Berita Internasional

Klik tahutan ini untuk melihat berita internasional terbaru.

Berita Nasional

Klik tahutan ini untuk melihat berita internasional terbaru.

Berita Daerah

Klik tautan ini untuk melihat informasi terbaru yang terjadi di daerah.

Liputan Khusus

Klik tautan ini untuk membaca liputan-liputan khusus dari de Berita.

Lowongan Kerja

Klik tahutan ini untuk memeriksa lowongan kerja yang cocok untuk Anda.

19 Okt 2017

Menulis Novel Teenlit Tak Perlu Berbahasa Alay

Raw Pixel/CNN Indonesia
Jakarta, Abasrin.com -- Menulis novel teenlit (novel remaja) itu tidak harus dengan bahasa alay khas anak remaja sekarang. Novel harus ditulis dalam bahasa Indonesia sesuai ejaan yang berlaku. Jika saat ini yang berlaku EBI, maka itulah yang semestinya digunakan.

Hal tersebut disampaikan Wiwien Wintarto dalam diskusi penulisan novel bersama guru-guru anggota Asosiasi Guru Madrasah Penulis Indonesia (Agumapi), Sabtu (15/10). Pada diskusi online tersebut, Wiwien dipandu Siska Yuniati, Ketua Umum Agumapi.

Kemunculan bahasa-bahasa alay bisa saja terjadi, yaitu pada komunikasi antartokoh, misalnya obrolan, SMS, atau komunikasi lain yang terjalin.

Hanya saja, menurut penulis 22 novel teenlit itu, kehadiran dialog dominan pada novel teenlit. Dengan dominannya dialog, secara otomatis, bisa saja bahasa-bahasa alay itu banyak muncul.

Hal tersulit dapat menulis menurut Wiwien adalah saat memulai. Selain perihal memulai, menentukan tema dan alur juga tidak mudah.

Agar dapat segera memulai, Wiwien menyarankan untuk tidak terbebani oleh ide-ide cemerlang atau luar biasa. Bisa jadi kita melahirkan ide megah nan inspiratif, tetapi jika penulis fokus memikirkan hal itu, tulisannya bisa jadi justru tidak pernah selesai.

Setelah mendapatkan ide, namun masih juga belum bisa memulai, Wiwien menyarankan untuk memulainya dengan hal sepele pada bab awal. Misalnya, tentang adegan seseorang yang bangun, memeriksa ponsel, mandi, menuju meja makan, sarapan bersama sekaligus mengenalkan tokoh-tokoh lain.

Bagian ini hanya mengantarkan saja ke bab-bab lain. Setelah cerita selesai, bab awal ini bisa direvisi atau diganti untuk disesuaikan dengan cerita yang telah dibangun atau untuk disesuaikan bahasanya hingga tampil lebih menarik.

Jadi, menurut Wiwien, bab pertama itu bisa jadi selesai paling akhir. Hal ini berlaku juga dengan judul. Wiwien mengaku, dari novel-novel yang ditulisnya, hanya satu yang judulnya dibuat terlebih dahulu. Rata-rata judul tulisan Wiwien ditentukan paling akhir.

Diskusi yang diikuti anggota Agumapi dari seluruh Indonesia itu berlangsung hangat. Beberapa pertanyaan muncul dari peserta, di antaranya tentang cara menembus penerbit yang diajukan Noor Sofi, guru MTs Negeri 9 Bantul.

Menurut pengalaman Wiwien, menembus penerbit memang bukan persoalan mudah. Kendati demikian, Wiwien menyampaikan dua tips khusus. Pertama, penulis harus menjalin hubungan dengan penerbit. Saat penulis menyelesaikan karyanya, tulisan tersebut dikirim ke relasi yang sudah dikenal.

Hal lain yang dapat dilakukan agar lebih mudah menembus penerbit menurut Wiwien adalah menulis novel-novel yang memang sedang banyak diproduksi oleh penerbit yang akan dibidik. Penerbit membutuhkan naskah yang bisa dijual. Novel standar yang potensi pembaca besar berpeluang lebih banyak diterima dibandingkan novel dengan kualitas tinggi namun target pembacanya sangat kecil. Jadi, untuk persoalan ini, pertanyaannya, apa yang sedang dan/atau laku dijual?

Selain Noor Sofi, beberapa guru lain juga menyampaikan pertanyaan-pertanyaannya. Diskusi berlangsung selama dua jam, dari pukul 17.30 sampai dengan 21.30 WIB. Di penghujung acara, Wiwien menyelipkan kata-kata penyemangat bagi Anggota Agumapi.

Seseorang yang rajin menulis, mentalnya akan sehat. Menulis bagi psikis seseorang ibarat tubuh yang berolahraga fisik. (Sabjan Badio/ded/ded/CNN Indonesia)

16 Okt 2017

Tim Sleman Borong Piala Cerdas Cermat Aswaja Hari Santri 2017 Tingkat DI Yogyakarta

Pengumuman pemenang CCA Hari Santri DIY 2017
Yogyakarta, Abasrin.com–Kabupaten Sleman menjadi juara umum Cerdas Cermat Aswaja (CCA) yang diselenggarakan Panitia Peringatan Hari Santri DI Yogyakarta, Minggu (15/10). Dari lima kategori yang digelar, perwakilan Sleman menang empat kategori.

Hal demikian disampaikan Ketua Panitia Pelaksana CCA dari PW Ma’arif DIY, Nurliadin. Lebih lanjut, Wakil Sekretaris PW Ma’arif DIY itu mengungkapkan, Sleman juara di kategori SLTA Putra, SLTA Putri, SLTP Putri, dan SD. Sementara itu, kategori SLTP Putra dimenangkan oleh tim dari Gunungkidul.

CCA SLTA Putra dimenangkan oleh tim SMK Diponegoro Depok dengan anggota Cohirul Muna, Abidun, dan Yoga Ananda Aulia. CCA SLTA Putri dimenangkan oleh tim SMK Diponegoro Depok dengan anggota Hani’am Mariah , Laily Nurul Syifa, dan Yessi Lusyana Safitri. CCA SLTP Putra dimenangkan oleh tim Ponpes Darul Qur’an Wal Irsyad dengan anggota Ishmet Muhibb Muhammad, Azzarkasyi Azka, dan Zada Muhadzdzib Wikardo. SLTP Putri dimenangkan oleh siswa MTs Ma’arif Darussholihin dengan anggota Izzatin Nisa’, Anis Nasta’in, dan Siti Barziah. Sementara itu, CCA SD dimenangkan oleh siswa MI Nurul Huda Sleman dengan anggota Intan Purnama, Maya Muftakhul Jannah, dan Syifa Anifatul Maulida.

Ketua Panitia Hari Santri Nasional DI Yogyakarta, KH. M. Labib, mengemukakan bahwa CCA yang digelar di Universitas NU Yogyakarta itu merupakan rangkaian kegiatan untuk memeriahkan Hari Santri Nasional (HSN) yang puncaknya akan digelar 22 Oktober 2017. Selain untuk kepentingan memeriahkan HSN, menurut Kiai Labib, CCA juga bertujuan untuk menyemangatkan para siswa untuk belajar keaswajaan yang notabene merupakan identitas ke-NU-an seseorang.

Para pemenang lomba CCA mendapatkan berbagai jenis hadiah dari panitia, mulai piala, piagam, hingga uang pembinaan. Untuk piala dan piagam diberikan langsung pada saat pengumuman pemenang. Sementara itu, uang pembinaan akan diberikan panitia pada puncak peringatan Hari Santri 2017. (sab/maarifdiy.com)

28 Sep 2017

Tiga Puluhan Pick-up Ramaikan Pawai Sambut Tahun Baru 1439 Hijriah

Puliuhan pick-up angkut siswa RA-KBIT-TPA Ar Raihan berpawai (28/9).
Bantul, Abasrin.com--Sejumlah 33 pick-up memenuhi pelataran Masjid Agung Manunggal, Kamis (28/9) pagi. Pick-up berhias itu disiapkan untuk mengangkut siswa-siswi RA-KBIT-TPA Ar Raihan yang berpawai memeriahkan 1 Muharam 1439 Hijriah yang jatuh pada Kamis (21/9) lalu.

Puluhan kendaraan itu kemudian beriringan keluar dari pintu utara Masjid Agung Manunggal, menuju ke timur melewati Swalayan Purnama, ke selatan, Perempatan Bejen ke timur, Perempatan Manding ke selatan, Perempatan Bakulan ke barat, Perempatan Kweden ke utara melewati RA-KBIT-TPA Ar Raihan, Polsek Bantul ke selatan lewat Karanggayam, Perempatan Gardu ke selatan, Palbapang ke barat, pertigaan ke utara, Perempatan Jetak ke timur, Dinas Nakertrans ke utara, Pertigaan Babadan ke timur, dan perjalanan berakhir kembali di Masjid Agung Manunggal.

Koordinator BPH Yayasan Ar Raihan yang terjun langsung dalam penyelenggaraan pawai tersebut, Agus Effendi, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan pawai dalam rangka mengambil spirit Hijriah. Agus berharap, terjadi perbaikan pendidikan, perbaikan diri, serta perbaikan organisasi di Ar Raihan yang dianggapnya sudah baik menuju lebih baik lagi.

Selain itu, menurut Agus, momentum peringatan tahun baru Hijriah diharapkannya dapat meningkatkan ukhuwan serta persatuan antara wali dengan sekolah. Agus mengungkapkan bahwa fasiitas penyelenggaraan pawai seluruhnya disiapkan orang tua. Pihaknya sebatas mengoordinasi dan memberikan apresiasi kepada peserta-peserta yang tambil terbaik selama pelaksanaan pawai.

Senada dengan Agus, Kepala RA Ar Raihan, Sugeng Sri Lestari, mengungkapkan bahwa orang tualah yang menyiapkan pick-up serta bahu-membahu menghiasnya. Tari mengaku terharu dengan keterlibatan dan semangat para orang tua itu.

"Ada yang (wali murid) mencicil membuat (hiasan) di sekolah beberapa hari, ada pula yang lembur di rumah," terang Tari.

Selain orang tua, Sugeng Sri Lestari menilai respons anak-anak juga sangat posotif. Di antaranya bahkan ada yang demikian antusias sampai-sampai menyertai orang tuanya menghias kendaraan yang disiapkan untuk pawai.

Pelaksanaan Pawai yang dilangsungkan pukul 07.15-11.00 WIB itu juga disaksikan Kakankemenag Kabupaten Bantul, Drs. H. Buchori Muslim, M.Pd.I. Dalam sambutannya, Buchori mendukung kegiatan Ar Raihan tersebut. Dirinya berharap madrasah mempunyai kegaitan yang kreatif. Kegiatan Ar Raihan ini menurutnya patut diikuti oleh Raudhatul Athfal lain di Kabupaten Bantul. (sab)