Showing posts with label NASIONAL. Show all posts
Showing posts with label NASIONAL. Show all posts

4/24/2021

Seminar Membangun Peradaban dengan Budaya Literasi


Ikatan Guru Indonesia Kabupaten Sarolangun menyelenggarakan seminar dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional 2021. Seminar yang akan digelar secara online ini mengusung tema "Membangun Peradaban dengan Budaya Literasi". Seminar terbuka untuk umum.


🗣 Siska Yuniati, M.Pd., Eza Avlenda, M.Si., Danang Hidayatullah M.M.

🗓️ 1 Mei 2021
💻 Zoom dan Livestreaming YouTube
⏰ 08.00 WIB--12.00 WIB

Moderator: Eva Delvia Sari, M.Si.
Narahubung: Septian Ari Jayusman, M.Pd. (0852 6651 8162)

Pendaftaran:

11/07/2020

HMP PBSI UPY gelar seminar nasional Sastra di Tengah Pandemi


ABASRIN.com--
Himpunan Mahasiswa Program Sarjana Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas PGRI Yogyakarta (HMP PBSI UPY) agendakan webinar nasional dengan tema "Sastra di Tengah Pandemi". Seminar yang akan diselenggarakan pada 12 November 2020 itu mengundang Siska Yuniati sebagai narasumber.

Tertarik untuk mengikuti? Berikut detail acaranya.

🗓️ 12 November 2020
💻 Zoom
⏰ 08.00 WIB--Selesai
📄 E-Sertifikat
🎁 Doorprize

Pendaftaran:

Narahubung:
0813-2904-2245 (Aini)
0838-6720-5295 (Aditya)

6/29/2020

Kemdikbud sediakan laman untuk berbagi dan download RPP satu lembar secara gratis

ABASRIN.com--Kemdikbud RI sediakan RPP satu lembar melalui laman https://guruberbagi.kemdikbud.go.id/rpp. Pada laman ini, pengunjung dapat mencari RPP sesuai yang dibutuhkannya. Untuk melakukan pencarian, cukup memilih jenjang, kelas, dan mata pelajaran. RPP dapat langsung diunduh tanpa login.

Tampilan menu pencarian RPP 1 lembar.
Selain bisa mendownload, pengunjung bisa juga membagikan RPP yang dimilikinya. Untuk melakukan hal ini, pengunjung harus terlebih dahulu terdaftar dan login.

Ada dua cara mendaftar/login di situs penyedia RPP ini, pertama menggunakan akun SIMPKB, Program Organisasi Penggerak, atau SIMPATIKA, bisa langsung login. Untuk yang belum, terlebih dahulu harus mendaftar.

Menu registrasi alternatif bagi pengunjung yang belum terdaftar.
Setelah registrasi dan login, guru bisa langsung menambahkan dan membagikan RPP di situs ini.

SOP berbagi RPP di laman Kemdikbud.
Pengunjung perlu mengikuti petunjuk (SOP) tersebut agar dapat berbagi dengan sesama guru yang lain. Bagaimana, ingin berbagi atau sekadar download? (*)


5/16/2020

Sebanyak 940 guru ikuti seminar nasional menulis era pandemi Covid-19



Abasrin.com--Sebanyak 940 guru mengikuti seminar menulis yang diselenggarakan Ikagan Guru Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (15/5). Prof. Suyanto, Ph.D. menjadi narasumber tunggal seminar yang bertajuk "Menggerakan Budaya Menulsi di Era Pandemi Covid-19 itu".

Dalam paparannya, Prof. Suyanto membagi masyarakat menjadi enam tipe, yaitu (1) doing nothing, (2) watching, (3) listening, (4) reading, (5) writing, dan (6) learning society. Menulis berada pada posisi keenam. Rektor UNY periode 1999-2005 itu mengungkapkan, seorang penulis memerlukan aktivitas membaca sebagai bahan tulisannya.

Selain menjadi bahan tulisan, membaca membuat guru belajar banyak tentang tulisan orang lain sehingga dapat dijadikan sebagai model dalam belajar menulis. Membaca diibaratkan dengan seseorang yang melihat iklan, dapat menyaksikan langsung hasil dari sebuah produk.

Ketua IGI DI Yogyakarta, Sugeng Andono, menyampaikan bahwa seminar diikuti 940 peserta dari dalam dan luar negeri. Moderator kegiatan ini adalah Muhtadi Zubeir dengan host Eko Pratiwiningsih. (*)

5/08/2020

Endang Aminudin Aziz jabat Kepala Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Kemdikbud RI


ABASRIN.com--Guru besar Universitas Pendidikan Indonesia, Endang Aminudin Aziz, dilantik menjadi Kepala Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemdikbud RI. Pelantikan diselenggarakan secara virtual oleh Mendikbud RI, Nadiem Makarim, Jumat (8/5).

Prof. E. Aminudin Aziz, M.A., Ph.D. bukanlah orang baru di Badan Bahasa Kemdikbud. Dirinya pernah menjabat Kepala Pusat Bahasa masa Mendikbud Muhamad Nuh. Aminudin Aziz dilantik tahun 2010 ketika baru saja mengemban amanah sebagai Pembantu Rektor Bidang Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Renlitbang) Universitas Pendidikan Indonesia.

Pada masa pejabat sebelumnya, Prof. Dr. Dadan Sunendar, Kemdikbud sempat menggabungkan Badan Bahasa dengan Pusat Perbukuan dengan nama Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kemdikbud. Pada masa jabatan Aminudin Aziz periode kedua ini, perbukuan berada di badan yang lain dengan nama Badan Penelitian, Pengembangan, dan Perbukuan Kemdikbud RI.

E. Aminudin Aziz dikenal sebagai guru besar di Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Dirinya menyelesaikan S1 di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris UPI (1991) dan linguistik di Monash University untuk program master (1996) dan doktor (2000). (*)

Dilantik Nadiem Makarim, Iwan Syahril resmi jabat Dirjen GTK Kemdikbud RI


ABASRIN.com--Iwan Syahril,  Ph.D. dilantik menjadi Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Jumat (8/5). Pelantikan dilakukan secara virtual oleh Nadiem Makarim dan disiarkan langsung melalui akun media sosial milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Sebelum dilantik, Iwan menjabat Staf Khusus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pembelajaran. Jabatan ini diembannya sejak 2019.

Iwan Syahril merupakan lelaki kelahiran Padang, Sumatra Barat. Iwan sudah akrab dengan dunia keguruan sejak kecil. Ayahnya merupakan guru bahasa Inggris yang sangat populer di Kota Padang tahun 1960-an.

Selain sebagai Staf Khusus Mendikbud, Iwan juga dikenal sebagai dosen dan Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan di Sampoerna University. Dirinya menempuh pendidikan menengah di Kota Padang, S1 jurusan hubungan internasional di Universitas Padjadjaran, mendapat dua gelar master dari Colombia University, dan mendapatkan gelar doktor dari dua program doktor di Michigan State University. (*)


2/17/2020

Pergumapi gelar lomba esai best practice pembelajaran madrasah tingkat nasional


Yogyakarta, Abasrin.com--Perkumpulan Guru Madrasah Penulis atau Pergumapi selenggarakan lomba esai tentang best practice pembelajaran di madrasah. Lomba yang mengusung tema Merdeka Belajar Wujudkan Generasi  Moderat dan Bermartabat itu terbuka bagi guru, kepala, dan pengawas madrasah.

Demikian disampaikan Ketua Umum Pergumapi, Siska Yuniati. Masih menurut Siska, lomba tingkat nasional ini terbuka bagi anggota serta nonanggota Pergumapi. Ada pun penerimaan naskah akan dibuka hingga 15 Maret 2020.

Siska menambahkan, lomba ini diselenggarakan oleh Bidang Penulis Buku dengan ketua Sarifudin (Jawa Tengah) serta sekretaris Bambang Sukarnoto (DKI Jakarta). Untuk turut serta, calon peserta dapat membaca informasi lengkapnya pada tautan ini Lihat info lomba Pergumapi.

Para pemenang lomba akan mendapatkan hadiah berupa uang tunai dan sertifikat. Tidak hanya itu, semua naskah yang dipandang layak oleh panitia akan diterbitkan dalam bentuk buku kumpulan esai. (*)

1/29/2020

Pergumapi terbitkan kumpulan cerpen antikorupsi

Kover antologi cerpen antikorupsi karya anggota Pergumapi.

Yogyakarta, Abasrin.com--Pendidikan antikorupsi dapat dilakukan oleh guru kepada siswa ketika pembelajaran berlangsung. Kendati demikian, tidak menutup kemungkinan pendidikan antikorupsi diwujudkan dalam bentuk cerpen remaja. Harapannya, pesan yang akan disampaikan dapat diterima siswa tanpa memberi kesan menggurui. Hal inilah yang melatarbelakangi guru, kepala, dan pengawas madrasah yang tergabung dalam Perkumpulan Guru Madrasah Penulis (Pergumapi) menerbitkan antologi cerpen antikorupsi.

Demikian disampaikan Ketua Umum Pergumapi, Siska Yuniati. Guru bahasa Indonesia MTs Negeri 3 Bantul itu mengungkapkan, perlu waktu setahun untuk mempersiapkan buku yang diberi judul Pekasam: Antologi Cerpen Antikorupsi ini, mulai sosialisasi, pengumpulan naskah, editing, penerbitan, hingga pencetakan.

"Semua diurus oleh guru dan kepala madrasah, penerbitnya pun organisasi kami sendiri," papar Siska.

Dihubungi terpisah, Ketua Bidang Sastra Pergumapi, Sukarti, menyampaikan bahwa bagian paling menantang dari proses penerbitan ini saat pengumpulan naskah dan editing.

Menurut Sukarti, dirinya bersama Sekretaris Bidang Sastra, Ikha Mayashofa Arifiyanti, bertugas menyemangatkan guru menulis. Setelah naskah terkumpil harus diedit, untuk memperbaiki kesalahan dan menyelaraskannya agar menjadi buku yang berpola.

Buku berisi 38 cerpen ini mendapat komentar khusus dari Kepala Biro Humas KPK RI, Febri Diansyah. Menurutnya, buku ini menarik dan membantu KPK dalam menyosialisasikan semangat antikorupsi. (*)

11/28/2019

Inilah 20 naskah terpilih Simposium Nasional Guru Madrasah 2019 di Surabaya



ABASRIN.com--GTK Madrasah sudah mengumumkan 20 naskah terpilih Simposium Nasional Guru Madrasah 2019. Nama-nama tersebut adalah sebagai berikut.
  1. Ameliasari Tauresia Kesuma (MAN Salatiga)
  2. Muhammad Abdul Ghofur (MAN Tanjungpinang)
  3. Gilang Tri Subekti (MAN 2 Pamekasan)
  4. Ahmad Hamdani (MA Al-Khairiyah Serang)
  5. Anis Nurowidah (MAN 2 Malang)
  6. Nurchaili (MAN 4 Aceh Besar)
  7. Darwin (MAN IC Padang Pariaman)
  8. Shorihatul Inayah (MAN 1 Tuban)
  9. Umi Fadilah (MAN 2 Tuban)
  10. Noor Shofiyati (MTsN 9 Bantul)
  11. Fajar Senjaya (MTsN 15 Majalengka)
  12. Naningmaryarra (MTs Terpadu Al Fauzan Jawa Timur)
  13. Mohammad Holis (MTsN 3 Pamekasan)
  14. Reza Hesti (MTsN 32 Jakarta)
  15. Suyitman (MTsN 1 Kebumen)
  16. Novita Purwa Hadi (MI Al Hidayah Jawa Timur)
  17. Farida Hanum (MI Asasul Huda Sidoarjo)
  18. Nova Indriati (RA Nurul Dzikri DI Yogyakarta)
  19. Zian Alfiana (RA Perwanida Pinggirsari)
  20. Nur Habibah (Kementerian Agama Lumajang)
Simposium Nasional Guru Madrasah dilaksanakan pada 3 Desember 2019 di Harris Hotel & Conventions Gubeng, Surabaya.

11/08/2019

Call for papers: Simposium Nasional Guru Madrasah 2019


Tema
Guru Madrasah yang Profesional dan Moderat di Era Disrupsi

Subtema
1. Profesi guru: tantangan dan peluang di Era 4.0
2. Moderasi beragama: peran guru, kamad, dan pengawas
3. Peran strategis pengawas dalam penjaminan mutu madrasah
4. PTK/PTS/M: best practice
5. Internalisasi nilai Islam dalam pembelajaran MIPA
6. Inovasi pengelolaan madrasah
7. Profesionalisme pengawas: strategi dan inovasi supervisi
8. Kepemimpinan pembelajaran kepala madrasah
9. Entrepreneurship di madrasah

Pesera
Guru madrasah
Kepala madrasah
Pengawas madrasah

Ketentuan lain
Judul sesuai tema atau subtema
Sesuai standar tulis akademik atau karya ilmiah
Jumlah halaman 10-20 spasi 1,5
Disertai abstrak bahasa asing
Artikel dikirim melalui e-mail dan WA

Link pendaftaran
http://bit.ly/FormulirpendaftaranSIMNASGM2019

E-mail: simnasgm2019@gmail.com
WA: 0812 9152 6271

Registrasi
1-10 November 2019

Pengiriman naskah/paper
2-20 November 2019

Pengumuman naskah/paper terpilih
24 November 2019

Revisi naskah/paper terpilih
25-28 November 2019

Pelaksanaan Simposium Nasional Guru Madasah dalam rangka Hari Guru Nasional (HGN)
2-4 Desember 2019

Rangkaian kegiatan
Pembukaan: keynote speaker (Menteri Agama)
Panel pakar
Diskusi paralel

9/06/2019

BPMRPK Kemdikbud finalisasi 200 naskah audio pendidikan karakter


Yogyakarta--BPMRPK Kemdikbud finalisasi 200 naskah audio pendidikan karakter, Kamis (5/9). Naskah yang difinalisasi adalah Hikmah di Balik Kisah (apresiasi cerpen), Risalah Nabi, Generasi Edu, dan Cerita Nusantara (folklor, kerja sama dengan Badan Bahasa). Acara yang dihadiri pejabat BPMR, tim penulis, pengkaji materi, dan pengkaji media itu digelar di Kantor BPMRP, Jalan Sorowajan Yogyakarta.

Dalam sambutannya, Kepala BPMRPK, Ohorella Erma, menyampaikan bahwa 200 naskah tersebut akan diproduksi menjadi media audio pendidikan karakter di Indonesia. Menurut Erma, ada permasalahan serius terkait karakter siswa saat ini. Media audio yang akan diproduksi diharapkan bernilai positif bagi perkembangan karakter peserta didik.
Sementara itu, pengkaji materi Suminto A. Sayuti berpendapat, naskah-naskah yang ditulis sesuai dengan karakter peserta didik yang hidup di era 4.0. Guru besar sastra FBS UNY itu berharap, program ini turut mengantarkan anak didik menuju Society 5.0, yang pusatnya kembali ke manusia.

Setelah finalisasi, naskah akan diteruskan kepada tim produksi untuk dijadikan media audio. Nantinya, media ini akan didistribusikan ke seluruh Indonesia sebagai media pembelajaran pendidikan karakter. (*)

9/08/2018

GTK Kemenag undang 25 guru susun buku panduan BK dan pendidikan karakter di madrasah


SURABAYA, Abasrin.com--Pendidikan sesungguhnya adalah pembentukan karakter, bukan hanya transfer ilmu pengetahuan. Hal tersebut disampaikan oleh Dirjen Pendis Kemenag RI, Prof. Dr. Phil. Kamarrudin Amin, M.A., saat membuka workshop Penyusunan Program GTK Madrasah Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah, Jumat (7/9) di Hotel Swiss Belinn, Surabaya.

Dalam kesempatan itu juga disampaikan bahwa moral berkontribusi pada kesuksesan seseorang.“Kecerdasan tidaklah cukup. Orang sukses karena kecerdasan dan karakternya,” jelas Kamarrudin Amin. Lebih lanjut ia mencontohkan tiga karakter yang diajarkan di Jepang. Ajaran moral di Jepang adalah bangga menjadi diri  sendiri, membantu orang lain, serta menghargai alam. Oleh karena itu, tugas guru adalah menerjemahkan nilai-nilai karakter yang baik kepada siswa.

Sementara itu, Sekjen Kemenag RI, Prof. Dr. Nur Syam, M.Si. selaku narasumber menjelaskan tantangan guru madrasah pada era industri. Era industri terbagi menjadi empat, yaitu 1.0, 2.0, 3.0, dan 4.0. Pada era industri 1.0 ditemukan mesin uap yang memunculkan jalur transportasi sehingga terjadi mobilitas vertikal dan horizontal. Pada era industri 2.0 listrik sudah ditemukan, maka berkembanglah teknologi. Sedangkan pada era industri 3.0 adalah era ditemukannya komputer. Selanjutnya  era tersebut berkembang menjadi era 4.0 yang merupakan era digital. Era di mana teknologi berkembang dengan luar biasa.

“Dari era-era industri tersebut, yang mengkhawatirkan adalah berkembangnya artificial intelegent (AI),  yakni lahirnya robot-robot yang menggantikan manusia,” ujar pria kelahiran Tuban tersebut.

Dijelaskannya pula, bahwa untuk menghadapi artificial intelegen, kita  bisa mencontoh apa yang disampaikan Jack Ma. Jack Ma memberikan solusi dengan mencari keunikan manusia serta mengajarkan nilai, kepercayaan, berpikir kritis, team work, serta peduli kepada yang lain. Di samping itu, guru hendaknya bisa menghadapi tantangan untuk mengajarkan empat intelegensi sekaligus. Keempat intelegensi tersebut adalah intelegensi rasional, emosi, sosial, dan spiritual. Intelegensi-intelegensi tersebut pada praktiknya sudah dikembangkan di madrasah.

Sebelumnya, Kakanwil Kemenag Jawa Timur, Syamsul Bahri, M.Pd.I., berpesan kepada peserta workshop untuk membuat panduan yang praktis dan sederhana dengan mengedepankan iman dan takwa. Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan Kabag TU GTK Madrasah Kemenag RI, Sidik Sisdiyanto. Sidik menerangkan bahwa dari workshop ini akan dihasilkan dua buku panduan. Adapun buku-buku yang dimaksud merupakan buku Panduan Bimbingan Konseling dan buku Panduan Penguatan Pendidikan Karakter.

Direktur GTK Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Suyitno, M.Ag. juga menyempatkan hadir dalam workshop tersebut. Sabtu (8/9), guru besar UIN Syarif Hidayatullah tersebut memberikan pengarahan kepada peserta workshop akan pentingnya peran Bimbingan Konseling  (BK) di madrasah. Guru BK adalah public relation madrasah, sehingga diharapkan dapat membuat jejaring baik  level nasional maupun internasional. Di samping itu, guru BK juga mempunyai tantangan. Tantangan tersebut adalah bagaimana agar anak-anak tidak keluar dari spirit kebangsaan.

Acara yang direcanakan berakhir Minggu (9/9) itu dihadiri oleh 25 guru MI, MTs, dan MA DKI Jakarta, Jawa Barat, DIY, dan Jawa Timur. (sis)

8/05/2018

Mapel Baru Informatika, Sulitkah?

Mampuono, Sekjen IGI/Foto: Sabjan Badio
Oleh Mampuono, Sekjen Ikatan Guru Indonesia

Nasib mata pelajaran (mapel) TIK yang selama ini terpaksa "dilengserkan" dari posisinya dari dalam kurikulum 2013 mulai menemui titik terang. Polemik hilangnya materi pelajaran yang diampu oleh banyak guru dan menyebabkan mereka terpaksa 'non job" karena tugasnya berubah menjadi guru BK TIK sebentar lagi mudah-mudahan akan segera terselesaikan.

Seingat saya, mapel TIK yang dulu seolah tiba-tiba muncul dan kemudian tiba-tiba menghilang itu menurut sejarahnya, ada lalu tiada, semus karena kebutuhan yang menyesuaikan perubahan jaman. Pada tahun 2006 ketika pemerintah meluncurkan kurikulum yang bernama KTSP 2006, kita memiliki kebutuhan tinggi agar secepatnya bisa mengoperasikan alat-alat digital, terutama komputer dan laptop. Oleh karenanya secepatnya para siswa harus disiapkan untuk bisa menguasai itu semua. Mau tidak mau kurikulumlah yang dapat menjadi alat yang paling efektif untuk membelajarkan masyarakat melalui para siswa di sekolah. Ini karena nantinya merekalah yang akan jadi anggota masyarakat.

Saat itu, orang dianggap perlu belajar teori-teori tentang apa itu komputer, sejarahnya, bagian-bagiannya, dan cara mengoperasikannya. Bahkan konten pembelajaran berisi sampai pada nama komponen-komponen dari komputer dan bagaimana cara menghidupkan dan mematikannya. Maka muncullah mapel TIK yang dianggap sangat penting dan unggulan saat itu.

Dunia yang begitu cepat berubah dan kompetensi digital masyarakat yang terus meningkat menyebabkan mapel TIK yang dianggap hanya berisi kemampuan "penjet tombol" itu harus rela untuk "lengser keprabon". Orang dianggap tidak lagi butuh kursus-kursus komputer dasar seperti menghidupkan dan mematikan komputer, menghubungkannya dengan sound, system atau LCD, serta mengoperasikan software-software office sebagai ganti menulis di mesin ketik dan membuat presentasi presentasi sederhana pengganti OHP.

Semakin kesini orang menjadi semakin familiar dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan komputer dengan segala macam operasi digitalnya. Maka dengan sendirinya pembelajaran komputer di sekolah yang disebut sebagai mapel TIK itu dengan resmi dihapuskan dari kurikulum 2013. Ini karena mapel TIK dianggap tidak lagi memberikan kontribusi yang cukup bagi perkembangan literasi digital para siswa sesuai tuntutan zaman.

Di era revolusi industri 4.0 ini kompetensi untuk berinteraksi dengan cyber system menuntut para pendidik untuk mempersiapkan anak didiknya berhadapan dengan dunia digital yang semakin rumit. Jika yang digunakan adalah mapel TIK paradigma lama, sudah dipastikan hasilnya akan sulit diharapkan.

Di era revolusi industri 4.0 ini para lulusan nantinya diharapkan bukan hanya menjadi pemakai teknologi informasi produk orang lain, tetapi mereka harus menjadi lebih produktif. Mereka harus bisa menghasilkan sendiri produk produk teknologi informasi mereka sendiri, bahkan menghasilkan temuan-temuan baru di bidang itu. Contoh mudahnya, pendidikan ketika kita harus bisa menghasilkan Nadiem Makarim -Nadiem Makarim (pendiri GOJEK) baru sebanyak mungkin sebagaimana Amerika Serikat menghasilkan Mark Zuckerberg pendiri Facebook atau Larry Page pendiri Google dan banyak lagi yang lainnya.

Terobosan Kemendikbud dalam memunculkan mapel INFORMATIKA ini patut diacungi jempol. Konten dari Mapel Informatika sebagai wujud mapel TIK masa kini adalah materi STEM-C (Science Technology Engineering Mathematics and Computational Thinking). Dengan mapel ini para siswa diajak untuk belajar tentang STEM Dan memulai berpikir terkomputerisasi yang terstruktur dan algiritmik. Dengan sendirinya mereka terbiasa berpikir orde tinggi (HOTS) sejak sedini mungkin dan ini sangat inline dengan Kurikulum 2013. Dengan STEM-C ini anak akan berinteraksi dengan computer science dan digital art mulai usia dini dengan cara-cara khusus yang mereka mudah memahaminya.

Saya dengan sponsor dari Eduspec tiga tahun lalu pernah belajar STEM and Computational Thinking selama seminggu. Pelatih kami adalah para mentor dari Singapura dan Malaysia, dua negara tetangga kita yang sudah mulai menerapkan STEM-C dalam sistem pendidikan mereka sejak beberapa tahun sebelumnya. Mereka mendapatkan ilmu mereka dari Amerika Serikat.

Ternyata belajar tentang STEM-C ini kurang lebih sama dengan belajar ilmu-ilmu yang lain. Beberapa rekan guru dan pengawas terlihat apriori dengan munculnya mapel INFORMATIKA ini. Belum terbiasanya mereka dengan penggunaan istilah programming, coding, algoritma, artifisial intelijen, robotik, cyber sistem, dan lain-lain menyebabkan mereka cenderung berpikir bahwa mapel ini akan sulit dan merepotkan saja.

Pada tulisan ini saya akan sedikit berbagi tentang pengalaman dalam mengimplementasikan STEM-C kepada anak-anak usia SD dan SMP yang ternyata membuat saya justeru berbesar hati. Pembelajaran coding yang dipermudah dengan coding semu (pseudocoding) pada awal pengenalan ternyata bisa dipelajari anak-anak dengan sangat menyenangkan. Mereka tinggal melakukan drag and drop untuk menuangkan gagasannya dalam coding setelah diajarkan tentang berpikir terstruktur dan algoritmik.

Pengalaman pertama mengimplementasikan STEM-C untuk anak-anak saya peroleh tiga tahun lalu. Waktu itu selesai mendapatkan pelatihan STEM-C di Jakarta tahun 2015, ilmunya segera saya ujicobakan untuk anak ketiga saya yang masih berumur 7 tahun. Davin, nama anak saya itu, dan ia baru lepas dari TK saat itu.

Sebagaimana anak-anak lain yang juga lahir sebagai digital natives, di usianya yang masih belia Davin terbiasa dengan peralatan digital seperti HP, tablet, dan komputer. Tetapi sesungguhnya ia anak yang biasa saja seperti anak-anak yang lain. Ia bukan sebagai anak yang memiliki kecerdasan sangat menonjol. Ia sangat suka dengan gambar dan gambar bergerak (animasi) di dalam layar digital.

Setelah saya ajari sambil bermain-main, dia ternyata bisa menerima materi STEM-C yang saya sampaikan dengan software Scratch. Software ini biasa digunakan untuk mengajarkan STEM-C di negara-negara maju yang sudah mengimplementasikannya.

Yang membuat saya berbesar hati, ternyata ia tidak mengalami banyak kesulitan tetapi justru menyukainya. Setelah tahu operasi-operasi dasar pseudocoding seringkali ia berinisiatif sendiri untuk membuka laptop dan membuat animasi dengan menggunakan perintah perintah logo dengan drag and drop di dalam aplikasi tersebut.

Saat itu hasil-hasil animasi terstruktur karya Davin bisa membuat siapapun berdecak kagum, termasuk saya sebagai orang tuanya yang tidak mengira bahwa ternyata computational thinking itu bisa menyentuh semua usia dan anak-anak normal dengan kemampuan biasa. Hasil karyanya sering saya tampilkan saat mengisi workshop atau seminar.

Pengalaman kedua adalah ketika saya bersama seorang rekan pelatih membimbing dua tim siswa kelas 7 SMP Al-Azhar Banyumanik Semarang untuk mengikuti lomba Augmented Reality dan Game Development tingkat ASEAN yang diselenggarakan oleh SEAMEO. Mereka masih berusia 13 tahun dan ternyata harus berhadapan dengan masing-masing 300 tim dari berbagai negara ASEAN yang usianya antara 13 sampai 19 tahun. Ini artinya mereka harus bersaing dengan sesama anak SMP, SLTA dan bahkan mahasiswa perguruan tinggi.

Keinginan pihak sekolah yang besar untuk mengujicoba kemampuan siswanya dikancah ASEAN menyebabkan mereka sangat bersemangat untuk mendatangkan pelatih dan membina dua tim tersebut. Kesungguhan para anggota tim untuk belajar dalam waktu singkat dan menguasai skill untuk membuat Game Edukasi dan Augmented Reality memang membuat kami berdecak kagum.

Ternyata dari mulai membuat karakter game dan objek-objek 3D ( tiga dimensi) sampai memberikan perintah dengan menggunakan pseudocoding, baik untuk game edukasi maupun Augmented Reality, anak-anak yang menjadi anggota tim tidak mengalami banyak kesulitan berarti. Bahkan mereka dengan senang hati bekerja dibawah deadline waktu yang sangat mepet untuk menyelesaikan karyanya. Software yang digunakan adalah Construct 2, Blender dan Unity 3D yang semuanya versi tidak berbayar.

Mereka masih berusia 13 tahun dan kedua tim yang masing-masing terdiri dari 3 orang tersebut ternyata bisa masuk ke final dan bersaing dengan para siswa SMK jurusan rekayasa perangkat lunak dan mahasiswa D3 Politeknik. Walaupun hasil akhirnya kedua tim hanya berhasil menjadi satu-satunya tim SMP yang berada di posisi 7 besar dan 13 besar ASEAN di antara tim finalis lain yang berasal dari SLTA dan perguruan tinggi, tetapi setidaknya para siswa SMP yang notabene usianya masih sangat belia ternyata tidak mengalami kesulitan yang berarti untuk belajar STEM-C.

Inilah yang menyebabkan saya sangat optimis bahwa mapel INFORMATIKA nantinya akan menjadi jalan keluar yang baik untuk kita. Tidak hanya tentang para guru TIK yang akhirnya bisa mendapatkan pekerjaan mereka lagi, tetapi juga tentang bagaimana anak-anak kita bisa berpikir pada level HOTS, menjadi warga dunia yang sangat melek secara digital, sekaligus menjadi bangsa yang produktif dari sisi teknologi informasi yang tidak kalah dengan bangsa-bangsa yang lain.

Untuk itu, guru TIK sekarang (baca INFORMATIKA) paradigma berpikirnya juga harus *disesuaikan*. Mapel TIK yang baru bukan lagi mata pelajaran *"penjet tombol"* tetapi adalah tentang ilmu komputer dengan segala perniknya. Jangan sampai mapel informatikanya dahsyat tetapi gurunya justru ketinggalan satu abad. Karena belum-belum sudah ada yang merasa kesulitan. Jangan ya 😍. Pelatihan yang sungguh-sungguh untuk meningkatkan kompetensi guru TIK ataupun guru lain yang diberi tugas mengajarkan mapel Informatika ini mutlak diperlukan yang sekaligus terukur dan terkontrol.

Untuk menyambut datangnya "anak kandung" baru Kurikulum di era revolusi industri 4. 0 yang bernama INFORMATIKA ini Ikatan Guru Indonesia (IGI) sedang menyiapkan sebuah kanal pelatihan baru yang bernama SAGUMACO atau Satu Guru Mahir Coding. Semoga langkah ini bisa mewarnai indahnya peningkatan kompetensi para guru Indonesia di bidang teknologi informasi.

3/14/2018

Launching Website, Guru Madrasah Indonesia Terbitkan 118 Tulisan


YOGYAKARTA, Abasrin.com--Guru-guru madrasah yang tergabung dalam Perkumpulan Guru Madrasah Penulis (Pergumapi) memiliki cara unik melaunching websitenya, yakni dengan mengundang anggotanya menulis selama sebulan penuh. Dalam periode peluncuran tersebut, anggota Pergumapi bersama-sama menerbitkan tulisan setiap hari tanpa henti.

Ketua Umum Pergumapi, Siska Yuniati, mengungkapkan bahwa timnya sengaja tidak melakukan kegiatan seremonial dalam mengenalkan website organisasinya. Guru MTs Negeri 3 Bantul itu berpendapat bahwa sebagai organsisasi guru penulis, kegiatan paling tepat dalam mempromosikan website yang baru dibuat adalah dengan mengisinya terus-menerus.

"Kami sedang mempromosikan website baru, yaitu www.pergumapi.or.id. Untuk mengenalkannya kepada anggota dan masyarakat luas, kami pilih kegiatan program menulis sebulan penuh," ungkap Siska ketika dihubungi Senin (12/3).

"Di Pergumapi, kami fokus kepada produktivitas menulis. Jangan sampai Pergumapi terlihat sibuk dan ramai, tetapi justru tidak produktif," lanjut guru peraih Internet Sehat Blog & content Award itu.

Masih menurut Siska, undangan menulis berlaku tanggal 12 Februari sampai dengan 11 Maret 2018. Setiap hari anggota bersama-sama mengirimkan tulisannya ke administrator website untuk proses penyuntingan dan penerbitan.

Lebih lanjut, Siska mengungkapkan bahwa tiap-tiap harinya, tulisan yang diterbitkan berbeda jenis. Hari Senin khusus untuk artikel, Selasa untuk esai, Rabu untuk resensi, Kamis untuk karya ilmiah, Jumat untuk promosi buku anggota, Sabtu untuk puisi, geguritan, pantun, dan sejenisnya, serta hari Minggu khusus untuk cerpen, cerkak, dan cerita naratif lain.

Dihubungi secara terpisah, Ketua Panitia Peluncuran website Pergumapi, Ogi Lesmana, mengungkapkan, selama periode launching pihaknya menerbitkan 118 tulisan di website. Daerah terbanyak yang mengirim tulisan adalah Daerah Istimewa Yogyakarta, diikuti oleh Provinsi Jawa Timur kemudian Provinsi Bengkulu.

Lebih lanjut, doktor lulusan UIN Sunan Gunung Jati itu mengungkapkan bahwa dalam launching ini, dirinya dibantu Noor Shofiyati (wasekjen), Ayu Dewi Widowati dan Kaswamawti (bidang penulisan media massa), serta Pujarsono dan Rina Harwati (humas).

Ogi berharap, peluncuran website Pergumapi ini hanyalah merupakan awal. Kemudian hari, para guru tetap seamangat mengisi website selain mengirim ke media konvensional dan menulis buku.

"Saya senang sekali teman-teman semangat mengikuti program menulis ini. Semoga setelah ini, teman-teman tetap rajin menulis di website sambil terus-menerus menulis di media konvensional dan menulis buku," harap guru MIN 3 Kota Banjar itu.

Seperti diketahui, Pergumapi adalah organisasi yang didirikan oleh guru-guru madrasah dalam rangka menghimpun guru-guru madrasah penulis serta guru-guru yang memliki minat untuk belajar menulis. Organisasi ini berbentuk perkumpulan dan mulai dirintis tahun 2016 dengan nama Asosiasi Guru Madrasah Penulis Indonesia (Agumapi).

Tanggal 8 Januari 2018, ketika diproses di Kementerian Hukum dan HAM RI, nama Agumapi diubah menjadi Perkumpulan Guru Madrasah Penulis disingkat Pergumapi, sesuai dengan aturan Kemkumham. Sekretariat organisasi ini berada di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pergumapi dipimpin oleh seorang ketua umum dan wakilnya, yaitu Siska Yuniati dari Daerah Istimewa Yogyakarta dan Eza Avlenda dari Provinsi Bengkulu. Sementara itu, duduk sebagai sekretaris jenderal dan wakilnya, Ogi Lesmana dari Jawa Barat dan Noor Shofiyati dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebagai bendahara dan wakilnya, Septy Andari Putri dari Daerah Istimewa Yogyakarta dan Tati Nuryati dari Jawa Barat

Dalam menjalankan organisasinya, Pergumapi membentuk sepuluh bidang, yaitu bidang (1) organisasi dengan pengurus Sukarlan dan Umi Solikatun, (2) diklat dengan pengurus Ruba Nurzaman dan Edy Purwanto, (3) penulisan sastra dengan pengurus Sukarti dan Ikha Mayashofa Arifiyanti, (4) penulisan media massa dengan pengurus Ayu Dewi Widowati dan Kasmawati, (5) penulisan buku dengan pengurus Sarifudin dan Bambang Sukarnoto, (6) penulisan bahan ajar dengan pengurus Zaenal Abidin dan Nurhasanah Rahmawati, (7) penerbitan dengan pengurus Najmah dan Syafa'atul Maulida, (8) kewirausahaan dengan pengurus Sri Saktiani dan Moh. Rochimi, (9) pengabdian masyarakat dengan pengurus Nuraedah dan Siti Murdaning Setyastutik, serta (10) humas, informasi, dan kerja sama antarlembaga dengan pengurus Pujarsono dan Rina Harwati.

Sebagai perkumpulan, dalam struktur organisasi Pergumapi terdapat dewan pengawas. Posisi pengawas ini ditempati oleh dua anggota perkumpulan, yaitu Anita Isdarmini dan Ahmad Arif Ma'ruf.

Kegiatan utama di Pergumapi adalah praktik dan peningkatan keterampilan menulis. Untuk mempublikasikan tulisan, Pergumapi mendorong anggotanya menerbitkan di media konvensional dan dalam bentuk buku. Selain itu, juga disediakan media online berupa website.

Untuk penerbitan buku, saat ini Pergumapi bekerja sama dengan Penerbit MATSNUEPA di Malang yang  dipimpin oleh Ketua Bidang Penerbitan Pergumapi, Dr. Najmah. Selain itu, organisasi ini juga sedang merancang penerbitan majalah melalui bidang penulisan media massa.

Masih terkait penulisan buku, tahun 2017 Pergumapi bekerja sama dengan penerbit di Daerah Istiemwa Yogyakarta untuk menulis beberapa buku yang digunakan di ruang kelas, baik di madrasah maupun sekolah umum. Buku-buku tersebut dipublikasikan dan digunakan secara nasional. Tahun 2018 ini kerja sama masih berlanjut untuk buku lain dan beberapa anggota Pergumapi yang mendaftarkan diri sebagai penulis sedang menyelesaikan draf naskah buku.

Terkait peningkatan kualitas menulis anggota, Pergumapi melakukan kuliah dalam jaringan dwimingguan. Kegiatan ini dipilih karena dipandang efektif dan efisien, yakni tidak menuntut kehadiran tatap muka dan berbiaya murah. Hasil kuliah daring yang diselenggarakan melalui grup WhatsApp ini juga masih dapat dibaca oleh anggota yang kebetulan tidak bisa hadir secara online. Program ini dilaksanakan oleh pengurus bidang diklat, yaitu Ruba Nurzaman dan Edy Purwanto.

Sebagai lembaga yang baru berdiri, banyak agenda baru digagas oleh Pergumapi. Dalam menjalankan gagasan-gagasan tersebut, Pergumapi senantiasa bersinergi dengan program Kementerian Agama sebagai lembaga yang menaungi guru-guru madrasah, baik pada tingkat pusat maupun daerah. (*)

2/26/2018

Guru madrasah tanda tangani akta notaris Perkumpulan Guru Madrasah Penulis

Dari kiri: Noor Shofiyati, Septy Andari Putri, Siska Yuniati, dan Anita Isdarmini.

BANTUL, Abasrin.com--Akta Notaris Perkumpulan Guru Madrasah Penulis (Pergumapi) ditandatangani oleh Pengurus Pusat Pergumapi yang diwakili oleh Anita Isdarmini, Ahmad Arif Ma'ruf, Siska Yuniati, Noor Shofiyati, dan Septy Andari Putri. Penandatanganan dilakukan di Kantor Notaris Siti Nurhanifah, Jalan R.E. Martadinata 2 Bantul, Jumat (23/2) pukul 13.00-15.00 WIB.

Kelima penanda tangan tersebut adalah kepala madrasah dan guru asal Daerah Istimewa Yogyakarta. Anita Isdarmini dan Ahmad Arif Ma'ruf merupakan Pengawas Pergumapi. Siska Yuniati, Noor Shofiyati, serta Septy Andari Putri masing-masing merupakan Ketua Umum, Wakil Sekretaris Jenderal, serta Bendahara Umum Pergumapi.

"Para pengurus Pergumapi berjumlah 26 orang yang berasal dari beberapa provinsi di Indonesia. Agak sulit mengumpulkannya untuk tanda tangan akta notaris. Oleh karena itu, para pengurus mewakilkan penandatanganan kepada para pengurus yang berasal dari DI Yogyakarta," jelas Siska Yuniati ketika dihubungi melalui komunikasi WhatsApp.

"Oleh karena penandatanganan ini sifatnya administratif dan bisa diwakilkan, maka kami putuskan untuk ditandatangani oleh unsur yang wajib saja, yaitu pengawas, ketua, sekretaris, dan bendahara yang kebetulan berasal dari DI Yogyakarta," lanjut Siska.

Penandatanganan ini menurut guru MTs Negeri 3 Bantul itu merupakan sebagian dari proses yang harus dilalui dalam rangka legalisasi organisasi yang dipimpinnya itu. Siska mengungkapkan, sebelumnnya, pihaknya telah melakukan rapat penentuan nama, pendaftaran nama ke Kemkumham RI, persiapan berkas, dan lain-lain.

Masih menurut Siska, setelah penandatanganan tersebut, para pengurus masih harus mengurus sekretariat ke kelurahan. Setelahnya, SK Kemkumham diproses dilanjutkan dengan pembuatan NPWP dan pembuatan rekening organisasi.

Selain guru yang hadir pada penandatangan itu, beberapa guru lain asal DI Yogyakarta juga tercatat sebagai Pengurus Pergumapi. Mereka adalah Umi Sholikatun (sekretaris bidang organisasi), Rr. Ayu Dewi Widowati (ketua bidang penulisan media massa), Nurhasanah Rahamawati (sekretaris bidang penulisan bahan ajar), R. Rara Murdaning Setyaningtiastutik (sekretaris bidang pengabdian masyarakat), serta Pujarsono dan Rina Harwati (ketua dan sekretaris bidang humas, informasi, dan kerja sama antarlembaga).

Sambil mengurus akta notaris dan SK Kemkumham organisasi, Pergumapi telah memulai berberapa kegiatan terkait penulisan. Setiap dua pekan sekali, organisasi ini menggelar kuliah daring yang difasilitasi oleh Bidang Diklat Pergumapi. Selain itu, sudah dilaksanakan penulisan buku ajar, menulis buku bersama, di antaranya bahkan sudah ada yang diproses di penerbitan oleh bidang penerbitan. Pendaftaran anggota juga sudah dilaksanakan oleh bidang organisasi.

Dalam rangka peluncuran website orgnisasi, www.pergumapi.or.id, Pergumapi menggelar tantangan menulis sebulan penuh bagi seluruh anggotanya. Dalam kegiatan ini, anggota ditantang menulis selama sebulan penuh yang dimulai tanggal 12 Februari 2018.

Pada proses itu, setiap hari akan dimuat tulisan karya anggota. Hari Senin dimuat tulisan artikel, hari Selasa esai, hari Rabu resensi buku, Kamis karya ilmiah, hari Jumat info buku baru karya anggota, hari Sabtu puisi, pantun, parikan, dan sejenisnya, serta hari Minggu untuk fiksi seperti cerpen, cerkak, dan sejenisnya. Tantangan ini akan berakhir tanggal 11 Maret 2018. (Rin)

2/14/2018

Pergumapi Tantang Guru Madrasah Menulis Sebulan Penuh

YOGYAKARTA, Abasrin.com--Guru-guru madrasah di Indonesia ditantang menulis sebulan penuh. Mereka adalah guru-guru yang tergabung dalam organisasi Perkumpulan Guru Madrasah Penulis atau Pergumapi. Tantangan tersebut digelar dalam rangka launching website baru Pergumapi.

Sebelumnya, organisasi ini bernama Asosiasi Guru Madrasah Penulis Indonesia atau Agumapi. Nama tersebut mengalami penyesuaian ketika didaftarkan ke Kementerian Hukum dan HAM RI menjadi Perkumpulan Guru Madrasah Penulis atau Pergumapi. Demikian disampaikan Siska Yuniati, Ketua Umum Pergumapi.

"Nama Agumapi tidak bisa kami daftarkan, karena di Kemkumham tidak lagi diizinkan kata asosiasi, ikatan, himpunan, dan sejenisnya. Kata yang diizinkan hanyalah perkumpulan dan itu dianggap memiliki kesamaan makna dengan asosiasi, ikatan, himpunan, dan lain-lain.”

Masih menurut Siska, pihaknya sempat memilih nama Perkumpulan Guru Madrasah Penulis Indonesia, tetapi juga tidak diperkenankan. Akhirnya, diputuskan menggunakan nama Perkumpulan Guru Madrasah Penulis yang disingkat Pergumapi.

"Dengan adanya perubahan nama tersebut, secara otomatis, organisasi juga mengubah alamat website, yang sebelumnya www.agumapi.org menjadi www.pergumapi.or.id," ungkap Siska.

Dalam rangka sosialisasi nama webiste baru inilah, pihaknya membuat tantangan bagi anggota. Tantangan itu menurut Siska berlaku bagi seluruh anggota di seluruh Indonesia.

"Kegiatan ini dikoordinasi oleh sekretaris jenderal dan wakilnya dengan melibatkan tim bidang penulisan media massa dan tim humas," lanjut Siska.

Dihubungi terpisah, Sekjen Pergumapi, Ogi Lesmana, mengungkapkan bahwa tantangan tersebut berlaku selama satu bulan penuh, yaitu tanggal 12 Februari hingga 11 Maret 2018. Selama sebulan itu, setiap hari harus ada tulisan yang dipublikasikan.

Masih menurut Ogi, jenis tulisan yang dimasukkan dalam tantangan ini ada delapan jenis yang dibagi berdasarkan hari, yaitu artikel (Senin), esai (Selasa), resensi (Rabu), karya ilmiah (Kamis), info buku karya anggota (Jumat), pusi (Sabtu), Cerpen (Minggu), dan berita (setiap hari).

Untuk berita, doktor lulusan UIN Sunan Gunung Jati itu mengungkapkan, dapat berupa berita internal Pergumapi, bisa pula berita dari madrasah. Khusus berita dari madrasah, harus berita kegiatan terkait literasi. (Rina Harwati)

11/24/2017

Widi Hastuti, Juara 2 Guru Madrasah Aliyah Berprestasi Tingkat Nasional

Widi Hastuti (dua dari kanan) bersama guru aliyah beprestasi Kemenag RI 2017.
Tangerang—Nama Widi Hastuti kembali muncul sebagai salah satu guru berprestasi Kemenag RI. Pada kompetisi yang digelar di ICE BSD City Tangerang itu nama Pengurus IGI Bantul tersebut dinyatakan sebagai Juara 2 guru dan tenaga kependidikan berprestasi kategori guru madrasah aliyah.

Sebelum maju di tingkat nasional, Widi terlebih dahulu harus bersaing di tingkat Provinsi DI Yogyakarta. Setelah meraih juara pertama di DIY, nama Widi Hastuti diikutkan dalam seleksi nomine guru berprestasi tingkat nasional. Setelah menjadi satu dari lima nomine, Widi kemudian mengikuti kompetisi tingkat nasional yang pengumumannya digelar bersamaan International Islamic Education Expo (IIEE) 2017, Kamis (23/1) lalu.

Menurut Widi Hastuti, penilaian yang dilakukan panitia selama di Tangerang meliputi nilai modal (40%), nilai presentasi dan wawancara (50%), keterampilan bahasa Arab/Inggris (5%), serta karya kreatif-inovatif (5%). Akumulasi dari empat komponen itulah yang menentukan urutan juara para nomine.

Prestasi ini bukanlah yang pertama diraih oleh guru MAN 3 Bantul ini. Sebelumnya, di tahun 2012, kandidat doktor UIN Sunan Kalijaga tersebut menjadi juara 3 Anugerah Konstitusi Guru PKn Berprestasi Tingkat Nasional yang digelar Mahkamah Konstitusi. (sab)

Pengawas, Laboran, dan Pustakawan DIY Juara 1 Kompetisi Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Berprestasi 2017

Dari kiri: Rita Susanti, Sri Hidayati, dan Charissatuniswah (23/11). Foto: Kemenag DIY
Tangerang, Abasrin.com--Pengawas, Laboran, dan Pustakawan asal DI Yogyakarta meraih juara 1 dalam Kompetisi Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Berprestasi 2017. Ketiganya adalah Hj. Charissatuniswah, M.Pd. (pengawas pendidikan dari Kemenag Kabupaten Sleman), Rita Susanti, A.Md. (pustakawan MAN 3 Sleman), dan Sri Hidayati, S.Si. (laboran MAN 3 Sleman). Pengumuman disampaikan di ICE BSD City, Tangerang, bersamaan dengan International Islamic Education Expo (IIEE) 2017.

Ketiganya menjadi juara 1 setelah berhasil mengungguli empat nomine lain pada bidangnya masing-masing. Berdasarkan juknis yang dikeluarkan oleh Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Kemenag RI, penentuan pemenang dilakukan atas akumulasi dari nilai modal (40%), nilai presentasi dan wawancara (50%), keterampilan bahasa Arab/Inggris (5%), serta karya kreatif-inovatif (5%).

Untuk menjadi lima besar pada level nasional, para nomine terlebih dahulu berkompetisi di provinsinya masing-masing. Setelah didaptakan pemenang pada masing-masing provinsi, dilakukan pemeringkatan untuk dicari lima nomine maju pada level nasional ini. (sab)

11/16/2017

Pemenang AMI Awards 2017 diumumkan nanti malam


ABASRIN.com--Anuegarh Musik Indonesia (AMI Awards) akan kembali digelar malam nanti (16/11). Acara yang akan disiarkan langsung oleh stasiun televisi RCTI itu akan mengumumkan para pemenang AMI Awards 2017 dari lima nomine pada masing-masing kategori.

Siapa saja pemamangnya? Saksikan nanti malam, ya. Berikut daftar lengkap nominenya, untuk masing-masing kategori, adakah jagoan Anda?

Nomine Artis Solo Wanita Pop
  • Agnez Mo – Sebuah Rasa (Single ‘Sebuah Rasa’)
  • Bunga Citra Lestari – Aku Wanita (It’s Me BCL)
  • Isyana Sarasvati – Cinta Pertama (EXPLORE! Special Edition)
  • Rossa – Cinta Dalam Hidupku (A New Chapter)
  • Yura Yunita – Intuisi (Single ‘Intuisi’)
Nomine Artis Solo Pria Pop
  • Afgan – Jalan Terus (Sides)
  • Anji – Bidadari Tak Bersayap (Single ‘Bidadari Tak Bersayap’)
  • Ari Lasso – Dunia Maya (Single ‘Dunia Maya’)
  • Judika – Jadi Aku Sebentar Saja (Judika)
  • Vidi Aldiano – Definisi Bahagia (Persona)
Nomine Duo/Grup Pop
  • Armada – Asal Kau Bahagia (Maju Terus Pantang Mundur)
  • D’MASIV – Dengarlah Sayang (D’MASIV)
  • Geisha – Cinta Itu Kamu (Single ‘Cinta Itu Kamu’)
  • Gigi – Adu Domba (Setia Bersama Menyayangi & Mencintai)
  • Nidj i– Bila Bersamamu (Love,Fake & Friendship)
Nomine Kolaborasi Pop
  • Gamaliel Audrey Cantika & The Overtunes – Senyuman & Harapan (OST. Cek Toko Sebelah – Album EP)
  • HiVi! Feat. Andi Rianto – Siapkah Kau ‘Tuk Jatuh Cinta Lagi’ (Kereta Kencan)
  • Kotak X Anggun – Teka Teki (Long Live Kotak)
  • Melly Goeslaw & Gita Gutawa – Memang Kenapa Bila Aku Perempuan? (Single ‘Memang Kenapa Bila Aku Perempuan?’ OST.Kartini)
  • RAN Feat Kahitna – Salamku Untuk Kekasihmu Yang Baru (RAN)
Nomine Pencipta Lagu Pop
  • Berlari Tanpa Kaki – Mikha Angelo, Reuben Nathanel (Gamaliel Audrey Cantika)
  • Bidadari Tak Bersayap – Ahmad Fredy (Anji)
  • Cinta Pertama – Isyana Sarasvati (Isyana Sarasvati)
  • Intuisi – Yura Yunita (Yura Yunita)
  • Sebuah Rasa – Dewiq, Pay (Agnez Mo)
Nomine Produser/Penata Musik Pop
  • Adu Domba – Gigi (Gigi)
  • Berlari Tanpa Kaki – The Overtunes (Gamaliel Audrey Cantika)
  • Bidadari Tak Bersayap – Ade Govinda, Jeje Govinda (Anji)
  • Cinta Itu Kamu – Geisha (Geisha)
  • Sebuah Rasa – Erwin Gutawa (Agnez Mo)
Nomine Album Pop
  • A New Chapter – Rossa (Yonathan Nugroho/Trinity Optima Production)
  • It’s Me BCL – Bunga Citra Lestari (Aquarius Musikindo)
  • Judika – Judika (Sony Music Entertainment Indonesia)
  • RAN – RAN (Orange Rec)
  • Sides – Afgan (Yonathan Nugroho/Trinity Optima Production)
Nomine Artis Solo Pria/Wanita Rock/Instrumentalia Rock
  • Adrian Adioetomo – Tanah Ilusi (Apaan)
  • Bounty Ramdhan – Tragic (Single ‘Tragic’)
  • Edwin Marshal Syarif – Sore (Single ’Sore’)
  • Ervin Nanzabakri – It’s All About The Rock (Seperti Matahari)
  • Ilham Ansari – Berani Berbagi (Single ’Berani Berbagi’)
Nomine Duo/Grup/Kolaborasi Rock
  • God Bless – Damai (Cermin 7)
  • Gugun Blues Shelter – Hitam Membiru (Hitam Membiru)
  • Saint Loco Feat Iwa K & DJ Tius – Bebas (Single ‘Bebas’)
  • Slank – Palalopeyank (Palalopeyank)
  • The Changcuters – Bentrok Sinyal (Binauralis)
Nomine Album Rock
  • Cermin 7 – God Bless (Ian Antono, Rumah Musik Kita)
  • Hitam Membiru – Gugun Blues Shelter (Gugun Blues Shelter)
  • Long Live Kotak – Kotak (Warner Music Indonesia)
  • Palalopeyank – Slank (JMSI/Slank Record)
  • Titik Nol – Piston (Auliya Akbar)
Nomine Artis Jazz Vokal
  • Aimee Saras, Bonita, Aprilia Apsari – Tiga Dara (Aransemen Ulang Lagu Orisinil Dari Film Tiga Dara)
  • Dwiki Dharmawan Feat Peni Candra Rini – Lir Ilir (Pasar Klewer)
  • Krakatau Reunion – Cermin Hati (Chapter One)
  • Mike Mohede – Kaulah Segalanya (The Unforgettable)
  • Sri Hanuraga Trio Feat Dira Sugandi – Kicir-Kicir (Indonesia Vol 1)
Nomine Instrumentalia Jazz
  • Andi Bayou – Sunrise at Borobudur (Sunrise at Borobudur)
  • Dewa Budjana – Solas PM (Zentuary)
  • Dwiki Dharmawan – Frog Dance (Pasar Klewer)
  • Indra Lesmana Keytar Trio – Jack Swing (About Jack)
  • Indro Hardjodikoro – Always There (Always There)
  • Tohpati Bertiga – Faces (Faces)
Nomine Album Jazz
  • About Jack – Indra Lesmana Keytar Trio (Inline Music, Indra Lesmana & Honhon Lesmana)
  • Always There – Indro Hardjodikoro (Indro Hardjodikoro)
  • Chapter One – Krakatau Reunion (DSS Music)
  • Faces – Tohpati Bertiga (Tohpati)
  • Zentuary – Dewa Budjana (Dewa Budjana, IGN Bagus Wijaya Sentosa)
Nomine Artis Solo Pria/Wanita Soul/R&B/Urban
  • Andien – Belahan Jantungku (Single ‘Belahan Jantungku)
  • Eva Celia – Another You (And So It Begins)
  • Glenn Fredly – Tanda Mata (Single ‘Tanda Mata’)
  • Rendy Pandugo – Silver Rain (Single ‘Silver Rain’)
  • Tulus – Monokrom (Monokrom)
Nomine Artis Grup/Kolaborasi Soul/R&B/Urban
  • Gamaliel Audrey Cantika – Galih & Ratna (OST Galih & Ratna)
  • HiVi! – Merakit Perahu (Kereta Kencan)
  • Krakatau Reunion – Aku Kamu Kita (Chapter One)
  • Raisa & Isyana Sarasvati – Anganku Anganmu (Single ‘Anganku Anganmu’)
  • RAN – Mager (RAN)
Nomine Album Soul/R&B/Urban
  • And So It Begins – Eva Celia (demajors)
  • Independent Pt. 2 – Rinni Wulandari (Dahlia Wijaya/GP Records)
  • Monokrom – Tulus (TulusCo)
  • Nothing Is Real – Teddy Adhitya (TeddyMusic)
  • Senandung Senandika – Maliq & D’Essentials (Organic Records)
Nomine Artis Solo Pria/Wanita Dangdut
  • Dedy Gunawan – Terlarang Hasratku (Single ‘Terlarang Hasratku’)
  • Erie Suzan – Gerimis Melanda Hati (Single ‘Gerimis Melanda Hati’)
  • Lesti – Egois (Single ‘Egois’)
  • Novi Ayla – Hanya Engkau (Single ‘Hanya Engkau’)
  • Weni – Engkaulah Takdirku (Single ‘Engkaulah Takdirku’)
Nomine Artis Solo Wanita Dangdut Kontemporer
  • Ayu Ting Ting – Kamu Kamu Kamu (Kamu Kamu Kamu)
  • Cita Citata – Bahagia Itu Sederhana (Single ‘Bahagia Itu Sederhana’)
  • Dewi Perssik – Indah Pada Waktunya (Semua Karena Cinta)
  • Fitri Carlina – Musim Hujan Musim Kawin (Single ‘Musim Hujan Musim Kawin’)
  • Iis Dahlia – Demi Kamu (Tum Hi Ho) (The Best of Iis Dahlia)
Nomine Artis Solo Pria Dangdut Kontemporer
  • Beniqno – Happy (Single ‘Happy’)
  • Danang – Satu Selamanya (Single ‘Satu Selamanya’)
  • Denias – Tak Percaya Lagi (Single ‘Tak Percaya Lagi’)
  • Ridho Rhoma – Mengapa (Single ‘Mengapa’)
  • Sodiq Monata – Rejeki Kota (Single ‘Rejeki Kota’)
Nomine Artis Duo/Grup/Kolaborasi Dangdut/Dangdut Kontemporer
  • 2 Putri Bahar – Udah Putus Jangan Cemburu (Single ‘Udah Putus Jangan Cemburu’)
  • Delon & Siti Badriah – Cinta Tak Harus Memiliki (Single ‘Cinta Tak Harus Memiliki’)
  • Duo Anggrek – Goyang Nasi Padang (Single ‘Goyang Nasi Padang’)
  • Duo Serigala – Kost Kostan (Single ‘Kost Kostan’)
  • Julia Perez Feat D’Perez – Ku Dapat Dari Emak (The Best of Julia Perez)
Nomine Pencipta Lagu Dangdut/Dangdut Kontemporer
  • Bahagia Itu Sederhana – Tjahjadi Djajanata / Ishak (Cita Citata)
  • Engkaulah Takdirku – Adibal Sahrul (Weni)
  • Gerimis Melanda Hati – Adibal Sahrul (Erie Suzan)
  • Happy – Adibal Sahrul (Beniqno)
  • Indah Pada Waktunya – Dommy Allen (Dewi Perssik)
Nomine Produser/Penata Musik Dangdut/Dangdut Kontemporer
  • Bahagia Itu Sederhana – Tjahjadi Djajanata (Cita Citata)
  • Demi Kamu (Tum Hi Ho) – Pri Keyboard (Iis Dahlia)
  • Engkaulah Takdirku – Prikeys (Weni)
  • Goyang Nasi Padang – Donall (Duo Anggrek)
  • Ketemu Mantan – Endang Raes (Siti Badriah)
Nomine Artis Solo Perempuan Anak-Anak
  • Amanda – Bunga Melati (Lagu Ceria Anak Indonesia)
  • Angelique – 1,2,3 Ikuti Irama (Single ‘1,2,3 Ikuti Irama’)
  • Lyodra (Diatas Rata-Rata) – Dear Dream (Single ‘Dear Dream’)
  • Neona – Aduh Neik (Single ‘Aduh Neik’)
  • Ruth Gediana – Kaulah Idolaku (Single ‘Kaulah Idolaku’)
Nomine Artis Solo Laki-Laki Anak-Anak
  • Christo – Anak Indonesia (Single ‘Anak Indonesia’)
  • Jojo – Bunda (Lagu Anak-Anak Terbaik)
  • Rafi Sudirman (Diatas Rata-Rata) – Aku Suka Hari Ini (Musik Anak Terbaik Diatas Rata-Rata)
  • Rian – Kekuatan Cinta (Lagu Anak-Anak Terbaik)
  • Ruri – Untuk Ibu (Satu Bintang) (Lagu Ceria Anak Indonesia)
Nomine Artis Duo/Grup/Grup Vokal/Kolaborasi Anak-Anak
  • Kafin & Rafi Sudirman (Diatas Rata-Rata) – Buka Puasa (Musik Anak Terbaik Diatas Rata-Rata)
  • Olivola & Rafi Sudirman (Diatas Rata-Rata) – Ulang Tahun (Musik Anak Terbaik Diatas Rata-Rata)
  • Purwa Caraka Music Studio Choir – Suka Hati (OST Surat Kecil Untuk Tuhan)
  • Tegar Feat Ryan Chandra – Bila Kau Sahabatku (Single ‘Bila Kau Sahabatku’)
  • Tere, Rian, Melitha, Tiara, Vitara, Andy – Aku Bisa (Lagu Anak-Anak Terbaik)
Nomine Pencipta Lagu Anak-Anak
  • 1,2,3 Ikuti Irama – Arche & Joan Rampengan (Angelique)
  • Aku Suka Hari Ini – Budi Rahardjo (Rafi Sudirman Diatas Rata-Rata)
  • Bila Kau Sahabatku – Deddy Suganda Widjaja (Tegar Feat Ryan Chandra Widjaja)
  • Buka Puasa – Erwin Gutawa & Gita Gutawa (Kafin & Rafi Sudirman Diatas Rata-Rata)
  • Dear Dream – Erwin Gutawa & Gita Gutawa, Ria Leimena (Lyodra Diatas Rata-Rata)
Nomine Produser/Penata Musik Lagu Anak-Anak
  • 1,2,3 Ikuti Irama – Arche Rampengan (Angelique)
  • Aku Bisa – Tito P Soenardi (Tere, Rian, Melitha, Tiara, Vitara, Andy)
  • Aku Suka Hari Ini – Erwin Gutawa (Rafi Sudirman Diatas Rata-Rata)
  • Dear Dream – Erwin Gutawa & Gita Gutawa (Lyodra Diatas Rata-Rata)
  • Selamatkan Lagu Anak – Ariel Nidji, Papa T Bob (#SaveLaguAnak)
Nomine Album Anak-Anak
  • Bandar Udara – Lovely Kids (Micvi Entertainment)
  • Electronic Dance Music For Kids – Alena Gracia (Micvi Entertainment)
  • Lagu Anak Legenda – Calista Amadea (Micvi Entertainment)
  • OST Surat Kecil Untuk Tuhan – Purwa Caraka Music Studio Choir (Falcon Music)
  • Semangat Belajar – Cind3rella (Pamanbelalang Musikindo)
Nomine Karya Produksi Kroncong/Kroncong Kontemporer/Stambul/Langgam
  • Indra Utami Tamsir – Bengawan Solo (IUT Production)
  • Krontjong Toegoe - Kampung Toegoe (Kr. Toegoe/Gema Nada Pertiwi)
  • O.K. Marlubu - Kr. Betapa Indahnya (EDangduty Marlubu)
  • Tetty Supangat - Kidung Surgawi (Gema Nada Pertiwi)
  • Waldjinah - Panglipur Wuyung (Gema Nada Pertiwi)
Nomine Karya Produksi Alternatif/Alternatif Rock/Lintas Bidang
  • Efek Rumah Kaca – Merdeka (Efek Rumah Kaca / Pandai Besi)
  • Elephant Kind – Beat The Ordinary (Frisson Entertainment)
  • Mondo Gascaro – A Deacon’s Summer (Ivy League Music / Mondo Gascaro)
  • Payung Teduh – Akad (demajors)
  • Shaggydog feat Iwa K – Putra Nusantara (Doggyhouse Records)
Nomine Karya Produksi Metal/Hardcore
  • Aftermath - Pay The Dues (Greenland Indonesia)
  • DeadSquad – Pragmatis Sintetis (DeadSquad, Jeff Adriano)
  • Edane – Hail Edan (Musikeras & Locker Media)
  • Godless Symptoms - Kebenaran Harus Lantang Bicara (Musikeras & Locker Media)
  • Roxx – Anthem (Roxx & Putra-Mandalika Pro)
Nomine Karya Produksi Rap/HipHop
  • Adrian Khalif Feat. Dipha Barus - Made in Jakarta (E-Motion Entertainment)
  • Jogja Hip Hop Foundation – Sedulur (Doggyhouse Record)
  • Rayi Putra – Demons (Roopiah Records)
  • RROB Feat. Liquid Silva & Fajar J - Anik-Anik (Warner Music Indonesia)
  • Saykoji, Gamal Gandhi & Della MC – Ngabuburap (2313 Management)
  • Young Lex Feat Gamaliel – Slow (Yonathan Nugroho / PT Trinity Optima Production)
Nomine Karya Produksi Reggae/SKA/Rocksteady
  • Bandung Inikami Orcheska - Matahari Jingga Bandung Utara (Feels Music)
  • Dhyo Haw - Trip Malam Ini (Warner Music Indonesia)
  • DJ wW & Evan Virgan Feat. Ras Muhamad - Trappin'U (Inspire Artistry)
  • Shaggydog - Rock Da Mic (Doggyhouse Records)
  • Tipe-X - Cerita Tahun Lalu (Bahaya Records)
Nomine Karya Produksi Kolaborasi
  • Adrian Khalif Feat. Dipha Barus - Made in Jakarta (E-Motion Entertainment)
  • Dipha Barus Feat. Nadin – All Good (Dipha barus/Pon Your tone)
  • Gamaliel Audrey Cantika & The Overtunes - Senyuman & Harapan (Sony Music Entertainment Indonesia)
  • Kotak X Anggun – Teka Teki (Warner Music Indonesia)
  • Raisa & Isyana Sarasvati - Anganku Anganmu (Sony Music Entertainment Indonesia/Juni Records)
Nomine Karya Produksi Original Soundtrack
  • Gamaliel Audrey Cantika - Berlari Tanpa Kaki (OST Cek Toko Sebelah) (Sony Music Entertainment Indonesia)
  • Isyana Sarasvati - Sekali Lagi (OST Critical Eleven) (Sony Music Entertainment Indonesia)
  • Melly Goeslaw & Gita Gutawa - Memang Kenapa Bila Aku Perempuan? (OST Kartini) (Anto Hoed,PT Aquarius Musikindo)
  • Rossa - Cinta Dalam Hidupku (OST London Love Story 2) (Yonathan Nugroho/PT Trinity Optima Production)
  • Sheryl Sheinafia - Gita Cinta (OST Galih & Ratna) (PT. Musica Studio's)
Nomine Karya Produksi Grup Vokal
  • Gamaliel Audrey Cantika - Berlari Tanpa Kaki (Sony Music Entertainment Indonesia)
  • JKT48 – JKT Festival (DMGI, Hits Records)
  • Purwa Caraka Music Studio Choir – Suka Hati (Falcon Music)
  • Trisouls - Senyummu Hanya Untukku (Warner Music Indonesia)
Nomine Karya Produksi Lagu Berbahasa Daerah
  • Ganti Ramon & Mira DJ – Kariang Lautan (Minang Records)
  • Gitara King's Trio – Anak Medan (RPM)
  • Jogja Hip Hop Foundation – Sedulur (Doggyhouse Record)
  • Waldjinah Feat. Asti Dewi Christianna – Kembang Kacang (Gema Nada Pertiwi)
  • Zaskia Gotik - Ora Ndueni (Nagaswara)
Nomine Karya Produksi Lagu Berlirik Spiritual Islami
  • Fatin - Ketika Tangan dan Kaki Bekata (Sony Music Entertainment Indonesia)
  • Haddad Alwi & Shifa Feat. Fadly - Demi Sang Nabi (Haddad Alwi/Adam Supargo/PT Sugi Surya Gemilang/My Music Records)
  • Opick - Allah Bersamamu (Forte Record)
  • Slank – D.O.A (Slank Record)
  • Wali - Salam 5 Waktu (New Version) (Nagaswara)
Nomine Karya Produksi Lagu Berlirik Spiritual Nasrani
  • Amelia Ong - Have Yourself A Merry Little Christmas (Amelia Ong)
  • Angel Pieters - Kunyanyi Haleluya (Impact Music)
  • Franky Kuncoro Feat. Sidney Mohede - Kemenangan Terjadi Disini/Engkau Raja (Media Rajawali Indonesia)
  • Gisel - Indah Pada Waktunya (Jeffery Djajasaputra & Anadi Moetama)
  • Joy & Jelita Tobing - Mery's Boy Child - O Come, All Ye Faithfull (Aldana Tarigan, Joy Records)
Nomine Karya Produksi Instrumentalia
  • Dewa Budjana – Solas PM (Dewa Budjana, IGN Bagus Wijaya Sentosa)
  • Dwiki Dharmawan – Frog Dance (Leonardo P & Dwiki Dharmawan)
  • Gerald Situmorang - Familiar Song (Gesit Record)
  • Indra Lesmana Keytar Trio – Jack Swing (Inline Music, Indra & Honhon Lesmana)
  • Indro Hardjodikoro – Always There (Indro Hardjodikoro)
Nomine Karya Produksi Dance/Electronic
  • Andre Dunant Feat. Nadhira - Never Let You Go (Inspire Artistry)
  • Cindy Bernadette Feat. DJ Evan Virgan - Can't Get Enough (Libraries Music)
  • Dipha Barus Feat. Nadin - All Good (Dipha barus/Pon Your tone)
  • Indah Nevertari – PHP (Warner Music Indonesia)
  • Soundwave - Kisah Kita (Dahlia Wijaya / GP Records)
Nomine Karya Produksi Folk/Country/Balada
  • Adhitia Sofyan – Seniman (Adhitia Sofyan/Quiet Down Records)
  • Armand Maulana – Sebelah Mata (Yonathan Nugroho/PT Trinity Optima Production)
  • Bonita & the Hus Band - Satu hari Sebelum Esok (rumahbonita)
  • Endah N Rhesa – Ruang Bahagia (Endah N Rhesa / Reiproject Music)
  • Jason Ranti - Bahaya Komunis (Jason Ranti)
  • Oppie & Suara Anak Bumi – Orangutan (Pertamina Persero,Oppie Andaresta,Suara Anak Bumi)
Nomine Karya Produksi Rock Progressive
  • Imanissimo - Impromptu Visits (Fasty Records)
  • Levty Progre - Great Universe (Levty Progre Pro)
  • Montecristo – A Deep Sleep (Eric Martoyo/demajors)
  • Montecristo – Nanggroe (Eric Martoyo/demajors)
  • Van Java – Lonely (Van Java)
Nomine Produser Album Rekaman
  • Dahlia Wijaya / GP Records - Independent Pt. 2 (Rinni Wulandari)
  • Demajors - Aransemen Ulang Lagu Orisinil Dari Film Tiga Dara (Various Artist)
  • Ian antono,Rumah Musik Kita - Cermin 7 (God Bless)
  • Sony Music Entertainment Indonesia - OST. Cek Toko Sebelah (Album EP) (Gamaliel Audrey Cantika & The Overtunes)
  • TulusCo – Monokrom (Tulus)
Nomine Perancang Grafis
  • Forbidden Knowledge – Wok The Rock/Adrian Gufi (Eross Candra)
  • No Regret – Noviar Rahmat (Brigade07)
  • Putra Nusantara – Agan Harahap (Shaggydog)
  • Senandung Senandika – Abenk Alter (Maliq & D’Essentials)
  • Tyranation – Gilang (DeadSquad)
Nomine Tim Produksi Suara
  • Cinta Dalam Hidupku - Ari 'Aru' Renaldi / Anggi Anggoro (Rossa)
  • Damai - Stephan Santoso (God Bless)
  • Dunia Maya – Rudra (Ari Lasso)
  • Ku Dengannya Kau Dengan Dia - Eko Sulistiyo / Jeremiah Simanjuntak (Afgan)
  • Monokrom - Ari 'Aru' Renaldi / Rudy Zulkarnaen (Tulus)
Nomine Pendatang Baru Terbaik Terbaik
  • Adrian Khalif - Made in Jakarta (Single - Made in Jakarta)
  • Elephant Kind - Beat The Ordinary (City J)
  • Gloria Jessica - Dia Tak Cinta Kamu (Single - Dia Tak Cinta Kamu)
  • Jordy Waelauruw - With You (Single - With You)
  • Teddy Adhitya - In Your Wonderland (Nothing is Real)
  • Vira Talisa - Walking Back Home (Single - Walking Back Home)
Nomine Album Terbaik Terbaik
  • A New Chapter – Rossa (Yonathan Nugroho/Trinity Optima Production)
  • It's Me BCL – Bunga Citra Lestari (Aquarius Musikindo)
  • Monokrom – Tulus (TulusCo)
  • Senandung Senandika – Maliq & D’Essentials (Organic Records)
  • Sides – Afgan (Yonathan Nugroho/Trinity Optima Production)
Nomine Karya Produksi Terbaik Terbaik
  • Bunga Citra Lestari – Aku Wanita (It’s Me BCL)
  • Dipha Barus Feat. Nadin – All Good (Dipha Barus/Pon Your Tone)
  • Gamaliel Audrey Cantika & The Overtunes - Senyuman & Harapan (Sony Music Entertainment Indonesia)
  • Raisa & Isyana Sarasvati - Anganku Anganmu (Sony Music Entertainment Indonesia/Juni Records)
  • Tulus – Monokrom (TulusCo)

10/25/2017

Ini dia tiga pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa 2017


DEWAN juri perhelatan Kusala Sastra Khatulistiwa 2017 telah menentukan tiga karya pememang untuk tiga kategori. Ketiga karya tersebut adalah sebagai berikut.
  1. Pemenang Kategori Prosa
    Dawuk, Kisah Kelabu dari Rumbuk Randu karya Mahfud Ikhwan
  2. Pemenang Kategori Puisi
    Di Ampenan, Apa Lagi yang Kau Cari? karya Kiki Sulistyo
  3. Pemenang Kategori Karya Perdana atau Kedua
    Lengking Burung Kasuari karya Nunuk W. Kusmiana
Karya-karya tersebut berhasil mengungguli sembilan nomine yang lain. Berikut daftar lengkap nomine Kusala Sastra Khatulistiwa 2017.

A. Kategori Fiksi
  1. Pagi yang Miring Ke Kanan karya Afrizal Malna
  2. Tanah Surga Merah karya Arafat Nur
  3. Pingkan Melipat Jarak karya Sapardi D.Damono
  4. Saya Tidak Boleh Berbicara Sejak Bayi Demi Kebaikan-Kebaikan karya Edi A.H Iyubenu
  5. Calabai: Perempuan Dalam Tubuh Lelaki karya Pepi Al-Bayqunie
  6. Cerita Tentang Tuan Kecil dan (Sedikit) Tentang Tuan Besar karya Wendoko
  7. Bakat Menggonggong karya Dea Anugrah
  8. Lengking Burung Kasuari karya Nunuk Y. Kusminana
  9. Telembuk, Dangdut dan Kisah Cinta Yang Keparat karya Kedung Darma Romansa
  10. Dawuk: Kisah Kelabu dari Rumbuk Randu karya Mahfud Ikwan
B. Kategori Puisi
  1. Ludruk Kedua karya Dadang Ali Murtono
  2. Badrul Mustofa karya Heru Joni Putra
  3. Di Ampenan Apa Lagi Yang Kau Cari karya Kiki Sulistiyo
  4. Blitar di Pintu Samar karya W. Haryanto
  5. Bekal Kunjungan karya Nermi Silaban
  6. Kota, Kita, Malam karya Isbedi Setiawan Z
  7. Tamasya Cikaracak karya Toni Lesmana
  8. Penyair Revolusioner karya Deddy Arsyadi
  9. Lelaki dan Tangkai Sapu karya Iyut Fitrah
  10. Rahasia Dapur Bahagia karya Hasta Indriyana
C. Kategori Tambahan Tahun ini: Karya Perdana dan Kedua
  1. Seikat Kisah Tentang yang Bohong karya Berto Tukan
  2. Rumbalara Perjalanan karya Bernando J. Sujipto
  3. Resep Membuat Jagat Raya karya Abinaya Ghina Jamela
  4. Bekal Kunjungan karya Nermi Silaban
  5. Pertanyaan-pertanyaan tentang Dunia karya Mutia Sukma
  6. Pledoi Malin Kundang karya Indrian Koto
  7. Lengking Burung Kasuari karya Nunuk Y. Kusmiana
  8. Api Kata karya Kim Ghozali AM
  9. Badrul Mustofa karya Heru Joni Putra
  10. Kartu Pos dari Banda Neira karya Zulfikli Songyanan