Showing posts with label SLEMAN. Show all posts
Showing posts with label SLEMAN. Show all posts

11/07/2015

Arifin Junaidi: Harus Bangga Memiliki dan Sekolah di Ma’arif

SLEMAN ~ Secara kuantitas, sekolah Maarif tidak kalah dengan sekolah-sekolah di bawah organisasi lain. Selain tidak kalah secara kuantitas, kualitas lembaga pendidikan Ma’arif pun mampu bersaing.

Hal tersebut disampaikan oleh KH. Dr. Arifin Junaidi pada pembukaan Raker LP Ma’arif DI Yogyakarta di SMK Ma’arif 2 Sleman, Sabtu (7/11). Arifn Junaidi mencontohkan, di Semarang siswa Ma’arif mampu memenangkan OSN tingkat Kabupaten Semarang. Di Kebumen, sekolah Ma’arif ditetapkan sebagai sekolah RSBI sebelum program tersebut dibubarkan.

Oleh karena itu, Ketua Umum Pengurus Besar LP Ma’arif itu meminta warga Ma’arif khususnya dan warga NU secara umum, untuk bangga memiliki dan bersekolah di lingkungan Ma’arif. Selama ini ada persepsi bahwa sekolah Ma’arif kurang maju, padahal tidak demikian. “Warga Ma’arif hendaknya memiliki rasa percaya diri,” imbau Arifin Juanidi.

Senada dengan Airifn Junaidi, Drs. Masharun Ghazalie, M.M. menegaskan bahwa lembaga pendidikan di lingkungan Ma’arif sesungguhnya memiliki keunggulan dalam bidang pendidikan karakter. “Program pendidikan karakter ini telah menjadi program PBNU, LP Ma’arif, dan lembaga-lembaga yang ada di bawahnya. Hal ini juga sejalan dengan semangat Kurikulum 2013 yang tahun 2016 akan diterapkan secara nasional oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia,” papar Masharun.

Untuk itu, Masharun Ghazalie meminta lembaga-lembaga pendidikan di bawah LP Ma’arif DI Yogyakarta bangkit. Selama ini beberapa sekolah telah menunjukkan prestasi dan keunggulannya. Ke depannya, Masharun berharap semua sekolah di lingkungan Ma’arif mampu meningkatkan kualitas diri dan bersaing bahkan unggul dari lembaga-lembaga lain.

Berkenaan keunggulan ini, Ketua PW Ma’arif DI Yogyakarta itu menyatakan terdapat tujuh indikator untuk menjadi sekolah unggul. Ketujuh indikator tersebut adalah (1) berakreditasi A, (2) bersertifikat ISO, (3) memiliki sertifikat sekolah adiwiyata, (4) mengimplementasikan kurikulum terbaru, berkrakter dan budaya pancasila, menjalankan ajaran agama yang dianutnya, (5) berprestasi setiap hari, (6) mampu mengantarkan siswanya ke jenjang pendidikan lebih tinggi, (7) dan mendapat kepercayaan dari masyarakat yang ditandai oleh tingginya animo masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya.

Dihubungi secara khusus, sekretaris LP Ma’arif NU DI Yogyakarta, Drs. Bambang Susilo, mengungkapkan bahwa LP Ma’arif NU Daerah Istimewa Yogyakarta telah memiliki 168 satuan pendidikan yang terdiri atas MI (96), MTs (17), MA (4), SD (3), SMP (15), SMA (8), SMK (23), dan SLB (2). Hingga saat ini, siswa yang tercatat bersekolah di lembaga-lembaga tersebut sejumlah 18.000 siswa.

Tepat pukul 10.00 raker dibuka oleh KH. Dr. Arifin Junaidi. Selanjutnya, peserta yang terdiri atas kepala sekolah (168), pengurus cabang (20), dan pengurus wilayah (15) tersebut akan akan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Komisi A (organisasi) dan Komisi B (program kerja). [sb/maarifdiy.com]

10/21/2015

Peringati Tahun Baru Islam SMK Ma’arif 2 Sleman-PAC Muslimat Tempel Undang Ribuan Warga

Kepala SMK Ma'arif 2 Sleman sedang menyampaikan sambutan.

SLEMAN - Sebuah negara, jika perempuannya baik, maka negaranya akan baik. Jika perempuannya rusak, maka rusaklah negara itu. Hal tersebut disampaikan oleh KH. Said Asrori dalam pengajian menyambut 1 Muharram 1437 Hijriah di SMK Ma’arif 2 Sleman (20/10).

Lebih lanjut kyai asal Magelang tersebut menyampaikan bahwa “negara” terkecil adalah sebuah keluarga. Baik-tidaknya keluarga ditentukan oleh ibu. Atas kesadaran inilah para nyai kemudian mendirikan organisasi Muslimat Nahdlatul Ulama. “Muslimat NU didirikan dalam rangka untuk meningkatkan kualitas perempuan sebagai tiang negara,” jelas Kyai Asrori.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengajian yang dilangsungkan di halaman gedung SMK Ma’arif 2 Sleman itu diselenggarakan atas kerjasama SMK Ma’arif 2 Sleman dengan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat Tempel. Hadir dalam pengajian itu Kepala SMK Ma’arif 2 Sleman (Dra. Hj. Atik Sunaryati), Ketua PAC Muslimat NU Tempel (Hj. Arwani), Pembina Muslimat NU Tempel (Dra. Hj. Dwi Nurhayatinah, M.Si. dan Hj. Fatimatuz Zahra). Selain itu, panitia juga mengundang Camat Tempel, Wildan Solichin, S.IP., M.T., siswa, beserta warga sekitar.

Penyelenggaraan tersebut disambut baik oleh Dra. Hj. Atik Sunaryati. Kepala SMK Ma’arif 2 Sleman itu mengaku membuka kesempatan untuk bekerja sama dengan berbagai elemen organisasi Nahdlatul Ulama dan masyarakat dlam penyelenggaraan berbagai kegiatan. Pada kesempatan itu, Atik Sunaryati yang juga berstatus sebagai Pengurus Pimpinan Wilayah Ma’arif Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut juga menyampaikan undangannya kepada para orang tua untuk menyekolahkan anaknya di SMK Ma’arif 2 Sleman.

“Para orang tua tidak perlu khawatir untuk menyekolahkan anaknya di SMK Ma’arif 2 Sleman, kami memiliki program beasiswa yang dapat diakses oleh para siswa,” jelasnya.

Senada dengan Atik Sunaryati, Hj. Fatimatuz Zahra pun mengimbau para orang tua untuk menyekolahkan anaknya di SMK Ma’arif 2 Sleman. ”Nahdlatul Ulama tidak pernah terlepas dari pesantren. Jadi, tidak salah jika orang tua menyekolahkan anaknya di SMK Ma’arif 2 Sleman sekaligus memondokkan anaknya,” jelasnya.

Pada sambutan berikutnya, Dr. Hj. Dwi Nurhayatinah, M.Si. menguraikan bahwa Ahlus Sunnah wal Jamaah merupakan jalan lurus sesuai ajaran Nabi. Oleh karena itu, Pembina PAC Muslimat Tempel itu meminta hadirin berlaku sesuai ajaran Ahlus Sunnah wal Jamaah. Dwi Nurhayatinah juga memberi kesempatan para hadirin untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan fasilitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang sedang dikembangkan oleh PAC Muslimat Tempel.

Ditemui secara terpisah Zamzami Ulwiyati Darojat, S.Ag. mengungkapkan bahwa saat ini PAUD yang dikelola oleh PAC Muslimat Tempel telah membuka program baby class, kelompok bermain, hingga raudhatul athfal. Para siswa dapat mengikuti program full day pukul 07.00 sampai 16.00 WIB. “Para siswa mendapat fasilitas snack dua kali serta makan siang,” jelas pengurus PAC Muslimat Tempel itu. Lebih lanjut, Zamzami Ulwiyati menguraikan bahwa pihak sekolah juga memandikan para siswa sehingga ketika dijemput sudah bersih dan wangi.

Pengajian yang menghadirkan 1500-an peserta tersebut mendapat apresiasi dari Camat Tempel, Wildan Solichin, S.IP., M.T. Dalam sambutannya, Camat Tempel yang pada saat itu diwakili oleh Kesra Kecamatan Tempel, Tri Ahmeriyadi, itu juga mengingatkan warga untuk berpartisipasi menggunakan hak pilihnya pada Pemilihan Bupati Sleman tanggal 9 Desember 2015.

“Pilihan boleh berbeda, namun kita tidak boleh terpecah-pecah,” ujarnya. Lebih lanjut Camat Tempel meminta warga untuk tidak menerima uang terkait penggunaan hak pilihnya. “Jangan hanya karena uang dua puluh ribu, kita sampai mengorbankan nasib Sleman selama lima tahun ke depan,” pungkasnya.

Brownies bonggol pisang hasil kreasi siswa SMK Ma'arif 2 Sleman.

Dalam pengajian yang digelar pukul 14.00 sampai dengan 16.00 WIB itu juga dilakukan penyerahan bantuan untuk anak yatim. Penyerahan bantuan langsung dilakukan oleh pengurus PAC Muslimat Tempel. Selain itu, panitia juga menghadirkan sajian khusus untuk para peserta, yaitu brownies dari bonggol pisang hasil kreasi siswa-siswi SMK Ma’arif 2 Sleman. [maarifdiy.com]

4/03/2015

Kunjungan Kerja MGMP Bahasa Indonesia ke Kedaulatan Rakyat dan Balai Bahasa Yogyakarta


MGMP Bahasa Indonesia MTs Kabupaten Bantul lakukan kunjungan kerja ke Kedaulatan Rakyat dan Balai Bahasa Yogyakarta, Selasa (31/3). Tim berangkat dari MTs Sumberagung pukul 09.00 langsung menuju percetakan Kedaulatan Rakyat yang berlokasi di Jalan Raya Yogya-Solo Km 11, Sleman.  Di percetakan koran yang terbit sejak 27 September 1945 tersebut, tim ditemui oleh Ibu Suci selaku publik relation Kedaulatan Rakyat, Iswantoro, wartawan senior, serta Ruslan, Kepala Bagian Percetakan Kedaulatan Rakyat.

Selain berkeliling percetakan, tim juga mengikuti audiensi di aula percetakan. Rusmantara, Ketua MGMP Bahasa Indonesia MTs Kabupaten Bantul menyampaikan bahwa kunjungan tersebut bertujuan pertama, untuk menambah wawasan dunia persuratkabaran, khususnya Kedaulatan Rakyat. Kedua, mengetahui bagaimana proses pembuatan surat kabar mulai dari penerimaan naskah hingga siap cetak. Ketiga, mengetahui proses pencetakan surat kabar.

Selepas kunjungan ke Kedaulatan Rakyat, tim langsung bertolak ke Masjid Syuhada untuk transit. Pukul 12.30 bus yang membawa rombongan pun meluncur ke kantor Balai bahasa Yogyakarta yang beralamat di Jalan I Dewa Nyoman Oka 34 Yogyakarta. Di lembaga ini, tim ditemui oleh jajaran kepala bagian Balai Bahasa Yogyakarta, yaitu Bapak Umar, Bapak Johanes, Ibu Wiwin, serta Heri Sakti Mardiyanto.

Seperti halnya di Kedaulatan Rakyat, audiensi juga dilakukan di Balai Bahasa Yogyakarta. Audiensi yang dimoderatori oleh Mas Azzam tersebut berlangsung seru. Banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh Bapak/Ibu guru peserta kunjungan. Di antaranya pertanyaan dari Syamsul Ma’arif, guru MTs Negeri Dlingo, “Mengapa tidak ada Hari Bahasa Indonesia?”

Pihak Balai Bahasa Yogyakarta (BBY) sangat terbuka menerima kunjungan tim MGMP Bahasa Indonesia MTs Kabupaten Bantul. Selain menjawab pertanyaan Bapak/Ibu guru, BBY juga mengenalkan produk dan kegiatan mereka. Hal ini sesuai dengan tujuan kunjungan yaitu mengenal BBY sebagai lembaga yang menjaga dan mengembangkan bahasa Indonesia.

Kunjungan diakhiri pukul 14.30 dan bus pun bertolak kembali MTs Negeri Sumberagung. Rina Harwati, sie pengembangan MGMP bahasa Indonesia MTs Kabupaten Bantul mengungkapkan bahwa secara umum kegiatan kunjungan tersebut untuk menjalin silaturahim dan diharapkan di masa mendatang akan ada kerja sama antara MGMP Bahasa Indonesia MTs dengan Kedaulatan Rakyat maupun BBY.  [@sisyuniati]