Showing posts with label KELEMBAGAAN. Show all posts
Showing posts with label KELEMBAGAAN. Show all posts

2/18/2016

Kepala SMPIT Ar Raihan Terima SK Pendirian Sekolah dari Dikdas Bantul

BANTUl, Abasrin.com ~ Setelah beroperasi selama tiga tahun dengan berbekal surat izin penyelenggaraan pendidikan dari Dinas Pendidikan Dasar (Dikdas) Kabupaten Bantul, akhirnya SMPIT Ar Raihan menerima SK Pendirian Sekolah dari Kepala Dikdas Bantul. Surat keputusan dengan nomor 260 tahun 2015 itu diserahkan oleh pejabat Dinas Pendidikan Dasar Kabupaten Bantul, Slamat Pamuji, M.Pd. dan Darwatiningsih, S.Si., M.Si., di Kompleks Dikdas Bantul, Rabu (17/2).

Surat Keputusan tentang Pendirian SMPIT Ar Raihan tersebut langsung diterima oleh Kepala SMPIT Ar Raihan Bantul, Early Utami, S.Psi., M.A. Pada kesempatan itu, Early Utami didampingi oleh Ketua BPH Yayasan Ar Raihan, H. Agus Effendi, S.E.

"Alhamdulillah setelah beroperasi selama hampir tiga tahun, SMPIT Ar Raihan mendapatkan Izin Pendirian Sekolah dari Dinas Pendidikan Dasar. Semoga izin pendirian ini akan memperkuat eksistensi SMPIT Ar Raihan di mata publik dan menambah semangat yayasan dan segenap pegawai untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan, ujar Early Utami.

Sebagai informasi, tahun 2016 ini angkatan pertama SMPIT Ar Raihan sudah duduk di kelas IX dan sedang bersiap menghadapi Ujian Nasional yang akan digelar April mendatang. Setelah meluluskan angkatan pertamanya, SMPIT Ar Raihan beksempatan untuk diakreditasi oleh Badan Akreditasi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

SK pendirian tersebut bagi Early merupakan bentuk penghargaan dari Dikdas Bantul untuk SMPIT Ar Raihan. Dengan diterimanya SK pendirian dari Dikdas Bantul, legalitas SMPIT Ar Raihan telah diakui secara penuh oleh pemerintah.

Selain SMPIT Ar Raihan, secara bersamaan Dikdas Bantul juga menyerahkan SK pendirian untuk SDIT Insan Mulia Bambanglipuro, SDIT Insan Cendekia Jetis, SDIT Anak Soleh Sedayu, SDIT ISlam Al-Azhar 38 Bantul, SDIT Bina Anak Islam Krapyak (BAIK), SMPIT Lukman Al Hakim Internasional Banguntapan, dan SMPIT Islam Prestasi Al Mubtadi'in Bantul. (pns)

2/09/2016

MTs Negeri Giriloyo Peringati Harlah Ke-48

BANTUL, Abasrin.com ~ Memperingati hari lahir (harlah) dapat dilakukan dengan banyak cara. MTs Negeri Giriloyo menggelar serangkaian acara untuk memperingati harlahnya. Kegiatan diwarnai dengan pembagian baksos, semaan Alquran, dan pengajian akbar.

Sakawi, B.A, yang didapuk sebagai ketua panitia harlah mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut sebagai wujud syukur kepada Tuhan dan ucapan terima kasih kepada masyarakat. "Peringatan harlah ke-48 ini sebagai wujud syukur keluarga MTs Negeri Giriloyo kepada Allah swt., juga ucapan terima kasih kami kepada masyarakat yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada MTs Negeri Giriloyo," jelas Sakawi.

Madrasah yang lahir pada 31 Januari 1968 itu memulai agenda harlah dengan baksos. Minggu (7/2) siang, sejumlah 200 paket sembako dibagikan kepada masyarakat tidak dan kurang mampu di lingkungan sekitar MTs Negeri Giriloyo.

Usai pembagian sembako, siswa dan guru berjamaah salat Asar dan dilanjutkan dengan semaan Alquran. Pembacaan Alquran dilakukan oleh 7 hafidz/hafidzoh. Ketujuh hafidz/hafidzoh tersebut merupakan pengampu ekstra kurikuler tahfidz di MTs Negeri Giriloyo. Semaan Alquran diakhiri dengan hapalan juz 30 oleh siswa-siswi MTs Negeri Giriloyo.

Puncak acara digelar pukul 21.00 WIB dengan agenda pengajian akbar yang menghadirkan K.H. Ali Mufti dari Purwokerto. Dalam sambutannya, Drs. Surahmanta, Kamad MTs Negeri Giriloyo, menyampaikan bahwa kegiatan harlah salah satu tujuannya untuk menyemangati siswa. " Kegiatan ini (semaan Alquran-red.) untuk menyemangati siswa-siswa untuk menghapal Alquran. Saat ini ada 60 siswa yg mengikuti ekstra tahfidz, selama 8 bulan sudah hapal juz 30."

Lebih lanjut Surahmanta memohon doa restu untuk siswa kelas 9 yang akan menempuh Ujian Nasional. "Kami minta doa dan restu bagi siswa kelas 9 untuk menghadapi Ujian Nasional (UN). Keseratus lima belas siswa tersebut semoga dapat menjadi putra putri yg sholih sholehah, bisa mewujudkan generasi yang unggul dalam imtaq, iptek, dan berwawasan lingkungan."

Pada kesempatan itu pula, Kepala Bidang Kurikulum dan Evaluasi Kanwil Kemenag DIY, Nadif, M.S.I., yang hadir mewakili Kakanwil Kemenag DIY mengatakan bahwa kegiatan harlah bukan sekadar kegiatan seremonial."Harlah tidak hanya acara seremonial, tetapi harlah dijadikan sarana komunikasi dengan wali murid dan masyarakat. Karena tugas madrasah adalah membentuk siswa menjadi sholihi- sholihah, yang itu menjadi tanggung jawab bersama. Selain itu, diharapkan MTs Negeri Giriloyo menjadi madrasah "tujuan". Mudah-mudahaan MTs Negeri Giriloyo tidak hanya menjadi pilihan tetap menjadi tujuan (destinasi)," ungkap Nadif.

Tampak dalam pengajian tersebut Kasi Mapenda Kemenag Bantul, Muspika Kecamatan Imogiri, Lurah Wukirsari, Pengawas Madrasah, Bapak/Ibu mantan kepala dan guru/karyawan MTs Negeri Giriloyo, alumni MTs Negeri Giriloyo, juga wali siswa MTs Negeri Giriloyo. Pengajian ditutup pukul 00.15 dengan doa bersama yang dipimpin K.H. Ahmad Zabidi. (sis)

11/27/2015

Permainan Egrang Bathok Meriahkan Peringatan Hari Guru di SDIT Ar Raihan Bantul

Foto: Puthut
BANTUL ~ Tanggal 25 November merupakan hari istimewa bagi guru Indonesia. Pada tanggal tersebut segenap rakyat Indonesia memperingati hari besar bernama Hari Guru. Tidak seperti biasanya, SDIT Ar Raihan memeriahkannya dengan kegiatan di sekolah.

“Saya sengaja memokuskan kegiatan di sekolah bersama siswa. Pada hari istimewa ini saya tidak ingin menjadi eksluksif, kami justru menyelenggarakan kegiatan bersama seluruh siswa,” ungkap Triadmoko ketika ditemui di SDIT Ar Raihan, Rabu (25/11).

Kepala SDIT Ar Raihan itu menyampaikan bahwa peringatan hari guru diisi upacara dan permainan tradisional. Upacara digelar di lapangan SDIT Ar Raihan Sumberbatikan tepat pukul 07.00 WIB dengan pembina upacara Triadmoko. Selesai upacara, siswa bersama guru pun mengisi acara dengan memainkan dolanan egrang bathok.

“Dengan mengangkat permainan egrang bathok saya berharap siswa lebih mengenal permainan tradisional itu. Saya pandang, dengan bermain egrang, mereka akan berlatih kekuatan dan ketangkasan sekaligus,” jelas Triadmoko.

Hadirnya permainan tradisional egrang di Hari Guru ini sekaligus merupakan kontribusi SDIT Ar Raihan dalam pemanfaatan produk dalam negeri. Bahan egrang menurut Triadmoko berasal dari alam. Hal ini selaras dengan program kerja Yayasan Ar Raihan yang ingin menjadikan semua lembaga yang berada di bawah naungannya peduli lingkungan.

Setelah bermain egrang bersama, siswa Ar Raihan dibagi dua kelompok. Kelompok pertama terdiri atas siswa kelas 1 dan 2. Kelompok ini mengikuti lomba mewarnai. Sementara itu, siswa kelas 3-6 yang tergabung dalam kelompok 2 mengikuti lomba menulis surat untuk guru. Lomba dilaksanakan hingga pukul 10.00 WIB.

“Kami mengikuti lomba mewarnai bersama dengan ditemani guru-guru,” papar Azizah Abasrin. Siswa kelas 1 tersebut mengaku senang karena bisa mewarnai bersama dalam suasana santai dan cerita.

Senada dengan Azizah, Fahmi Alhasani yang duduk di kelas 4 juga mengaku menikmati kompetisi menulis surat untuk guru. Fahmi mengemukakan bahwa dia tidak melakukan persiapan khusus untuk mengikuti lomba.

“Menulis saja, di rumah tidak latihan. Tidak menang tidak apa-apa, yang penting bisa menulis surat untuk guru,” tutur Fahmi. Lebih lanjut Fahmi menyampaikan bahwa di dalam suratnya dia menuliskan rasa bangganya terhadap guru-guru yang menemaninya belajar dari pagi hingga sore.

Dihubungi secara khusus, Ketua Panitia Kegiatan Hari Guru SDIT Ar Raihan, Sri Erdarsih, menuturkan bahwa memang tidak ada target prestesius dari kegiatan itu. Penanggung jawab bidang kesiswaan SDIT Ar Raihan tersebut menyampaikan bahwa tujuan kegiatan adalah memeriahkan Hari Guru dengan acara yang edukatif, penuh keakraban, dan ramah lingkungan. [sb]

11/23/2015

Peringati Hari Guru, Camat Imogiri pembina upacara di MTs Negeri Giriloyo

BANTUL - Tiga budaya yang harus dikembangkan agar menjadi pribadi sukses adalah budaya disiplin, budaya bersih, dan budaya kerja. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Drs. Sigit Subroto ketika menjadi pembina upacara peringatan Hari Guru di MTs Negeri Giriloyo, Senin (23/11). Camat Imogiri itu juga berpesan kepada para siswa agar menjaga kesehatan serta berusaha meningkatkan belajar untuk menghadapi UAS yang segera digelar.

Upacara yang dilaksanakan di halaman MTs Negeri Giriloyo tersebut dibuat berbeda. Selain menghadirkan Camat Imogiri sebagai pembina, petugas upacara seluruhnya berasal dari guru dan karyawan. Kamad MTs Negeri Giriloyo, Drs. Surahmanta, menyampaikan bahwa hal itu dilakukan untuk memberi teladan kepada para siswa.

"Biasanya guru dan karyawan menjadi peserta upacara, namun kali ini mereka yang bertugas. Dengan demikian, diharapkan guru dan karyawan mampu menjadi contoh dalam menjalankan upacara," ujar Surahmanta. Dalam upacara tersebut Surahmanta bertugas memainkan piano mengiringi paduan suara.

Mengenai peran guru dalam menjalankan upacara bendera juga dipandang positif oleh Sudarmi, S.Pd. Guru bahasa Inggris itu menyampaikan bahwa tugasnya menjadi protokol tidak mudah. Kendati demikian, Sudarmi mengaku telah berlatih dan bertugas sebaik mungkin. "Tidak mudah menjadi petugas upacara, harus banyak berlatih, terlebih tampil di hadapan siswa," ungkapnya.

Guru lain, Siti Sholichah, menyampaikan hal yang sama. Wakamad bidang kurikulum itu mengungkapkan, hal yang menjadi tuntutan bagi petugas adalah bagaimana menjadi teladan untuk para siswa. "Menjadi petugas upacara saya kira peristiwa biasa, yang luar biasa itu menjadi petugas di hadapan para siswa. Guru dan karyawan dituntut menjadi teladan," jelas Sholihcah.

Upacara tersebut setidaknya akan memberi kesan kepada siswa bahwa guru dan karyawan juga bisa menjadi petugas upacara. Harapannya, pada hari-hari mendatang mereka akan berjuang lebih maksimal untuk menjadi lebih baik.

"Sebagai siswa bangga ternyata bapak/ibu guru dan karyawan juga bisa menjadi petugas upacara," ungkap Fitria. Lebih lanjut Fitria yakin dia dan teman-teman akan lebih bersemangat.

Pada kesempatan itu, siswa kelas IX A tersebut berharap guru dan karyawan MTs Negeri Giriloyo selalu menjalankan tugas dengan baik. "Saya ingin mengucapkan selamat Hari Guru. Semoga guru dan karyawan MTs Negeri Giriloyo senantiasa dilimpahi kesehatan dan semangat sehingga dapat selalu bekerja dengan maksimal dalam berbakti untuk tanah air," tutup Fitria. (sy)

10/16/2015

Jalan Sehat, Aksi Donor Darah, dan Dolanan Anak Meriakan Peringatan Tahun Baru Hijriah Ar Raihan Bantul

Staf Ahli Bupati Bantul melepas peserta jalan sehat Ar Raihan (14/10).

Ribuan warga Ar Raihan Bantul memadati Lapangan Trirenggo (14/10). Kehadiran siswa, guru dan karyawan, serta orang tua siswa tersebut untuk mengikuti jalan santai dan donor darah Keluarga Besar Ar Raihan dalam rangka memperingati tahun baru 1437 Hijriah. Early Utami mengungkapkan, kegiatan peringatan tahu baru kali ini sengaja dirancang berbeda agar memiliki makna nyata bagi kehidupan.

“Aksi jalan sehat dan donor darah ini memang dimaksudkan agar peringatan tahun baru 1437 Hijriah ini lebih memiliki makna bagi kehidupan,” ungkap Early Utami yang merupakan ketua panitia dalam kegiatan tersebut. “Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahim keluarga besar Yayasan Ar Raihan,” lanjut psikolog lulusan Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada itu.

Tidak hanya itu, panitia juga menyiapkan berbagai permainan tradisional untuk memeriahkan acara sekaligus untuk ambil bagian dalam pelestarian budaya Indonesia. “Peserta yang hadir di sini terdiri atas siswa TPA, KB, SD, hingga SMP di lingkungan Ar Raihan. Agar lebih menarik, kami menyediakan berbagai permainan tradisional untuk mereka,” jelas ibu yang biasa dipanggil Bu Luluk itu.

Masih menurut Early Utami, permainan tradisional yang difasilitasi panitia meliputi ular naga, engklek, yeye, bakiak bathok, cublak-cublak suweng, dakon, sepak sekong, bakiak, benthik, gangsingan, boiboinan, lompat tali, egrang, hingga gobak sodor.

Kegiatan Ar Raihan ini mendapat apresiasi dari Pelaksana Tugas Bupati Bantul, Drs. Sigit Sapto Rahardjo, M.M. Melalui staf ahlinya, Subiyanto Hadi, Sigit Sapto Rahardjo menyampaikan bahwa hadirnya permainan tradisional dalam acara ini merupakan peristiwa unik. Oleh karena itu, Bupati berharap ide tersebut dapat terus diterapkan dan dikembangkan.

“Pemerintah Bantul memiliki perhatian serius atas pelestarian mainan tradisional ini. Pada Bantul Expo 2015 ini, Bantul berhasil mendapat Rekor Muri untuk othok-othok raksasa,” jelas Subiyanto.

Sementara itu, Slamet, S.Ag., M.Si. yang juga menyertai kegiatan menyampaikan bahwa acara jalan sehat itu sekaligus menjadi media konsolidasi Keluarga Besar Yayasan Ar Raihan. “Sejak berdiri tahun 1990-an, kami belum pernah mengumpulkan seluruh guru, karyawan, siswa, dan orang tua seperti ini. Harapan saya, kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi bagi kami. Semoga acara serupa dapat dilangsungkan secara rutin,” papar Slamet yang hadir sebagai Ketua Yayasan Ar Raihan Bantul itu. Selain Bupati dan Ketua Yayasan, panitia juga mengundang Kapolsek Bantul, Camat Bantul, Kepala Kantor Dikmenof Bantul, Kepala Kantor Dikdas Bantul, dan Kakankemenag Bantul.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, panitia mengundang 985 siswa, 135 guru, dan 2000-an orang tua untuk kegiatan itu. Jumlah tersebut belum memperhitungkan peserta tambahan jika ada yang membawa anak yang belum bersekolah dan atau bersekolah di luar Ar Raihan.

Jalan sehat dibuka oleh Subiyanto Hadi tepat pukul tujuh, peserta berangkat dari Lapangan Trirenggo melalui rute Jalan Ir. H. Juanda – Jalan R.A. Kartini – Jalan Wahidin Sudirohusodo – Jalan Laksda Adi Sutjipto – Jalan Ir. H. Juanda, untuk kemudian kembali ke Lapangan Trirenggo.

Untuk aksi donor darah dan pentas dolanan anak, dilangsungkan setelah peserta mengikuti jalan sehat. Donor darah dilakukan di Lapangan Trirenggo dengan menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kabupaten Bantul. [sb]

9/14/2015

Ramaikan Harlah, IPNU-IPPNU Kecamatan Imogiri Gelar Berbagai Lomba

Peserta menunjukkan karyanya.

BANTUL-Puluhan siswa TK-SMP ramaikan kompleks SMP Ma’arif Imogiri Ahad (13/9) kemarin. Kehadiran para pelajar itu dalam rangka mengikuti berbagai lomba yang digelar IPNU-IPPNU Kecamatan Imogiri. Ketua IPNU Kecamatan Imogiri, Agus Widiyatmoko mengemukkan bahwa lomba-lomba tersebut diselenggarakan dalam rangka memeriahkan peringatan Harlah IPNU-IPPNU Kecamatan Imogiri yang jatuh pada tanggal 7 September 2015 lalu.

“Lomba-lomba ini dalam rangka menyemarakkan Harlah IPNU-IPPNU Kecamatan Imogiri. Harapan saya, dengan diadakannya berbagai lomba ini, IPNU-IPPNU ikut berkontribusi dalam mewujudkan generasi cinta Islam Nusantara, generasi yang cerdas, kuat, cekatan, serta siap dalam menghadapi berbagai tantangan globalisasi.” ungkap Agus pasca-acara.

Adapun perlombaan yang diselenggarakan meliputi wudlu, adzan, CCA, dan mewarnai. Panitia mengalokasikan waktu pukul 08.00 sampai dengan 12.00 untuk lomba-lomba yang diikuti oleh hampir seluruh perwakilan TPA, Madin, TK, SD, dan SMP sederajat di Kecamatan Imogiri itu.

Agus Widiyatmoko sangat menghargai anutiasme para peserta sekaligus mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan harlah. “Saya bersyukur acara ini diikuti oleh peserta dari seluruh Kecamatan Imogiri. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak, khususnya kepada para senior yang telah menyumbangkan semangat dan materinya untuk kegiatan ini.” Tutup Agus.

Sementara itu, Kepala SMP Ma’arif Imogiri, Muhammad Sholkhan, menyampaikan dukungannya atas penyelenggaraan lomba di sekolah yang dipimpinnya. “Hakikatnya, SMP Ma’arif Imogiri merupakan rumah bagi IPNU-IPPNU Kecamatan Imogiri. Jadi, pengelola dengan tangan terbuka menerima bahkan mengapresiasi berbagai kegiatan yang diselenggarakan dan melibatkan SMP Ma’arif Imogiri.” ungkapnya.

Menurut panitia, hasil dari perlombaan akan diumumkan pada acara puncak Harlah IPNU-IPPNU Imogiri tanggal 26 September 2015. Kegiatan akan diselenggarakan di Gedung NU Imogiri dengan mengundang para pendiri IPNU-IPNNU Kecamatan Imogiri. [sb]