk juara jenjang SMP/MTs diraih oleh SMP N 2 Bantul, SMP N 3 Bantul, MTs N 3 Bantul, SMP N 2 Bantul, dan SMP N 1 Kasihan. Sementara itu, karya pilihan diraih oleh SMP Muh. 1 Bambanglipuro, SMP N 3 Bantul, SMP N 3 Imogiri, SMP N 1 Bantul, dan MTs N 4 Bantul.

Juara untuk jenjang SD/MI disabet oleh SD 1 Bantul, SD 1 Bantul, SDIT Ar Raihan, SDIT Salsabila Jetis, dan SD Unggulan Muhammadyah Kretek. Adapun lima karya pilihan masing-masing jatuh pada peserta dari SD Negeri Ngablak 4 Sitimulyo Piyungan, SD Muhammadyah Karangturi Banguntapan, SD puluhan Kemusuk Argomulyo, SD IT Ar-Raihan, serta SD Negeri Sutran Kadibeso Sabdodadi.

Masing-masing pemenang mendapatkan penghargaan berupa uang pembinaan, trofi, serta piagam penghargaan. Sedangkan untuk karya terpilih mendapat piala beserta piagam penghargaam. Di samping itu, kedua puluh karya juara dan karya pilihan akan dibukukan oleh panitia. (sis)

12/26/2017

Ma'arif DIY Bantu Sekolah Terdampak Banjir Siklon Cempaka

Dari kiri: Masruhi, S.Ag., Dr. Imam Machali, dan Dr. Muhajir. Foto: Sabjan Badio.
Bantul, Abasrin.com--Tim Ma'arif DIY serahkan bantuan untuk SMP Ma'arif Imogiri, Sabtu (23/12/2017). Bantuan berupa dana untuk pembelian komputer itu diserahkan oleh Dr. Imam Machali, Koordinator Bidang Pendidikan Dasar PW Ma'arif DIY. Pada kesempatan itu imam didampingi oleh Dr. Muhajir (sekretaris LDNU DIY) dan Sabjan Badio (humas PW Ma'arif DIY).

Imam Machali menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian warga NU kepada sekolah-sekolah Ma'arif yang terkena dampak banjir akibat siklon tropis Cempaka. Bantuan berasal dari para donatur perseorangan, sekolah-sekolah Ma'arif, dan lembaga lain yang peduli.

Bantuan diterima langsung oleh Kepala SMP Ma'arif Imogiri, H. Masruhi, S.Ag. di ruangannya. Mewakili institusinya, Masruhi sangat berterima kasih atas perhatian kepada lembaga yang dipimpinnya.

"Saya berterima kasih atas perhatian dari PW Ma'arif DIY ini. Dana yang diberikan akan digunakan untuk mengganti komputer yang rusak. Komputer-komputer itu akan kami gunakan untuk persiapan dan pelaksanaan UNBK di SMP Ma'arif Imogiri," ungkap Masruhi.

Lebih lanjut, Masruhi menyampaikan bahwa karena keterbatasan fasilitas, sekolahnya berencana mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMP Negeri 3 Imogiri. Untuk kepentingan tersebut, komputer-komputer yang ada di SMP Ma'arif Imogiri dibawa ke lokasi. Di lokasi persiapan UNBK itulah komputer-komputer SMP Ma'arif Imogiri terkena banjir.

Selain memberikan bantuan kepada SMP Ma'arif Imogiri, PW Ma'arif DIY juga memberikan bantuan kepada sekolah-sekolah di Kulonprogo dan Gunungkidul.

"Melalui program 'Gerakan Ma'arif untuk Pendidikan', kami memberikan bantuan korban banjir di tiga kabupaten di DIY. Untuk Kulonprogo, sudah diserahkan oleh Sekretaris PW Ma'arif DIY, Dr. Tadkiroatun Musfiroh, beserta tim tanggal 16 Desember lalu. Jumlahnya ada 8 sekolah. Sementara itu, bantuan ke Gunungkidul rencananya akan diberikan langsung oleh Prof. Dr. Sugiyono, Ketua PW Ma'arif DIY. Di Gunungkidul, ada 5 sekolah yang akan dibantu," jelas Imam Machali. (sab/maarifdiy.com)

12/18/2017

Lima Budaya Kerja Bergema di Pembukaan Gebyar Kerukunan 2017


Yogyakarta, Abasrin.com-Integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab, dan keteladanan bergema memenuhi GOR UNY,  Senin (18/12). Etos kerja yang menjadi semangat aparatur Kemenag dalam mengabdi ini diucapkan dalam pembukaan Gebyar Kerukunan 2017. Dipandu Kasubbag Umum Kanwil Kemenag DIY, Fahrudin MA, peserta kompak mengucapkan 5 Budaya Kerja lengkap dengan gerakannya.

Lima nilai Budaya Kerja tersebut sejatinya merupakan nilai yang hidup dalam setiap ajaran agama. Hal itu disampaikan
Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, saat launching 2014 silam.

Salah satu peserta, Rusmantara, yang juga guru MTs Negeri 5 Bantul mengapresiasi  kegiatan Gebyar Kerukunan 2017.
"Kegiatan cukup meriah dan yang hadir banyak," ujar Rusmanta.

Terkait 5 budaya kerja, Rusmantara pun mampu menyebutkannya dengan tepat. Ia menyatakan bahwa sebagai ASN ia akan berusaha mengamalkan kelima budaya tersebut.

"Ya ... akan berusahan mengamalkan (lima budaya kerja-red), semaksimal mungkin," ungkapnya.

Selain 5 Budaya Kerja, Paduan Suara Pesparawi juga  turut mengisi acara pembukaan. Alunan lagu "Bendera" dibawakan dengan semangat diikuti para peserta yang hadir. Usai persembahan tersebut, gemuruh tepuk tangan dari tribun menambah gelora acara yang tengah berlangsung.

Hadir dalam kesempatan ini Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Wakil Gubernur DIY Sri Paduka Paku Alam X, Kepala Kanwil Kemenag DIY Muhammad Lutfi Hamid dan jajaran serta sedikitnya 8.000 ASN dan PTT Kemenag DIY. (sis)

10/16/2017

Tim Sleman Borong Piala Cerdas Cermat Aswaja Hari Santri 2017 Tingkat DI Yogyakarta

Pengumuman pemenang CCA Hari Santri DIY 2017
Yogyakarta, Abasrin.com–Kabupaten Sleman menjadi juara umum Cerdas Cermat Aswaja (CCA) yang diselenggarakan Panitia Peringatan Hari Santri DI Yogyakarta, Minggu (15/10). Dari lima kategori yang digelar, perwakilan Sleman menang empat kategori.

Hal demikian disampaikan Ketua Panitia Pelaksana CCA dari PW Ma’arif DIY, Nurliadin. Lebih lanjut, Wakil Sekretaris PW Ma’arif DIY itu mengungkapkan, Sleman juara di kategori SLTA Putra, SLTA Putri, SLTP Putri, dan SD. Sementara itu, kategori SLTP Putra dimenangkan oleh tim dari Gunungkidul.

CCA SLTA Putra dimenangkan oleh tim SMK Diponegoro Depok dengan anggota Cohirul Muna, Abidun, dan Yoga Ananda Aulia. CCA SLTA Putri dimenangkan oleh tim SMK Diponegoro Depok dengan anggota Hani’am Mariah , Laily Nurul Syifa, dan Yessi Lusyana Safitri. CCA SLTP Putra dimenangkan oleh tim Ponpes Darul Qur’an Wal Irsyad dengan anggota Ishmet Muhibb Muhammad, Azzarkasyi Azka, dan Zada Muhadzdzib Wikardo. SLTP Putri dimenangkan oleh siswa MTs Ma’arif Darussholihin dengan anggota Izzatin Nisa’, Anis Nasta’in, dan Siti Barziah. Sementara itu, CCA SD dimenangkan oleh siswa MI Nurul Huda Sleman dengan anggota Intan Purnama, Maya Muftakhul Jannah, dan Syifa Anifatul Maulida.

Ketua Panitia Hari Santri Nasional DI Yogyakarta, KH. M. Labib, mengemukakan bahwa CCA yang digelar di Universitas NU Yogyakarta itu merupakan rangkaian kegiatan untuk memeriahkan Hari Santri Nasional (HSN) yang puncaknya akan digelar 22 Oktober 2017. Selain untuk kepentingan memeriahkan HSN, menurut Kiai Labib, CCA juga bertujuan untuk menyemangatkan para siswa untuk belajar keaswajaan yang notabene merupakan identitas ke-NU-an seseorang.

Para pemenang lomba CCA mendapatkan berbagai jenis hadiah dari panitia, mulai piala, piagam, hingga uang pembinaan. Untuk piala dan piagam diberikan langsung pada saat pengumuman pemenang. Sementara itu, uang pembinaan akan diberikan panitia pada puncak peringatan Hari Santri 2017. (sab/maarifdiy.com)

9/28/2017

Tiga puluhan pick-up ramaikan pawai sambut tahun baru 1439 Hijriah

Puliuhan pick-up angkut siswa RA-KBIT-TPA Ar Raihan berpawai (28/9).
Bantul, Abasrin.com--Sejumlah 33 pick-up memenuhi pelataran Masjid Agung Manunggal, Kamis (28/9) pagi. Pick-up berhias itu disiapkan untuk mengangkut siswa-siswi RA-KBIT-TPA Ar Raihan yang berpawai memeriahkan 1 Muharam 1439 Hijriah yang jatuh pada Kamis (21/9) lalu.

Puluhan kendaraan itu kemudian beriringan keluar dari pintu utara Masjid Agung Manunggal, menuju ke timur melewati Swalayan Purnama, ke selatan, Perempatan Bejen ke timur, Perempatan Manding ke selatan, Perempatan Bakulan ke barat, Perempatan Kweden ke utara melewati RA-KBIT-TPA Ar Raihan, Polsek Bantul ke selatan lewat Karanggayam, Perempatan Gardu ke selatan, Palbapang ke barat, pertigaan ke utara, Perempatan Jetak ke timur, Dinas Nakertrans ke utara, Pertigaan Babadan ke timur, dan perjalanan berakhir kembali di Masjid Agung Manunggal.

Koordinator BPH Yayasan Ar Raihan yang terjun langsung dalam penyelenggaraan pawai tersebut, Agus Effendi, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan pawai dalam rangka mengambil spirit Hijriah. Agus berharap, terjadi perbaikan pendidikan, perbaikan diri, serta perbaikan organisasi di Ar Raihan yang dianggapnya sudah baik menuju lebih baik lagi.

Selain itu, menurut Agus, momentum peringatan tahun baru Hijriah diharapkannya dapat meningkatkan ukhuwan serta persatuan antara wali dengan sekolah. Agus mengungkapkan bahwa fasiitas penyelenggaraan pawai seluruhnya disiapkan orang tua. Pihaknya sebatas mengoordinasi dan memberikan apresiasi kepada peserta-peserta yang tambil terbaik selama pelaksanaan pawai.

Senada dengan Agus, Kepala RA Ar Raihan, Sugeng Sri Lestari, mengungkapkan bahwa orang tualah yang menyiapkan pick-up serta bahu-membahu menghiasnya. Tari mengaku terharu dengan keterlibatan dan semangat para orang tua itu.

"Ada yang (wali murid) mencicil membuat (hiasan) di sekolah beberapa hari, ada pula yang lembur di rumah," terang Tari.

Selain orang tua, Sugeng Sri Lestari menilai respons anak-anak juga sangat posotif. Di antaranya bahkan ada yang demikian antusias sampai-sampai menyertai orang tuanya menghias kendaraan yang disiapkan untuk pawai.

Pelaksanaan Pawai yang dilangsungkan pukul 07.15-11.00 WIB itu juga disaksikan Kakankemenag Kabupaten Bantul, Drs. H. Buchori Muslim, M.Pd.I. Dalam sambutannya, Buchori mendukung kegiatan Ar Raihan tersebut. Dirinya berharap madrasah mempunyai kegaitan yang kreatif. Kegiatan Ar Raihan ini menurutnya patut diikuti oleh Raudhatul Athfal lain di Kabupaten Bantul. (sab)