Showing posts with label DI YOGYAKARTA. Show all posts
Showing posts with label DI YOGYAKARTA. Show all posts

2/27/2020

Kankemenag Bantul raih penghargaan layanan terbaik

Buchori Muslim (tiga dari kiri) terima penghargaan dari BDK Semarang (27/2). 

Solo, Abasrin.com--Kankemenag Kabupaten Bantul raih penghargaan sebagai Kakemenag dengan Pelayanan Terbaik. Penghargaan tersebut diberikan Balai Diklat Keagamaan Semarang sebagai wujud apresiasi atas prestasi kinerja yang telah dilakukan selama 2019. Penghargaan diserahkan kepada Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bantul, Drs. H. Buchori Muslim, M.Pd.I., oleh Kepala Balai Diklat Keagamaan Semarang, H. Ibnu Hasyir, S.Pd. M.M., dalam acara Rapat Koordinasi Kediklatan Tahun 2020 yang digelar di Novotel Solo, Kamis (27/2).

Dihubungi secara terpisah,  Buchori Muslim menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan kejutan luar biasa atas kerja keras kemenag Kabupaten Bantul.

"Sebelumnya kami tidak mengetahui kalau akan ada penghargaan dari Balai Diklat. Alhamdulillah, mohon doa dan dukungannya untuk Kankemenag Kabupaten Bantul," ujar pria yang murah senyum tersebut.

Selain penghargaan pelayanan terbaik, Balai Diklat Keagamaan Semarang juga memberikan penghargaan Sinergi Terbaik, Prestasi Terbanyak, Kontribusi Terbanyak, dan Admin Teresponsif. Berturut-turut kantor kemenag yang mendapat penghargaan tersebut adalah Kankemenag Pekalongan, Kankemenag Batang, Kankemenag Magelang, dan Kankemenag Kebumen.

Tampak hadir dalam acara tersebut Kabag TU dan Kasubag Ortala Jateng, Kabag TU dan Kasubag Ortala DIY, Kabag Kepegawaian UIN Suka, UIN Walisongo, IAIN Surakarta, IAIN Salatiga, IAIN Purwokerto, IAIN Wonogiri, Kepala Balitbang Agama Semarang, widya iswara dan pejabat Baldik Semarang,  seluruh Kepala Kankemenag DIY dan Jateng, serta alumni  peserta diklat. (sis)

1/17/2019

Prof. Dr. Margana, M.Hum, M.A., sekolah Ma'arif perlu maksimalkan pemanfaatan IT dan laksanakan prinsif 4IS

Prof. Dr. Margana, M.Hum., M.A. (tengah).

ABASRIN ONLINE--Kepala sekolah di lingkungan Ma'arif NU DI Yogyakarta perlu merespons perkembangan saat ini, khususnya terkait keberadaan teknologi informasi dan komunikasi. Demikian disampaikan Pembina LP Ma'arif NU DI Yogyakarta, Prof. Dr. Margana, M.Hum., M.A. saat memberikan sambutannya pada Pembukaan Presentasi Laporan dan Program Kerja Kepala Sekolah serta Pembukaan Diklat Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah di Lingkungan LP Ma'arif NU DI Yogyakarta, Senin (14/1).

Terkait permanfaatan teknologi tersebut, hal yang perlu diperhatikan kepala sekolah adalah persoalan Big Data, pemanfaatan IoT, kolaborasi, digitalisasi dokumen, dan pengembangan cyberschool. Big Data merupakan himpunan data atau data set dalam jumlah yang sangat besar, rumit, dan tak terstruktur. Dari data ini, sekolah bisa melakukan analisis untuk menunjang perumusan kebijakan atau solusi bagi perkembangan lembaga.


Perkembangan zaman sekarang menghadirkan berbagai piranti wireless yang bisa dikendalikan secara otomatis untuk berbagai kepentingan. Hal ini akan sangat memudahkan kerja siapapun, termasuk memudahkan kerja para pengelola lembaga pendidikan di lingkungan Ma'arif.

Lebih lanjut, Prof. Margana menyampaikan, saat ini di mana persaingan semakin ketat, sekolah juga dituntut harus bisa menjual dirinya. Untuk itu, sekolah perlu memiliki keunggulan dan keunggulan inilah yang nanti bisa ditawarkan kepada masyarakat. Dalam rangka menghadirkan keunggulan, sekolah tidak bisa sendiri, perlu dikaji peluang untuk berkolaborasi dengan sekolah-sekolah lain.

Terkait perkembangan teknologi ini, Wakil Rektor I UNY itu juga mengingatkan agar sekolah melakukan digitalisasi dokumen.

Hal yang tidak kalah penting dari itu semua, adalah pengembangan cyberschool. Sekolah-sekolah Ma'arif perlu saling terhubung. Sekolah-sekolah Ma'arif juga dapat mengembangkan pembelajaran virtual sehingga bisa diakses oleh para siswa secara langsung tanpa batasan waktu dan jarak.

Pada kesempatan itu, Guru Besar Fakultas Bahasa dan Seni UNY itu juga menyarankan para kepala sekolah menerapkan prinsip 4IS, yaitu ibadah, iklhas, istikhomah, insentif, dan surga. Kepala sekolah hendaknya meniatkan pekerjaannya sebagai ibadah. Jika telah meniatkan diri untuk beribadah, secara otomatis perlu diikuti dengan rasa ikhlas. Setelah bisa ikhlas, kepala sekolah dituntut istikhomah menjalankan perannya. Setelah itu semua dijalankan, berikutnya baru mendapatkan insentif dalam berbagai bentuk. Puncak dari semua hal tersebut adalah mendapatkan surga.

Pembukaan Presentasi Kepala Sekolah dan Pembukaan Diklat Subtansi Calon Kepala Sekolah tersebut dilangsungkan di Ruang Sidang Utama PPs Baru UNY Lantai 7. Hadir pada kesempatan itu Prof. Dr. Sugiyono, M.Pd., Dr. Arief Rohman, Sukarja,  M.Pd., Dr. Tadkiroatun Musfiroh, beberapa pengurus lain, dan para kepala dan bakal calon kepala sekolah.

Dalam sambutannya, Prof. Sugiyono menyampaikan, dalam menjalankan perannya, kepala sekolah perlu menjalankan fungsi detektor, asesor, efektor, serta melakukan evaluasi program sekolah. Kegiatan yang berlangsung hari itu merupakan bentuk evaluasi berupa kerja sama dengan instansi lain. Evaluasi dengan model kerja sama ini menurut Kaprodi S2 dan S3 Manajemen Pendidikan UNY itu dianggap dapat memberikan peningkatan yang cukup signifikan bagi perkembangan sekolah. (maarifnudiy.or.id)

10/16/2017

Tim Sleman Borong Piala Cerdas Cermat Aswaja Hari Santri 2017 Tingkat DI Yogyakarta

Pengumuman pemenang CCA Hari Santri DIY 2017
Yogyakarta, Abasrin.com–Kabupaten Sleman menjadi juara umum Cerdas Cermat Aswaja (CCA) yang diselenggarakan Panitia Peringatan Hari Santri DI Yogyakarta, Minggu (15/10). Dari lima kategori yang digelar, perwakilan Sleman menang empat kategori.

Hal demikian disampaikan Ketua Panitia Pelaksana CCA dari PW Ma’arif DIY, Nurliadin. Lebih lanjut, Wakil Sekretaris PW Ma’arif DIY itu mengungkapkan, Sleman juara di kategori SLTA Putra, SLTA Putri, SLTP Putri, dan SD. Sementara itu, kategori SLTP Putra dimenangkan oleh tim dari Gunungkidul.

CCA SLTA Putra dimenangkan oleh tim SMK Diponegoro Depok dengan anggota Cohirul Muna, Abidun, dan Yoga Ananda Aulia. CCA SLTA Putri dimenangkan oleh tim SMK Diponegoro Depok dengan anggota Hani’am Mariah , Laily Nurul Syifa, dan Yessi Lusyana Safitri. CCA SLTP Putra dimenangkan oleh tim Ponpes Darul Qur’an Wal Irsyad dengan anggota Ishmet Muhibb Muhammad, Azzarkasyi Azka, dan Zada Muhadzdzib Wikardo. SLTP Putri dimenangkan oleh siswa MTs Ma’arif Darussholihin dengan anggota Izzatin Nisa’, Anis Nasta’in, dan Siti Barziah. Sementara itu, CCA SD dimenangkan oleh siswa MI Nurul Huda Sleman dengan anggota Intan Purnama, Maya Muftakhul Jannah, dan Syifa Anifatul Maulida.

Ketua Panitia Hari Santri Nasional DI Yogyakarta, KH. M. Labib, mengemukakan bahwa CCA yang digelar di Universitas NU Yogyakarta itu merupakan rangkaian kegiatan untuk memeriahkan Hari Santri Nasional (HSN) yang puncaknya akan digelar 22 Oktober 2017. Selain untuk kepentingan memeriahkan HSN, menurut Kiai Labib, CCA juga bertujuan untuk menyemangatkan para siswa untuk belajar keaswajaan yang notabene merupakan identitas ke-NU-an seseorang.

Para pemenang lomba CCA mendapatkan berbagai jenis hadiah dari panitia, mulai piala, piagam, hingga uang pembinaan. Untuk piala dan piagam diberikan langsung pada saat pengumuman pemenang. Sementara itu, uang pembinaan akan diberikan panitia pada puncak peringatan Hari Santri 2017. (sab/maarifdiy.com)

9/06/2016

Soeparno: Jurnalis Perlu Baca Sastra

Jayadi S. Adhy menyampaikan materi
pada acara Bimtek Pengelola TIK Kanwil Kemenag DIY (31/8).
Bantul (MTs Negeri Giriloyo)--“Selain harus dong, paham berita, seorang jurnalis perlu membaca karya sastra”.

Pernyataan tersebut disampaikan Soeparno S. Adhy, wartawan senior SKH Kedaulatan Rakyat di Kanwil Kemenag DIY. Dalam acara Bimbingan Pengelola TIK Tahun 2016 , Rabu (31/8), Soeparno menjelaskan bahwa agar komunikatif, wartawan harus menuangkan berita dalam gaya bahasa yang menawan. Untuk itu dibutuhkan latihan terus-menerus serta banyak belajar dari orang lain dengan banyak membaca.

“Biasanya, wartawan yang pandai menghadirkan suasana semacam itu (bahasa komunikatif-red) adalah mereka yang gemar mambaca buku-buku yang bernilai sastra,” imbuh pria penulis antologi puisi Saksi Situasi itu.

Di samping hal tersebut, sebuah berita harus mudah dipahami, yaitu dengan menggunakan kalimat yang sederhana, lancar, dan bahasa yang tidak muluk-muluk. Kendati demikian, tetap harus mengedepankan kejelian penggunaan kata-kata baku.

Hal demikian sejalan dengan apa yang disampaikan Kakanwil Kemenag DIY, Prof. H. Nizar Ali, M.Ag. Dalam sambutannya Kakanwil menyatakan bahwa segala berita atau informasi hendaknya dapat terus dipublikasi. Dengan terus mempublikasikan berita, harapannya masyarakat dapat lebih mengenal madrasah.

Selain Soeparno dan Prof. Nizar, hadir pula Diyah Hayu Rahmitasari, SIP, M.Coms. Perempuan yang kesehariannya menjadi dosen di Program Studi ilmu Komunikasi Universitas Atmajaya ini menyampaikan pentingnya pemanfaatan media sosial. Sifat media sosial yang murah, mudah, cepat, dan efektif dapat dimanfaatkan untuk membangun reputasi sosial sebuah lembaga. Komunikasi dua arah antara lembaga dan masyarakat dapat dibangun dengan respons yang cepat.

“Jika ada pertanyaan, keluhan, apresiasi, sebaiknya lembaga cepat merespons agar reputasinya tetap terjaga,” ujar alumni Edith Cowan University itu.

Acara yang dipandu staf humas Kanwil kemenang DIY, Bramma Aji Putra tersebut berjalan “sersan” alias ‘serius namun santai’. Kendati diwarnai canda, para peserta antusias mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada kedua narasumber. Di akhir acara, para peserta bimtek mendapat tugas menghasilkan produk jurnalistik dari acara yang berlangsung pagi hingga siang hari tersebut. (sis)

8/19/2016

Teliti pemanfaatan APE di RA Ar Raihan, Rufiyati Ambar Ningrum runner-up guru berprestasi Kanwil Kemenag DI Yogyakarta

Rufiyati Ambar Ningrum (kiri) saat mengikuti diklat guru PAUD
di BBLM (14/8)

YOGYAKARTA, Abasrin.com--Mengajar siswa taman kanak-kanak meniscayakan para guru untuk menyiapkan alat permainan edukatif (APE). Memahami peran APE dan berniat meningkatkan kualitas pembelajarannya di RA Ar Raihan, Rufiyati Ambar Ningrum pun meneliti pemanfaatannya di kelas RA Ar Raihan. Hal ini ternyata mengantarkannya menjadi runner-up guru berprestasi Kanwil Kemenag DIY 2016.

"Saya menampilkan beberapa APE, anak-anak pun meresponsnya dengan pertanyaan-pertanyaan, seperti alat apa itu, apa kegunaannya, bagaimana menggunakannya, dan apakah boleh pinjam?" ungkap Rufiyati Ambar Ningrum pasca-menerima pengumuman pemenang Lomba Guru Berprestasi Kanwil Kemenag DIY (19/8).

Masih menurut Ningrum, demikian dia biasa dipanggil, respons anak demikian besar. Hal tersebut dipandangnya sangat menunjuang perkembangan kemampuan berkomunikasi anak.

Uniknya, APE yang digunakan Ningrum berasal dari sampah. Menurutnya, di RA Ar Raihan ada program sedekah sampah di mana tiap Jumat anak-anak membawa sampah ke sekolah. Sebagian dari sampah-sampah tersebut dijadikan Ningrum sebagai APE.

Lomba guru berprestasi Kanwil Kemenag DI Yogyakarta digelar beberapa tahap, mulai kompetisi tingkat kabupaten/kota sampai kompetisi tingkat DI Yogyakarta. Para peserta diharuskan mengumpulkan potofolionya sebagai guru, mengumpulkan hasil penelitian yang pernah dilakukan, serta diharuskan presentasi hasil penelitian terbarunya di depan dewan juri.

"Selain presentasi soal substansi materi, para peserta juga diuji hafalan Alquran serta kemampuan bahasa asingnya. Saya sendiri waktu itu memilih menggunakan bahasa Arab," jelas Ningrum.

Atas posisi yang diraihnya, Ningrum mengaku bangga dan berterima kasih kepada institusi beserta teman-temann yang telah menjadikannya banyak belajar.

"Saya senang dan tentu saja bangga kepada Ar Raihan yang senantiasa membentuk dan menjadikan karya guru-guru menjadi lebih baik," ungkap Ningrum.

"Hal ini tidak terlepas pula dari doa kami, saya dan keluarga besar Ar Raihan," pungkasnya. (sab)

Ini Daftar Guru, Kepala, dan Pengawas Madrasah Berprestasi Kemenag DI Yogyakarta 2016

Para pemenang berfoto bersama Kakanwil Kemenag DI Yogyakarta.
Foto: Humas Kemenag DIY
YOGYAKARTA, Abasrin.com--Proses pemilihan guru, kepala, dan pengawas madrasah berprestasi di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia Kantor Wilayah Yogyakarta telah berakhir. Panitia telah menetapkan para pemang 1, 2, dan 3 untuk masing-masing kategori. Beriktu daftarnya seperti diirilis Kanwil Kemenag DI Yogyakarta pada laman resminya (15/8).
  • Kalimah, S.Ag, MA, Juara 1 Pengawas Madrasah, dari Kankemenag Kabupaten Kulonprogo;
  • Sri Marlina, S.Pd., M.Pd, Juara 1 Guru MA (MA Mualimat Muhammadiyah Yogyakarta);
  • Heni Prilantari, M.Pd, Juara 2 Guru MA (MA Gandekan, Bantul);
  • Anis Wardani, Juara 3 Guru MA (MAN Wates 1 Kulonprogo);
  • H. Abdul Hadi, S.Pd.I, M.Pd.I, Juara 1 Kepala MTs (MTsN Yogyakarta 1);
  • Siti Mahmudati, MA, Juara 2 Kepala MTs (MTsN Galur Kulonprogo);
  • Barokatussholihah, S.Ag,MSI, Juara 1 Guru MTs (MTsN Donomulyo, Kulonprogo);
  • Asih Budiastuti,S.Pd,M.Sc, Juara 2 Guru MTs (MTsN Gondowulung, Bantul);
  • Diah Fakhmawati,SS,M.Pd, Juara 3 Guru MTs (MTs Muallimat Yogyakarta);
  • Ahmad Musyadad, S.Pd.I, MSI, Juara I Kepala MI (MIN Jejeran Bantul);
  • Etik Fadhilah Ihsanti, MSI, Juara 1 Guru MI (MI Maarif Sangon, Kulonprogo);
  • Agus Riyanto, S.Pd.I, Juara 2 Guru MI (MIN Jejeran Bantul);
  • Sri Sulasmi, S.Pd,M.Pd, Juara 1 Kepala RA (RA MAasyitoh Selang, Gunungkidul);
  • Siti Nurakhmaliyah, S.Pd, Juara 2 Kepala RA (RA Jauza Rahma Yogyakarta);
  • Anjar Rokhani, S.Ag, Juara 3 Kepala RA (RA Ar Rahmah Bantul);
  • Luswanti, S.Pd.I, Juara 1 Guru RA (RA Nurul Dzikri Sleman);
  • Rufiyati Ambar Ningrum, S.Sos.I, Juara 2 Guru RA (RA Ar Raihan Bantul);
  • Eni Pusporini, S.Pd.I, Juara 3 Guru RA (RA Masyitoh Selang Gunungkidul).

12/31/2014

Gunakan Powerpoint Siska Yuniati Menangkan Lomba Media Pembelajaran Kemenag DIY


Yogyakarta, Abasrin.com--Siapa yang tidak kenal media presentasi PowerPoint? Program rancangan Microsoft ini telah begitu familier bagi guru di tanah air. Hanya saja, tidak semua guru mengetahui bahwa program ini dapat menyajikan media pembelajaran yang interaktif dan menarik. Inilah yang coba-tunjukkan oleh Siska Yuniati, guru bahasa Indonesia MAU Al Imdad Bantul.

Berbekal ilmu yang didapat dari pelatihan pembuatan media pembelajaran menggunakan PowerPoint yang diselenggarakan Pustekkom Kemdikbud, Siska Yuniati merancang media pembelajarannya sendiri. Guru MAU Al Imdad ini merancang media pembelajaran untuk materi mendengarkan, yaitu menentukan fakta dan opini dari sebuah berita. Media ini kemudian dicobakan dalam kegiatan pembelajaran di kelas dan menunjukkan peran yang positif. Para siswa terlihat antusias menggunakan media ini.

"Para siswa yang sekaligus santri memiliki target yang cukup berat dalam belajarnya. Media ini, selain berfungsi dalam pembelajaran sekaligus merupakan hiburan bagi siswa. Saya berusaha mendesainnya sebaik mungkin agar siswa tertarik. Selain itu, sesuai tuntutan SK-KD, saya juga menghadirkan berita yang saya ambil dari televisi yang juga menimbulkan daya tarik tersendiri bagi siswa. Mereka selama di pondok kan tidak diizinkan menonton televisi. Jadi, sajian audio-visual adalah materi yang sangat dinanti-nantikan siswa," ujar Siska.

Hanya saja, menurut Siska Yuniati, ada keterbatasan dari pemanfaatan media ini. Media yang dirancang interaktif tersebut hanya dapat digunakan secara maksimal jika tiap-tiap siswa menggunakan komputer atau laptop sendiri. Oleh karena katerbatasan peralatan, Siska  menggunakan proyektor sehingga siswa hanya dapat menonton. Dengan begitu nilai keinteraktifannya berkurang.

Walaupun begitu, Siska Yuniati cukup puas dengan respons para siswanya. Terlebih lagi, media yang dirancangnya tersebut menjadi finalis lomba pembuatan media pembelajaran yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kanwil Yogyakarta. Setelah mempertahankan produknya di hadapan dewa juri pada Jumat (29/12/2014) silam, Siska Yuniati pun dinyatakan meraih juara 2. (sab)

12/23/2014

Inilah Pemenang Lomba Pembuatan Media Pembelajaran Tahun 2014 Kemenag DI Yogyakarta


Kementerian Agama Kantor Wilayah DI Yogyakarta menyelenggarakan lomba pembuatan media pembalajaran.  Lomba yang diselenggarakan tingkat Provinsi DI Yogyakarta tersebut dibagi menjadi empat kategori, yaitu kategori guru Raudhatul Atfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah.

Berdasarkan juknis lomba yang diedarkan panitia, disampaikan bahwa lomba dilaksanakan dalam rangka mendukung pengembangan profesi guru berkelanjutan sekaligus menjadi wujud perhatian pemerintah atas guru. Melalui kegiatan ini diharapkan para guru terdorong untuk melakukan inovasi sehingga mutu proses dan hasil pembelajaran dapat lebih meningkat. Lebih spesifik lagi, melalui lomba ini diharapkan dapat menghasilkan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif.

Kegiatan yang digelar dari bulan Oktober hingga Desember 2014 tersebut dilaksanakan melalui beberapa tahap. Tahap pertama, sosialisasi dan pengumpulan media. Para guru yang berminat mengikuti lomba diminta mengumpulkan media pembelajaran yang dihasilkan maksimal tanggal 15 Oktober 2014. Tahap kedia, panitia menyeleksi media yang masuk untuk menentukan tiga finalis. Tahap ketiga, tiga finalis yang telah ditentukan diundang ke Kanwil Kemenag DI Yogyakarta untuk mempresentasikan karyanya di hadapan dewan juri pada 19 Desember 2014.

Untuk jenjang Madrasah Aliyah, media pembelajaran yang menjadi finalis adalah karya Iksan Taufik H. (MA Ibnul Qoyyim Putra Bantul), Siska Yuniati (MAU Al Imdad Bantul), dan Purnomo Basuki (MAN Yogyakarta 1). Ketiganya pada 19 Desember 2014 pukul 13.00 mempresentasikan karyanya di Ruang Rapat VI Kanwil Kemenag DI Yogyakarta. Dari hasil penilaian para juri, peraih juara 1, 2, dan 3 secara berurutan adalah Purnomo Basuki dari MAN Yogyakarta 1, Siska Yuniati dan MAU Al Imdad, dan Iksan Taufik H. dari MA Ibnul Qoyyim Putra Bantul.

Sementara itu, untuk jenjang MTs, pemenangnya antara lain Joko Purwanto dari MTs Negeri Pundong (Juara 1), Nurhasanah Rahmawati dari MTs Negeri Maguwoharjo (Juara 2), dan Puji Lestari dari MTs Negeri Giriloyo (Juara 3). Pemenang jenjang MI adalah Agusriyanto dari MIN Jejeran (Juara 1), Suratiningsih dari MI An Nuur Ngangkrik (Juara 2), dan Kasmad Rifangi dari MI Ma'arif Sendang Kulonprogo (Juara 3). Selanjutnya, untuk jenjang RA dimenangkan oleh Tri Yuni Astuti dari RA Masyithoh Kantongan (Juara 1), Wiji Cahyaningsih dari MA Mashyithoh Segoroyoso (Juara 2), dan Aas Asyifah dari RA Mu'adz bin Jabal 2 (Juara 3).

Seperti yang diungkapkannya kepada Bernas, Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi DI Yogyakarta, Imam Khoiri, berharap kegiatan ini mampu membantu meningkatkan kualitas pendidik para guru madrasah. "Media belajar merupakan hal penting yang harus disiapkan oleh para guru sebagai alat untuk mentransfer ilmu dan pengetahuan bagi para siswa." [SB]