Showing posts with label PROMOSI SEKOLAH. Show all posts
Showing posts with label PROMOSI SEKOLAH. Show all posts

2/11/2016

Ini Dia 9 Hal yang Dapat Dilakukan untuk Promosi Online Sekolah atau Madrasah

www.keplerotech.com
BANTUL, Abasrin.com - Promosi di media online merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah institusi, termasuk di dalamnya institusi pendidikan. Ada banyak manfaat yang dapat diraih dari sebuah promosi online.

Saat ini, segala sesuatu pasti dihubungkan dengan internet. Kita mencari informasi atas sebuah institusi, biasanya langkah pertama yang dilakukan adalah mencari informasi internet. Akan terasa aneh, jika ada yang mengaku sebagai institusi bonafit ternyata tidak memiliki website atau berita di internet. Terkait dengan hal ini, Kanwil Kemenag DI Yogyakarta pernah menurunkan berita tentang sebuah raudhatul athfal yang mendapat kunjungan belasan raudhatul athfal dari Wonogiri setelah mengamati kiprah sekolah tersebut melalui dunia maya.

Lalu, apa yang dapat dilakukan untuk mempromosikan sekolah melalui media online? Sabjan Badio, seorang praktisi internet dan multimedia dari E dan E Media Kreatif yang berbasis di Prambanan, Jawa Tengah, mengungkapkan bahwa setidaknya ada sembilan hal yang dapat dilakukan sekolah untuk promosi online.

Pertama, menulis berita untuk media massa

Kita dapat mengamati dengan mudah, bahwa tidak semua keluarga di Indonesia, bahkan di kota-kota besar, berlangganan koran atau majalah. Sementara itu, hampir semua keluarga, bahkan individu memiliki yang namanya smartphone, gadget. Dari perhitungan ini saja, kita sudah dapat menilai, mana yang dipandang lebih berpontensi untuk dimanfaatkan?

Media online tidak terbatas space seperti koran. Jumlah berita yang dimuat dalam tempo tertentu sangat ditentukan oleh kebijakan media tersebut. Jika manajemen memutuskan media dapat memuat berita sebanyak-banyaknya, itu artinya berita dapat muncul kapan pun.

Situs Kemenag DIY, dengan berita harian unlimited bagi madrasah di DIY.

Kedua, merancang website sendiri

Hadir di media profit tentu saja harus melalui perjuangan khusus. Rata-rata berita yang disajikan terkait dengan kepentingan bisnis. Jika sebuah berita benilai jual, pihak media akan dengan senang hati menerimanya, melakukan penyuntingan, bahkan melakukan peliputan khusus untuk melengkapi data-data. Sebaliknya, sebaik apapun tulisan yang dikirim, jika tidak bernilai jual, dengan kata lain, tidak berpotensi dibaca, tidak akan dimuat oleh media.

"Untuk itu, sebuah sekolah memerlukan media sendiri, website sendiri. Dengan memiliki media sendiri, sekolah bebas memasukan materi sesuai dengan keinginan," demikian diungkapkan Sabjan Badio.

"Sekarang website murah, kok. Dengan 700-an ribu bisa berlangganan domain dan hosting dengan bandwidth unlimited. Dengan menggunakan Blogspot, sekolah cukup berlangganan domain yang harganya hanya 55 ribu rupiah. Bahkan, baru-baru ini di Jogja ada domain-hosting gratis yang difasilitasi BTKP DI Yogyakarta," lanjutnya.

"Jika sudah memiliki domain dan hositing, sekolah juga bisa menggunakan CMS gratis dari Wordpress, Jomlaa!, Balitbang Kemdikbud, dan lain-lain." tawarnya.

Website SMA 1 Jogja yang menggunakan CMS Balitbang Kemdikbud.

Ketiga, mendaftarkan website ke webmaster Google dan Bing

Website yang telah didaftarkan tersebut biasanya otomatis akan terindeks oleh mesin pencari Google dan Bing. Kendati demikian, akan lebih efektif dan maksimal hasilnya jika pengelola mendaftarkannya melalui program webmaster Google dan Bing.

Keempat, membuat pofil di Wikipedia

Wikipedia adalah situs yang begitu bersahabat dengan Google. Sabjan Badio mengaku bahwa dirinya juga merupakan editor di Wikipedia bahasa Indonesia. Artikel-artikel yang dipublikasikannya, biasanya langsung terindeks oleh Google hanya dalam hitungan detik.

"Artikel-artikel yang saya buat langsung terindeks oleh Google dalam hitungan detik. Oke, mungkin terlalu ekstrem, anggap saja hitungan menit," ujarnya.

"Selain cepat terindeks, artikel-artikel Wikipedia biasanya menempati peringkat atas di halaman Google dan Bing, Coba cek, Susilo Bambang Yudhoyono, Joko Widodo. Tokoh-tokoh tersebut begitu sering diliput media besar, mulai lokal hingga internasional. Tapi, coba lihat, Wikipedia tetap berada di deretan atas! Berita-berita hangat biasanya mengungguli Wikipedia secara temporer, kemudian turun lagi," lanjutnya.

Oleh karena itu, mentor E & E Media Kreatif itu menyarankan untuk menulis halaman Wikipedia. Kendati demikian, Sabjan Badio mengingatkan bahwa aturan di Wikipedia, kita tidak disarankan menulis sendiri profil kita, termasuk lembaga kita, karena akan sangat subjektif.

"Ya, caranya dengan meminta orang lain yang menuliskan," tawarnya.

Seperti kita ketahui, Wikipedia memiliki ratusan ribu penyunting dan editor. Mereka akan meneliti tiap artikel atau media yang dipublikasikan. Jika dipandang tidak layak, tentu saja akan diusulkan untuk dihapus.

"Agar tidak dihapus, sebaiknya penyuting harus mencatumkan referensi dari media kredibel. Jika referensinya cukup, Pengurus Wikipedia jarang, kok, menghapus hartikel sekolah," tegasnya.

Satu hal lagi, menurut Sabjan Badio, entri Wikipedia ini bisa muncul di bagian kanan hasil pencarian Google dalam bentuk fakta ringkas.

Hasil pencarian Google bahasa Indonesia dengan kata kunci "Siska Yuniati'

Kelima, membuat halaman Google+

Google+ atau Google Plus adalah program jejaring sosial yang dikelola oleh raksasa online Google. Di media tersebut, pengguna dapat berbagi banyak hal, mulai status atau tulisan, foto, atau sekadar link. Untuk sekolah, Sabjan Badio menawarkan untuk membuat halaman atau page, bukan account biasa.

Menurutnya, dengan membuat halaman, sekolah dapat menyajikan foto, peta, nomor telepon, website, hingga jam belajar sekaligus. Jika dikelola dengan baik, hasil ini biasanya muncul di bagian kanan hasil pencari Google. Hasil ini bisa terintegrasi dengan profil di Wikipedia.

Agar mendapatkan akses penuh, halaman Google+ perlu diverifikasi. Pengalaman di MTs Negeri Giriloyo, kami melakukan verifikasi melalui media surat. Kode dikirim Google melalui layanan pos dari kantornya di Malaysia. Kode di dalam surat tersebut harus dimasukkan dalam tempo maksimal 30 hari sejak permintaan diajukan. Jika melebihi tenggat, kode tidak akan berlaku dan status verifikasi tidak akan diberikan.

Hasil pencarian dengan kata kunci "mts negeri giriloyo"
di Google Bahasa Indonesia
Keenam, membuat halaman Facebook

Account Facebook? Sudah biasa. Page Facebook, sebagian punya sebagian belum tentunya. Untuk institusi seperti sekolah dan madrasah Sabjan menyarankan menggunakan halaman. Persis seperti "kasus" Google+

"Halaman memiliki kelebihan dibandingkan personal account, yakni bisa menampilkan profil lengkap, alamat, nomor telepon, sampai peta. Selain itu, halaman bisa dikelola oleh tim melalui accoutnya masing-masing. Jika kita menggunakan personal account, nanti tim pengelola harus login semua di account yang sama untuk berbagi informasi di Facebook. Tingkat keamananya lebih rendah," papar Sabjan.

Kemudian, peraih beberapa penghargaan nasional terkait media online ini menyampaikan bahwa di halaman, tiap-tiap anggota tim bisa diberi status beragam, mulai pengurus, penyunting, moderator, pengiklan, hingga analis. Semua peran memiliki akses sendiri-sendiri, akses tertinggi dimiliki oleh pengurus atau administrator.

Menurutnya lagi, sebuah halaman memiliki fasilitas Check In. Kita sering melihat pengguna Facebook check in di bandara. Dengan chek in, teman-teman pengguna akan tahu dia berada di mana. Nah, di sekolah juga bisa check in melalui halaman sekolah melalui account pribadi tanpa harus difasilitasi oleh pengelola laman. Semakin banyak yang Check In, akan menjadikan halaman semakin populer.

Centang verifikasi dan fasilitas Check In di page MTs Negeri Giriloyo.
Sebagaimana Google+, halaman Facebook juga perlu diverifikasi. Halaman terverifikasi akan muncul di peringkat atas pada pencarian Facebook. Selain itu, dengan adanya logo centang abu-abu tanda verifikasi laman organisasi, pengunjung akan dapat membedakan mana laman asli mana yang bukan.

Lebih dari itu, Facebook juga sering mempromosikan sebuah halaman. Bisa jadi, halaman kita muncul di bagian kanan wall pengguna Facebook dan sangat dimungkinkan akan mengundnag mereka untuk me-like-nya.

Ketujuh, membuat porfil di Wikimapia

Media yang satu ini tidak kalah pentingnya. Wikimapia merupakan situs yang dibuat atas inspirasi Wikipedia. Perbedaannya, jika di grup Wikipedia kontennya berupa teks, foto, dan video, di Wikimapia, kontennya hanya peta dengan sedikit deskripsi, seperti Google Maps.

Sekolah atau madrasah bisa menandai lokasi institusinya di Wikimapia. Informasi ini biasanya juga terindeks di mesin pencari Google.

Tampilan Wikimapia MTs Negeri Giriloyo

Kedelapan, membuat profil di jejaring sosial lain

Sabjan Badio mengemukakan bahwa daftar tersebut masih sangat mungkin bertambah. Selain media-media yang telah disebutkan, sekolah juga dapat memanfaatkan Twitter, Instagram, dan YouTube. Ketiga jenis situs tersebut juga sangat bersahabat dengan mesin pencari, khususnya Google.

Kesembilan, mengoptimalkan semua potensi

Nah, ini yang paling penting. Sekolah atau madrasah sesungguhnya memiliki cukup banyak sumber daya, mulai sumber dana sampai sumber daya manusia.

"Untuk bisa aktif ber-online ini, tiap individu di sekolah atau madrasah harus proaktif serta bekerja sama. Salah satu kelebihan media online adalah kecepatan informasi. Jika informasi yang disampaikan terlambat berhari-hari, tentu orang akan menilainya kurang baik," jelas Sabjan.

Sabjan bercerita, di E & E Media Kreatif yang berlokasi di Jawa Tengah, dia mengajar calon praktisi desain komunikasi visual dari seluruh Indonesia. Mereka adalah orang-orang yang akrab dengan smartphone. Ketika ingin berkunjung ke satu tempat, mereka akan membuka smartphone, ketika ingin membeli sesuatu, mereka buka smartphone. Semuanya berjalan cepat dan mudah. Itu adalah cerminan generasi bahkan masyarakat sekarang. Sekolah atau madrasah mau tidak mau harus menyambutnya," tutupnya.

Nah, bagaimana? Tertarik mengikuti saran tersebut? Selamat mencoba!
Siska Yuniati
Guru bahasa Indonesia MTs Negeri Giriloyo, Peraih penghargaan blog dari Indonesian ICT Partnership Association dan dari Badan Bahasa Kemdikbud RI.
 Editor: Abasrin

2/02/2016

Kampanye Online, BPH Yayasan Ar Raihan Bantul Bentuk Tim Cyber

BANTUL, Abasrin.com ~ Teknologi informasi telah berkembang demikian pesat. Saat ini, piranti informasi dan komunikasi yang digunakan manusia telah menjadi gadget seukuran saku celana semata. Menghadapi perkembangan tersebut, Tim BPH Yayasan Ar Raihan Bantul membentuk tim cyber yang bertugas sebagai tim kampanye online Ar Raihan.

Sugeng Sri Lestari, Kepala RA Ar Raihan membenarkan keberadaan tim tersebut. Menurut kepala rintisan raudhatul unggul versi Kemenag DI Yogyakarta tersebut, dirinya telah diminta oleh Koordinator BPH Yayasan Ar Raihan untuk menugaskan satu orang guru untuk bergabung dalam Tim Cyber Yayasan Ar Raihan.

Menurut Sugeng Sri Lestari, dirinya mengutus Rufiyati Ambar Ningrum sebagai anggota Tim Cyber Yayasan Ar Raihan perwakilan dari Raudhatul Athfal Ar Raihan. Menurut Bu Tari, demikian dia biasa dipanggil, di antara tugas tim tersebut adalah mempelajari berbagai jenis media online yang dipandang efektif untuk kampanye lembaga.

"Anggota tim akan belajar berbagai jenis media online, terutama jejaring sosial, yang dipandang efektif sebagai media kampanye. Selain itu, mereka juga akan belajar menulis, belajar memotret, dan editing foto dengan tujuan agar mampu menyajikan konten yang menarik," jelas Bu Tari.

Menurut Bu Tari, tim yang terdiri atas perwakilan dari SMPIT Ar Raihan, SDIT Ar Raihan, RA Ar Raihan, KBIT-TPA Ar Raihan itu akan bekerja profesional. Kendati demikian, menurutnya kerja tim tidak akan sama dengan kerja karyawan yang memang perofesional di bidang tersebut. Berkampanye di media sosial merupakan pekerjaan tambahan disamping pekerjaan utama mendidik para siswa.

"Kami akan mengatur target konten yang akan dipromosikan. Jangan sampai aktivitas kampanye ini melalaikan anggota tim dari kewajiban mengajar," tuturnya. [sb]

1/26/2016

Branding Online, RA Unggulan Ar Raihan Agendakan Tim Cyber

Rapat koordinasi Ar Raihan tentang branding online (25/1).
BANTUL, Abasrin.com ~ Kehadiran teknologi digital, khususnya terkait internet, membuat cara berkomunkasi dan gaya hidup manusia bergeser. Sebelum kehadiran internet, media televisi merupakan saluran tercepat yang dapat diakses manusia. Kini, dengan kehadiran internet, media online tumbuh laksana cendawan di musim hujan, semuanya menawarkan kemudahan dan kecepatan.

Hal tersebut disampaikan Sabjan Badio dalam rapat koordinasi BPH dengan unit-unit di lingkungan Yayasan Ar Raihan Bantul, Senin (25/1) lalu. Pada kesempatan itu, Sabjan menegaskan bahwa promosi dan branding melalui media online telah menjadi keharusan saat ini.

"Berapa banyak di antara kita yang berlangganan koran? Berapa banyak di antara kita yang memiliki cukup waktu menonton televisi? Saya yakin, seiring dengan semakin sibuknya kita, waktu untuk koran dan televisi semakin sedikit," ungkap Sabjan.

"Sekarang saya tanya, berapa dari kita yang tidak memiliki smartphone? Berapa dari kita yang tidak mengakses media sosial? Tentu hanya sedikit, terutama terkait guru, karyawan, dan orang tua di lingkungan Ar Raihan," lanjut praktisi desain komunikasi visual dari E & E Media Kreatif itu.

Sabjan Badio menilai, kendati sibuk, kita selalu menyempatkan diri membuka smartphone karena kemudahan yang ditawarkannya, termasuk kemudahan dalam membawanya, terlebih lagi fitur dan "candu" yang ditimbulkannya. Oleh karena itu sudah saatnya Ar Raihan membentuk dan mengoptimalkan kinerja tim cyber. Keberadaan tim ini, menurutnya, bertanggung jawab atas perancangan konten hingga pemublikasian melalui media sosial secara terprogram.

Pernyataan blogger asal Jogja itu diamini oleh koordinator BPH Yayasan Ar Raihan, Agus Efendi. Mantan ketua Komisi A DPRD Bantul itu menyatakan bahwa sebagian besar masyarakat saat ini akan searching di internet saat membutuhkan informasi tentang sebuah lembaga.

"Beberapa saat lalu, RA Ar Raihan kedatangan tamu yang berasal dari 16 sekolah di Wonogiri. Menariknya, ternyata mereka mengetahui RA Ar Raihan dari internet. Hal itu juga terjadi pada diri kita, informasi apapun yang kita butuhkan, internet selalu menjadi pilihan pertama," papar sosok yang biasa dipanggil Gusef itu.

Sugeng Sri Lestari yang juga hadir pada pertemuan itu menyampaikan bahwa selama ini tim RA Ar Raihan sudah mulai menggunakan media sosial untuk branding lembaga, kendati demikian Kepala RA Ar Raihan itu mengaku timnya masih kesulitan dalam membuat konten yang bagus. Untuk itu, Bu Tari, demikian dia biasa dipanggl, menginginkan adanya pelatihan khusus bagi guru dan karyawan RA Ar Raihan Bantul.

Lebih jauh, Sugeng Sri Lestari mengaku bahwa sesungguhnya dirinya termasuk pribadi yang suka memotret dan dia sudah memulai memanfaatkan hobinya itu untuk branding lembaga. Apalagi, menurutnya, pihak Kemenag DI Yogyakarta telah mengikutkannya pada pelatihan fotografi.

"Saya sudah memulai berusaha mengabadikan setiap momen yang terjadi terkait RA Ar Raihan. Tapi, saya tidak bisa sendiri, saya harus didukung oleh tim yang mengerti fotografi, mampu menulis, dan memiliki pengetahuan yang memadai tentang perkembangan dan pemanfaatan teknologi. Oleh karena itu, tim di unit kami perlu mendapat pendampingan khusus agar lebih siap," ungkapnya.

Terkait konten ini, anggota BPH Ar Raihan, Arif Rahman Hakim menyarankan untuk juga melibatkan para siswa, "Kita bisa melibatkan siswa. Kita memiliki banyak karya siswa dan kita juga bisa mengadakan lomba dan sebagainya, ungkapnya."

Lebih jauh lagi, Arif yang merupakan salah satu pendiri Yayasan Ar Raihan itu menyampaikan keinginannya melibatkan siswa tersebut terkait pemikiran bahwa siswa sendirilah yang paling tahu apa yang menurut mereka menarik.

Sehubungan dengan hal itu, Sugeng Sri Lestari menyampaikan bahwa RA Unggulan Ar Raihan sesungguhnya telah memiliki karya yang dikumpulkan saat kegiatan belajar-mengajar.

"Hampir setiap hari para siswa praktik mewarnai, membuat kerajinan, dan sebagainya. Selain itu, kami juga punya program jumpa tokoh dan studi lapangan yang dikemas dalam acara special day. Semua itu bisa diramu menjadi konten promosi," ungkap Sugeng Sri Lestari.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat SDIT Ar Raihan itu berjalan singkat dengan pekerjaan rumah pengoptimalan tim cyber dalam rangka branding lembaga. (sy)