3/12/2022

Adiwiyata MTsN 3 Bantul bukan sekadar gelar


Bantul (MTsN 3 Bantul)--Capaian adiwiyata bukanlah sekadar ingin memperoleh gelar atau penghargaan, melainkan lebih kepada penanaman karakter. Demikian disampaikan Kepala MTsN 3 Bantul, Sugeng Muhari, S. Pd. Si. dalam sambutan rapat koordinasi adiwiyata, Sabtu (12/03) di aula MTsN 3 Bantul.


"Penguatan pendidikan karakter dapat dilakukan melalui keseharian siswa. Misalnya, siswa sadar membuang sampah pada tempatnya, menghemat air ketika wudu, dan lain-lain," jelas Sugeng Muhari. 


"Tingkatan sekolah adiwiyata adalah sekolah adiwiyata kabupaten, sekolah adiwiyata provinsi, sekolah adiwiyata nasional, dan yang tertinggi sekolah adiwiyata mandiri. Saat ini MTsN 3 Bantul tengah bersiap untuk maju di tingkat provinsi," imbuhnya.


Terkait sekolah adiwiyata ini, MTsN 3 Bantul berusaha berbenah sesuai dengan standar komponen adiwiyata tingkat provinsi. Hal yang menjadi perhatian adalah perencanaan, pelaksanaan, serta pemantapan dan evaluasi gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS). Komponen tersebut mempunyai bobot masing-masing, yaitu perencanaan (20%), pelaksanaan (60%), dan pemantapan dan evaluasi (20%). 


Rakor yang dipimpin Ketua Tim Adiwiyata MTsN 3 Bantul, Drs. Sutanto, tersebut diikuti oleh seluruh koordinator devisi sekolah adiwiyata. Kendati digelar usai kegiatan pembelajaran, peserta tetap antusias memberikan ide dan tanggapan program yang telah dan akan berjalan. Harapannya, MTsN 3 Bantul dapat lolos di tingkat provinsi dan menjadi madrasah berkarakter peduli lingkungan. (sis)

2/23/2022

Siska Yuniati: buku apa yang Anda baca hari ini?


Bantul, Abasrin.com--Buku apa yang Anda baca hari ini? Pertanyaan tersebut mengawali pemaparan Siska Yuniati pada webinar "Membumikan Membaca, Menikmati Asyiknya Menulis", Kamis (22/2).


Dalam acara yang digelar MTsN 3 Bantul tersebut, Siska menyampaikan bahwa setidaknya orang beralasan untuk membaca karena membaca adalah perintah agama, ilmu diperoleh dengan cara membaca, dengan banyak membaca hidup menjadi lapang, dan membaca merupakan kebutuhan. Selain itu, orang yang banyak membaca akan banyak belajar. Orang yang banyak belajar akan mengunjungi banyak tempat. 


"Agar tercipta budaya membaca dalam masyarakat, di antaranya memulai dari diri sendiri, membaca hal yang disukai, perlu ada target, dan jadikan membaca sebagai sebuah kebiasaan," ujar guru sekaligus peraih penghargaan internet sehat dari Indonesian ICT Partnership Association tersebut.


Selain Siska, webinar dalam rangka HUT ke 54 MTsN 3 Bantul juga menghadirkan Sutanto, guru penulis dari MTsN 3 Bantul. Dalam kesempatan tersebut, Sutanto menyampaikan pengalamannya selama proses dan capaian menulis yang telah ia lakoni. 


Webinar yang diikuti oleh guru-guru baik dari DIY maupun luar DIY berlangsung meriah. Banyak pertanyaan yang ditujukan kepada kedua narasumber. 


Hadir pada acara tersebut Kasi Dikmad Kemenag Bantul, Ahmad Musyadad. Dalam sambutannya, Musyadad menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya webinar tersebut. Harapannya literasi dapat menjadi budaya.


Kepala MTsN 3 Bantul, Sugeng Muhari, menyampaikan bahwa selama ini minat baca Indonesia rendah. Di antara seribu orang, hanya ada satu orang yang membaca. Dengan kegiatan webinar tersebut harapannya dapat andil dalam peningkatan literasi. (*)

2/15/2022

Siska Yuniati: enam poin yang perlu diingat dalam penyusunan bahan ajar


Bantul, Abasrin.com--Bahan ajar disusun agar pembelajaran lebih menyenangkan dan memudahkan siswa memahami materi. Atas inisiatif tersebut, MGMP Bahasa Arab Kabupaten Kebumen menggelar acara webinar pada Senin, (14/2). 

Didapuk sebagai pembicara adalah Siska Yuniati, Guru MTsN 3 Bantul. Menurut Siska, dalam penyusunan bahan ajar, setidaknya memperhatikan enam hal, yaitu petunjuk belajar, kompetensi, informasi pendukung/materi, latihan, lembar kerja, dan evaluasi.

"Latihan pada bahan ajar digunakan untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi. Lembar kerja digunakan saat pembelajaran berlangsung. Sementara itu, evaluasi difungsikan sebagai instrumen penilaian kompetensi yang ingin dicapai," ungkap Siska. 

Ketua MGMP Bahasa Arab Kabupaten Kebumen, Sarifudin, S. Pd.I, M.Pd. dalam sambutannya menargetkan, setelah mengikuti webinar, peserta akan membuat bahan ajar. 

Acara yang berlangsung pagi hingga siang itu tidak saja dihadiri anggota MGMP Bahasa Arab Kabupaten Kebumen, tetapi juga guru bahasa Arab dari kabupaten lain di Jawa Tengah serta dari Jawa Timur. Peserta antusias memberikan pertanyaan. Para peserta berharap bahan ajar dapat disusun dengan baik dan sesuai target. (nty)

1/30/2022

Teliti desain majalah dinding digital di MTs 3 Bantul, karya Siska Yuniati dan tim diterbitkan di Atlantis Press



ABASRIN.Com--Majalah dinding adalah salah satu media yang banyak digunakan pada pembelajaran, khususnya pembelajaran bahasa. Melalui majalah dinding ini, para siswa tidak hanya belajar menulis, tetapi juga belajar mendesain agar majalah yang dihasilkan mendapat perhatian dari calon pembaca.


Dalam rangka mendapatkan desain yang efektif tersebut, Siska Yuniati (MTs Negeri 3 Bantul), Mahfud Efendi (MTs Negeri 5 Tulungagung), Dewi Saripah (MTs Al Rohmah Garut ), dan Adib Nur Huda (MTs Negeri 11 Blitar) melakukan penelitian tentang desain majalah dinding. Mengingat masa pandemi dengan tuntutan pembelajaran jarak jauh, desain majalah dinding diarahkan ke bentuk digital yang bisa diakses secara online.


Hasil penelitian Siska Yuniati dan Tim menunjukkan bahwa desain yang dirancang layak untuk digunakan dengan kriteria baik untuk desain, sangat baik untuk isi. Terkait penggunaannya, majalah dinding elektronik tersebut dapat diterima siswa dengan kriteria baik. Untuk mendapatkan kriteria ini, peneliti mendapatkan penilaian dari siswa dan validator desain dan isi. Validator desain dalam penelitian ini adalah praktisi desain komunikasi visual E dan E Media Kreatif, Sabjan Badio. Sementara itu, validator isi adalah Yuni Iswari Dewi (Guru MTs Negeri 9 Bantul).


Hasil penelitian dengan judul “The Use of Electronic Wall Magazine with Graphic Design Application as Learning Media of Literature” kemudian dipresentasikan pada ICMR (International Conference Madrasah Refeform) di Hotel Shangri-la, Surabaya, 5-7 Desember 2021. Kegiatan tersebut didukung oleh Ditjen KSKK Kemenag RI dan Bank Dunia. Setelah dipresentasikan, hasil penelitian diterbitkan dalam bahasa Inggris di Atlantis Press pada 13 Januari 2022.


Penelitian ini merupakan rangkaian kegiatan dari AKMI (Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia). Siska Yuniati dan tim terlibat dalam penulisan soal-soal AKMI. Selain penulis, Siska dan dua peneliti lain merupakan reviewer soal literasi membaca MTs sekaligus diberi kesempatan memonitoring pelaksanaan AKMI di madrasah ibtidaiyah daerah Kalimantan Timur dan Sulawesi Utara.


Sugeng Muhari, selaku kepala MTs Negeri 3 Bantul, mengapresiasi hasil penelitian Siska dan tim. Menurutnya, tradisi ilmiah ini harus terus dipelihara dan ditingkatkan khususnya oleh guru-guru madrasah yang dipimpinnya. (SDR)

12/21/2021

Siska Yuniati: soal sulit belum tentu HOTs


Bantul, Abasrin.com–Soal sulit belum tentu HOTs. Demikian disampaikan Siska Yuniati dalam workshop yang diselenggarakan oleh SMP Ma’arif Imogiri, Senin (20/12). Menurut Siska, soal HOTs (High Order Thinking Skills) semestinya mengajak anak untuk berpikir sesuai dengan level soal, apakah itu L1 (menemukan), L2 (memahami), atau L3 (menganalis atau menalar).


Lebih lanjut, Ketua Umum Pergumapi sekaligus guru MTs Negeri 3 Bantul itu mengingatkan, jangan sampai membuat pertanyaan yang keluar dari stimulus. Dengan kata lain, siswa harus terlebih dahulu membaca agar dapat menjawab soal yang disajikan.


Setelah menerima materi, peserta workshop yang merupakan guru-guru SMP Ma’arif Imogiri itu berlatih menulis soal HOTs. Soal-soal yang dibuat kemudian dipresentasikan untuk mendapat masukan dari peserta lain serta narasumber.


Selaku kepala sekolah, Sabjan Badio menyampaikan, bahwa soal–dan tentu saja pembelajaran–HOTs ini semestinya sudah menjadi keseharian. Dengan pembelajaran seperti ini, anak-anak tidak lagi sekadar menghafal, malainkan mulai berpikir kritis dan kontekstual menghadapi persoalan keseharian mereka. Apalagi, menurut Sabjan, sekarang soal-soal yang disusun oleh pemerintah, mulai AKM hingga ASPD, mengarah ke HOTs. (*)

5/17/2021

SMP Ma'arif Imogiri buka pendaftaran siswa baru 2021/2022


Bantul, Abasrin.com--
Tim PPDB SMP Ma'arif Imogiri telah membuka pendaftaran siswa baru untuk tahun pelajaran 2021/2022. Pendaftaran dilakukan secara luring dan daring. Untuk pendaftaran luring, calon pendaftar dapat langsung datang ke SMP Ma'arif Imogiri yang beralamat di Jayan, Kebonagung, Imogiri 55782.

Sementara itu, untuk pendaftaran daring, dapat dilakukan melalui alamat https://ppdb.smpmaarifimogiri.sch.id. Info lebih lanjut tentang pedaftaran ini dapat diakses melalui e-mail ppdb@smpmaarifimogiri.sch.id, Instagram https://instagram.com/smpmaarifimogiri, atau WhatsApp 0896-4656-8595.

Adapun persyaratan untuk mendaftar adalah telah lulus sekolah dasar atau yang sederajat serta mengumpulkan beberapa dokumen. Dokumen-dokumen tersebut meliputi ijazah atau surat keterangan lulus SD sederajat, fotokopi kartu keluarga, serta fotokopi akta lahir. (*)