Showing posts with label INTERNASIONAL. Show all posts
Showing posts with label INTERNASIONAL. Show all posts

1/30/2022

Teliti desain majalah dinding digital di MTs 3 Bantul, karya Siska Yuniati dan tim diterbitkan di Atlantis Press



ABASRIN.Com--Majalah dinding adalah salah satu media yang banyak digunakan pada pembelajaran, khususnya pembelajaran bahasa. Melalui majalah dinding ini, para siswa tidak hanya belajar menulis, tetapi juga belajar mendesain agar majalah yang dihasilkan mendapat perhatian dari calon pembaca.


Dalam rangka mendapatkan desain yang efektif tersebut, Siska Yuniati (MTs Negeri 3 Bantul), Mahfud Efendi (MTs Negeri 5 Tulungagung), Dewi Saripah (MTs Al Rohmah Garut ), dan Adib Nur Huda (MTs Negeri 11 Blitar) melakukan penelitian tentang desain majalah dinding. Mengingat masa pandemi dengan tuntutan pembelajaran jarak jauh, desain majalah dinding diarahkan ke bentuk digital yang bisa diakses secara online.


Hasil penelitian Siska Yuniati dan Tim menunjukkan bahwa desain yang dirancang layak untuk digunakan dengan kriteria baik untuk desain, sangat baik untuk isi. Terkait penggunaannya, majalah dinding elektronik tersebut dapat diterima siswa dengan kriteria baik. Untuk mendapatkan kriteria ini, peneliti mendapatkan penilaian dari siswa dan validator desain dan isi. Validator desain dalam penelitian ini adalah praktisi desain komunikasi visual E dan E Media Kreatif, Sabjan Badio. Sementara itu, validator isi adalah Yuni Iswari Dewi (Guru MTs Negeri 9 Bantul).


Hasil penelitian dengan judul “The Use of Electronic Wall Magazine with Graphic Design Application as Learning Media of Literature” kemudian dipresentasikan pada ICMR (International Conference Madrasah Refeform) di Hotel Shangri-la, Surabaya, 5-7 Desember 2021. Kegiatan tersebut didukung oleh Ditjen KSKK Kemenag RI dan Bank Dunia. Setelah dipresentasikan, hasil penelitian diterbitkan dalam bahasa Inggris di Atlantis Press pada 13 Januari 2022.


Penelitian ini merupakan rangkaian kegiatan dari AKMI (Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia). Siska Yuniati dan tim terlibat dalam penulisan soal-soal AKMI. Selain penulis, Siska dan dua peneliti lain merupakan reviewer soal literasi membaca MTs sekaligus diberi kesempatan memonitoring pelaksanaan AKMI di madrasah ibtidaiyah daerah Kalimantan Timur dan Sulawesi Utara.


Sugeng Muhari, selaku kepala MTs Negeri 3 Bantul, mengapresiasi hasil penelitian Siska dan tim. Menurutnya, tradisi ilmiah ini harus terus dipelihara dan ditingkatkan khususnya oleh guru-guru madrasah yang dipimpinnya. (SDR)

9/18/2017

ACT Salurkan bantuan Ar Raihan Bantul untuk Rohingya

Agus Effedi serahkan bantuan melalui perwakilan ACT, Senin (18/9).
BANTUL, Abasrin.com–Yayasan Ar Raihan serahkan bantuan untuk Rohingya, Senin (18/9). Bantuan tersebut disampaikan melalui organisasi Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Hal demikian disampaikan Koordinator BPH Yayasan Ar Raihan, Agus Effendi. Menurut Agus, total bantuan yang diserahkan senilai 44.037.600 rupiah serta dua buah cincin. Jumlah tersebut berasal dari unit-unit yang berada di bawah naungan Yayasan Ar Raihan dengan melibatkan guru, karyawan, siswa, serta para orang tua.

“Bantuan berasal dari unit-unit di bawah naungan Ar Raihan. Bantuan dari SMPIT sejumlah 4.410.500, dari SDIT 16.702.700, dari RA 6.726.700, dari KBIT 3.221.000, dari TPA 732.500, serta dari RTA 12.244.200 dan 2 buah cincin. Jadi, totalnya 44.037.600 ditambah dua cincin,” jelas Agus.

“Bantuan telah kami serahkan ke ACT melalui Bapak Hilman Nugraha, Partnership ACT,” lanjutnya. Penyerahan bantuan dilakukan di Ruang Kepala SDIT Ar Raihan dengan disaksikan seluruh kepala unit.

Agus menyampaikan, penggalangan dana yang dilakukan sebagai wujud empati terhadap tragedi kemanusiaan di Rahine, Myanmar, yang menyebabkan ratusan orang meninggal serta ratusan ribu lainnya mengungsi.

“Para pengungsi itu tentu membutuhkan bahan pokok dan kebutuhan dasar untuk hidup. Untuk itu, sebagai manusia, kita peduli dengan penderitaan mereka, terlebih mereka kaum muslim,” ungkap Agus.

Agus berharap, bantuan yang telah diserahkan dapat turut meringankan penderitaan warga Rohingya. Agus juga menargetkan kegiatan ini dapat menumbuhkan sikap peduli terhadap penderitaan orang lain.

Berdasarkan data Arraihan.org, bantuan Rohingya bukan program kepedulian pertama yang dilakukan Ar Raihan. Sebelunya bersama ACT AR Raihan telah mengirimkan beras ke Somalia, menyelenggarakan Aksi Peduli Palestina, memberi santunan parkir-miskin dan yatim piatu, serta membantu penyaluran hewan kurban. (sab)

5/15/2017

Cara mengatasi virus atau malware Ransomware jenis WannaCRY

Gambar ilsutrasi: teesupport.com
ABASRIN.COM--Dunia internasional sedang dihebohkan oleh virus atau malware Ransomware jenis Wannacry atau Wanna Decryptor. Si Teroris Siber ini melumpuhkan komputer beberapa institusi pemerintah dan swasta. Akibatnya, data-data pada komputer yang terinfeksi datanya terkunci. Nah, untuk membuka kunci ini, si penyebar virus menuntut uang tebusan dalam jumlah tertentu.

Menganitisipasi meluasnya serangan ini, pemerintah Indonesia menyarankan untuk hati-hati menghidupkan komputer pada hari ini, Senin (15/5). Peringatan tersebut dikhususkan kepada komputer yang terkoneksi ke jaringan lokal dan internet. Alasannya, jika ada satu di antara komputer tersebut yang terinfeksi, dikhawatirkan akan menulari komputer-komputer lain.

"Ini kan libur panjang (akhir pekan), beberapa kantor ada yang tutup hingga Senin depan. Takutnya begitu menyalakan PC mereka terinfeksi sehingga (ransomware WannaCry) masuk ke jaringan,” ujar Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Semuel Abrijani Pangarepa, kepada KompasTekno, Sabtu (13/5/2017).

Terkait imbauan ini, Sabjan Badio, praktisi internet dari E & E Media Kreatif mengungkapkan, bahwa kekhawatiran terhadap malware atau virus ini wajar. Kendati demikian, masyarakat tidak perlu berlebihan. Jangan sampai akibat kekhawatiran ini, produktivitas kerja masyarakat menurun. Terkait antisipasi Wannacry ini, Sabjan Badio menawarkan langkah-langkah sebagai solusi.

"Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi gangguan Wannacry, pertama matikan jaringan LAN dan internet ketika menghidupkan komputer." Menurutnya, ini bertujuan, jika ada komputer di jaringan tersebut yang terinfeksi, jangan sampai menulari komputer yang lain.

"Kedua, lakukan backup data sebelum terkoneksi ke internet." Menurut Sabjan, ini penting, Jika tidak bisa menghindari dari infeksi, kita sudah punya data cadangan.

"Ketiga, jika harus terkoneksi ke internet, gunakan akses yang aman. Jika bisa, gunakan akses internet pribadi, jangan dulu menggunakan fasilitas hotspot atau wifi."

"Keempat, hanya mengakses situs-situs terpercaya. Jangan membuka e-mail apalagi attachment e-mail yang tidak dikenal." Hal ini penting menurut Sabjan, penyebaran virus antarnegara lebih banyak terjadi melalui perantara situs dan e-mail jahat.

"Kelima, jika sudah terkoneksi ke internet, jangan lupa update antivirus. Perusahaan antivirus tentu saat ini sedang berjuang mengatasi Wannacry. Jika mereka sudah bisa mengatasi, tentu akan segera merilis updatenya."

"Kelima, update atau perbarui sistem operasi kita. Ini pentingnya menggunakan software original, kita bisa update dengan mudah dan kapan saja. Program jahat sering menyebar dengan memanfaatkan kelemahan pada sistem operasi. Jika sudah diketahui, biasanya pengembang sistem operasi akan otomatis mengatasinya dan merilis updatenya."

"Keenam, jangan lupa pula, untuk hati-hati menggunakan flashdisk." Sabjan mengungkapkan, sering kali pengguna flashdisk tidak mengerti cara mengamankan data-data di flasdisknya, sehingga terkena virus dan ketika digunakan ke komputer orang lain, secara tidak sengaja menyebarkan sebuah virus yang telah diam-diam tertanam di dalamnya.

"Itu adalah langkah sederhana. Pada tingkat para ahli kompter, ada banyak hal yang dapat dilakukan. Namun, menurut saya, para ahli itu tidak perlu khawatir terhadap virus atau malware ini, karena mereka mengerti cara kerjanya dan tahu apa yang harus dilakukan."

Masih menurut Sabjan, ini sebagai pelajaran bagi pengguna teknologi di Indonesia, untuk hati-hati menggunakan perangkatnya.

"Gunakan perangkat untuk produktivitas saja. Jangan buka file-file yang tidak dimengerti, Jangan menerima tawaran, misalnya hadiah undian melalui e-mail, yang kita tidak pernah mengikutinya. Jangan pula klik iklan-iklan menggiurkan yang kita tidak mengerti, Jangan lupa pula, kalau sampai terinfeksi Wannacry dan dimintai tebusan, tidak perlu diberi. Tidak ada jaminan kalau kita sudah mentransfer sejumlah uang data kita akan dibuka," pungkasnya. (sis)

3/16/2016

Hanan al-Hroub, guru terbaik dunia dari Palestina versi Global Teacher Prize

Ekspresi kebahagiaan al-Hroub
setelah namanya disebut
sebagai pemenang oleh Paus Francis (13/3)
Foto: Kamran Jebreili/AP
ABASARIN.com - Hanan al-Hroub akhirnya dinobatkan sebagai guru terbaik dunia versi Global Teacher Prize Varkey Foundation. Penghargaan yang dilakukan di Dubai tersebut diumumkan oleh Paus Francis melalui video pada Minggu (13/3) waktu setempat. Penghargaan sendiri diserahkan oleh pemimpin Dubai, Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum.

"Saya merasa luar biasa dan saya masih tidak percaya bahwa Paus menyebutkan nama saya," kata al-Hroub seperti dikutip melalui The Associated Press. "Untuk seorang Arab, guru Palestina untuk berbicara kepada dunia hari ini dan untuk mencapai puncak tertinggi dalam mengajar bisa menjadi contoh bagi guru di seluruh dunia," katanya lebih lanjut.

Hanan al-Hroub meraih penghargaan setelah berhasil mengungguli sembilan finalis lain yang berasal dari negara-negara berpendidikan maju. Sembilan finalis lain tersebut berasal dari Australia, Finlandia, India, Jepang, Kenya, Pakistan, Inggris, dan dua dari Amerika Serikat.

Kemenangan al-Hroub disinyalir karena perannya dalam mengajarkan karakter kepada anak didiknya yang berada di pusaran kekerasan akibat perang. Hanan al-Hroub mengatakan bahwa ia dibesarkan di sebuah kamp pengungsi Palestina di Bethlehem, di mana kekerasan adalah kejadian biasa. Dia pergi mengajar setelah anak-anaknya menyaksikan penembakan dalam perjalanan pulang dari sekolah. Pengalaman itu mendorongnya untuk berpikir tentang anak-anak yang mengalami trauma dan bagaimana ruang kelas dapat membantu. Dia pun mengembangkan Kami Bermain dan Belajar, sebuah buku yang berfokus pada pentingnya bermain, kepercayaan, rasa hormat, kejujuran, dan literasi.

Hanan al-Hroub mengungkapkan, bahwa dia akan memanfaatkan hadianya untuk memberi beasiswa kepada siswa yang berprestasi dalam rangka mendorong mereka untuk menjadi guru.

Global Teacher Prize adalah sebuah penghargaan internasional yang didirikan dua tahun silam untuk mencari dan memberi penghargaan kepada guru-guru luar biasa di dunia dalam hal inovasi pembelajaran dan mendorong orang lain untuk bergabung dengan profesi guru. Penghargaan ini diberikan oleh Varkey Foundation, sebuah lembaga yang didirikan oleh Sunny Varkey. Sunny Varkey sendiri tercatat telah mendirikan setidaknya 130 sekolah di seluruh dunia.

Pada periode pertama tahun lalu, penghragaan guru terbaik diberikan kepada Nancie Atwell, guru bahasa Inggris dari pedesaan Maine. (sab)

Sumber: washingtonpost.com | globalteacherprize.org

1/31/2016

Butuh 6,9 Miliar Rupiah untuk Membeli Versi Cetak Wikipedia Bahasa Inggris

Michael Mandiberg dan Jonathan Kiritharan, Wikimedia.org
ABASRIN.com ~ Pernahkah Anda membayangkan berapa dana yang harus dikeluarkan untuk membeli Wikpedia bahasa Inggris versi cetak? Jangankan memikirkan biaya pembelian satu setnya, memikirkan pencetakannya sendiri saja mungkin sudah terbayangkan pekerjaan yang hampir mustahil.

Sudah cukup banyak orang yang memiliki ide untuk melakukan pencetakan tersebut tetapi mundur karena tahu bahwa itu pekerjaan yang hampir mustahil. Pekerjaan pencetakan baru berhasil pada tahun 2015 atas inisiatif Michael Mandiberg. Dengan dukungan Yayasan Wikimedia dan Lulu.com, Michael Mandiberg berhasil mencetak 7.473 jilid ensiklopedia yang berasal dari Wikipedia bahasa Inggris per tanggal 7 April 2015.

Editor Wikipedia bahasa Indonesia, Sabjan Badio, menyebutkan bahwa angka tersebut belum termasuk 36 jilid yang berisi 7,5 juta indeks para kontributor dan 91 jilid yang berisi daftar isi. Dengan angka yang sepantastis itu, ternyata keseluruhan jilid tersebut belum memuat daftar referensi dan gambar yang termuat pada edisi virtual.

Masih menurut Sabjan Badio, ensiklopedia yang pencetakannya membutuhkan waktu hingga tiga tahun itu telah dipamerkan di Denny Gallery, New York City, selama musim panas 2015

Lalu, berapa rupiah yang dibutuhkan untuk membeli satu set versi cetak dari Wikipedia bahasa Inggris tersebut? Sabjan Badio menyebutkan angka yang sangat fantastis, lebih-kurang 500 ribu dolar. Jumlah tersebut jika dirupiahkan dengan nilai tukar 13.816 ternyata mencapai 6.908.000.000 rupiah. Bagaimana, tertarik menawar? [sy]