Berita Internasional

Klik tahutan ini untuk melihat berita internasional terbaru.

Berita Nasional

Klik tahutan ini untuk melihat berita internasional terbaru.

Berita Daerah

Klik tautan ini untuk melihat informasi terbaru yang terjadi di daerah.

Liputan Khusus

Klik tautan ini untuk membaca liputan-liputan khusus dari de Berita.

Lowongan Kerja

Klik tahutan ini untuk memeriksa lowongan kerja yang cocok untuk Anda.

14 Feb 2018

Pergumapi Tantang Guru Madrasah Menulis Sebulan Penuh

YOGYAKARTA, Abasrin.com--Guru-guru madrasah di Indonesia ditantang menulis sebulan penuh. Mereka adalah guru-guru yang tergabung dalam organisasi Perkumpulan Guru Madrasah Penulis atau Pergumapi. Tantangan tersebut digelar dalam rangka launching website baru Pergumapi.

Sebelumnya, organisasi ini bernama Asosiasi Guru Madrasah Penulis Indonesia atau Agumapi. Nama tersebut mengalami penyesuaian ketika didaftarkan ke Kementerian Hukum dan HAM RI menjadi Perkumpulan Guru Madrasah Penulis atau Pergumapi. Demikian disampaikan Siska Yuniati, Ketua Umum Pergumapi.

"Nama Agumapi tidak bisa kami daftarkan, karena di Kemkumham tidak lagi diizinkan kata asosiasi, ikatan, himpunan, dan sejenisnya. Kata yang diizinkan hanyalah perkumpulan dan itu dianggap memiliki kesamaan makna dengan asosiasi, ikatan, himpunan, dan lain-lain.”

Masih menurut Siska, pihaknya sempat memilih nama Perkumpulan Guru Madrasah Penulis Indonesia, tetapi juga tidak diperkenankan. Akhirnya, diputuskan menggunakan nama Perkumpulan Guru Madrasah Penulis yang disingkat Pergumapi.

"Dengan adanya perubahan nama tersebut, secara otomatis, organisasi juga mengubah alamat website, yang sebelumnya www.agumapi.org menjadi www.pergumapi.or.id," ungkap Siska.

Dalam rangka sosialisasi nama webiste baru inilah, pihaknya membuat tantangan bagi anggota. Tantangan itu menurut Siska berlaku bagi seluruh anggota di seluruh Indonesia.

"Kegiatan ini dikoordinasi oleh sekretaris jenderal dan wakilnya dengan melibatkan tim bidang penulisan media massa dan tim humas," lanjut Siska.

Dihubungi terpisah, Sekjen Pergumapi, Ogi Lesmana, mengungkapkan bahwa tantangan tersebut berlaku selama satu bulan penuh, yaitu tanggal 12 Februari hingga 11 Maret 2018. Selama sebulan itu, setiap hari harus ada tulisan yang dipublikasikan.

Masih menurut Ogi, jenis tulisan yang dimasukkan dalam tantangan ini ada delapan jenis yang dibagi berdasarkan hari, yaitu artikel (Senin), esai (Selasa), resensi (Rabu), karya ilmiah (Kamis), info buku karya anggota (Jumat), pusi (Sabtu), Cerpen (Minggu), dan berita (setiap hari).

Untuk berita, doktor lulusan UIN Sunan Gunung Jati itu mengungkapkan, dapat berupa berita internal Pergumapi, bisa pula berita dari madrasah. Khusus berita dari madrasah, harus berita kegiatan terkait literasi. (Rina Harwati)

26 Des 2017

Ma'arif DIY Bantu Sekolah Terdampak Banjir Siklon Cempaka

Dari kiri: Masruhi, S.Ag., Dr. Imam Machali, dan Dr. Muhajir. Foto: Sabjan Badio.
Bantul, Abasrin.com--Tim Ma'arif DIY serahkan bantuan untuk SMP Ma'arif Imogiri, Sabtu (23/12/2017). Bantuan berupa dana untuk pembelian komputer itu diserahkan oleh Dr. Imam Machali, Koordinator Bidang Pendidikan Dasar PW Ma'arif DIY. Pada kesempatan itu imam didampingi oleh Dr. Muhajir (sekretaris LDNU DIY) dan Sabjan Badio (humas PW Ma'arif DIY).

Imam Machali menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian warga NU kepada sekolah-sekolah Ma'arif yang terkena dampak banjir akibat siklon tropis Cempaka. Bantuan berasal dari para donatur perseorangan, sekolah-sekolah Ma'arif, dan lembaga lain yang peduli.

Bantuan diterima langsung oleh Kepala SMP Ma'arif Imogiri, H. Masruhi, S.Ag. di ruangannya. Mewakili institusinya, Masruhi sangat berterima kasih atas perhatian kepada lembaga yang dipimpinnya.

"Saya berterima kasih atas perhatian dari PW Ma'arif DIY ini. Dana yang diberikan akan digunakan untuk mengganti komputer yang rusak. Komputer-komputer itu akan kami gunakan untuk persiapan dan pelaksanaan UNBK di SMP Ma'arif Imogiri," ungkap Masruhi.

Lebih lanjut, Masruhi menyampaikan bahwa karena keterbatasan fasilitas, sekolahnya berencana mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMP Negeri 3 Imogiri. Untuk kepentingan tersebut, komputer-komputer yang ada di SMP Ma'arif Imogiri dibawa ke lokasi. Di lokasi persiapan UNBK itulah komputer-komputer SMP Ma'arif Imogiri terkena banjir.

Selain memberikan bantuan kepada SMP Ma'arif Imogiri, PW Ma'arif DIY juga memberikan bantuan kepada sekolah-sekolah di Kulonprogo dan Gunungkidul.

"Melalui program 'Gerakan Ma'arif untuk Pendidikan', kami memberikan bantuan korban banjir di tiga kabupaten di DIY. Untuk Kulonprogo, sudah diserahkan oleh Sekretaris PW Ma'arif DIY, Dr. Tadkiroatun Musfiroh, beserta tim tanggal 16 Desember lalu. Jumlahnya ada 8 sekolah. Sementara itu, bantuan ke Gunungkidul rencananya akan diberikan langsung oleh Prof. Dr. Sugiyono, Ketua PW Ma'arif DIY. Di Gunungkidul, ada 5 sekolah yang akan dibantu," jelas Imam Machali. (sab/maarifdiy.com)

18 Des 2017

Lima Budaya Kerja Bergema di Pembukaan Gebyar Kerukunan 2017


Yogyakarta, Abasrin.com-Integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab, dan keteladanan bergema memenuhi GOR UNY,  Senin (18/12). Etos kerja yang menjadi semangat aparatur Kemenag dalam mengabdi ini diucapkan dalam pembukaan Gebyar Kerukunan 2017. Dipandu Kasubbag Umum Kanwil Kemenag DIY, Fahrudin MA, peserta kompak mengucapkan 5 Budaya Kerja lengkap dengan gerakannya.

Lima nilai Budaya Kerja tersebut sejatinya merupakan nilai yang hidup dalam setiap ajaran agama. Hal itu disampaikan
Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, saat launching 2014 silam.

Salah satu peserta, Rusmantara, yang juga guru MTs Negeri 5 Bantul mengapresiasi  kegiatan Gebyar Kerukunan 2017.
"Kegiatan cukup meriah dan yang hadir banyak," ujar Rusmanta.

Terkait 5 budaya kerja, Rusmantara pun mampu menyebutkannya dengan tepat. Ia menyatakan bahwa sebagai ASN ia akan berusaha mengamalkan kelima budaya tersebut.

"Ya ... akan berusahan mengamalkan (lima budaya kerja-red), semaksimal mungkin," ungkapnya.

Selain 5 Budaya Kerja, Paduan Suara Pesparawi juga  turut mengisi acara pembukaan. Alunan lagu "Bendera" dibawakan dengan semangat diikuti para peserta yang hadir. Usai persembahan tersebut, gemuruh tepuk tangan dari tribun menambah gelora acara yang tengah berlangsung.

Hadir dalam kesempatan ini Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Wakil Gubernur DIY Sri Paduka Paku Alam X, Kepala Kanwil Kemenag DIY Muhammad Lutfi Hamid dan jajaran serta sedikitnya 8.000 ASN dan PTT Kemenag DIY. (sis)