1 Mei 2017

Muslimah Penyair Indonesia Terbitkan Buku Antologi Puisi Religi Berbagi Dzikir

Sampul antologi puisi Berbagi Dzikir.
Yogyakarta, Abasrin.com--Muslimah Indonesia terbitkan antologi pusi Berbagi Dzikir. Kumpulan puisi yang dikuratori oleh Ahmadun Yosi Herfanda dan Ulfatin Ch. itu memuat karya 34 penyair dari berbagi daerah di Indonesia.

Siska Yuniati, perempuan asal Yogyakarta yang karyanya serta dalam antologi tersebut mengungkapkan, ada delapan nama yang berasal dari Yogyakarta, sebagian di antaranya sudah cukup dikenal di dunia kepenyairan Indonesia.

"Penyair asal Yogyakarta ada delapan orang. Di antaranya, ada nama yang sudah dikenal baik di dunia kepenyairan Indonesia, seperti Evi Idawati dan Ulfatin Ch. Ulfatin sendiri merupakan penyair asal Jawa Tengah yang saat ini tinggal di Yogyakarta," ungkap Siska.

Lebih lanjut, Siska menuturkan, selain kedua nama besar itu, ada pula nama Abidah el Khalieqy yang selama ini dikenal publik sebagai pengarang. Satu di antara karya Abidah yang cukup dikenal dan sudah difilmkan adalah novel Perempuan Berkalung Sorban.

"Ada juga Abidah el Khalieqy, penulis novel Perempuan Berkalung Sorban. Selain itu, ada Umi Kulsum, Choen Supriyatmi, Jingga Gemilang, Mutia Sukma, Pijer, dan saya sendiri," lanjut Siska.

Masih menurut Siska, buku yang dijadwalkan terbit bulan Mei 2017 itu digagas oleh penyair asal Jakarta sekaligus pendiri kelompok seni dan sastra Reboeng, Nana Ernawati. Nana sendiri menyertakan lima puisnya dalam antologi tersebut.

Berikut daftar nama dan judul puisi yang termut dalam antologi Berbagi Dzikir sebagaimana dipetik dari jejaring sosial milik kelompok seni dan sastra Reboeng. (sab/abasrin.com)

  1. Evi Idawati (Yogyakarta)
    Judul puisi: Wirid Negeri Al-Kautsar, Rajah Langit, Subuh dan Doa, Langit (2), Kupu-Kupu dan Sunyi di Daun Kemangi
  2. Hudan Nur (Kalimantan Selatan)
    Judul puisi: Kerudung Padah, Suaka Langit 16 Oktober 2009, Abrahah, Bawalah Dosaku dan Dosamu Qabil, Kun
  3. Rini Intama (Jabar)
    Judul puisi: Fatimah Az Zahra, Risalah, Ruang Tasbih, Qulhu, Eksodus
  4. Imana Tahira (Tasikmalaya)
    Judul puisi: Goa, Filsafat Rindu, Dosa Pertama, Sebab MencintaiMu, Senandung Sang Subuh
  5. Abidah el Khalieqy (Yogyakarta)
    Judul puisi: Kidung Simalakama, Dari Ibu Aku Berguru, Hawa Datang Setiap Malam, Seruling Kota Mati, Mataharilah Mataku
  6. Maghfirah Fajrin (Sumbawa NTB)
    Judul puisi: Sajadah, Waktu Subuh, Doa Menjelang Malam
  7. Umi Kulsum (Yogyakarta)
    Judul puisi: Kaligrafi, Lanskap Subuh, Perjalanan Sore, Di Sudut Malam, Membaca Mikraj
  8. Maftuhah Jakfar (Sumenep)
    Judul puisi: Nur ‘Ala Nur 2, Mosaik Desember, Matahari Dalam Doaku
  9. Fitri Merawati
    Judul puisi: Penunggu Tungku, Seseduh Wedang Uwuh, Sepenggal Sejarah, Dur Angkara, Makam Imogiri
  10. Rina Ratih
    Judul puisi: Kaulah Pelabuhan Itu, Tidak Cukup Seperti Mutiara, Tiada Nikmat yang Kau Dustakan
  11. Ulfatin Ch. (Jawa Tengah)
    Judul puisi: Hujan Rindu, Gerimis Pagi, Menjelma Gurun, Aku Bernyanyi Mawar, Jarak Kita
  12. Nur Fitri Hidayanti (Sumbawa)
    Judul puisi: Aroma Rindu, Kutemukan Dirimu, Satu Tempat, Menjemput Cahayamu
  13. D. Kemalawati (Aceh)
    Judul puisi: Menuju Sunyi, Batu-batu Kerikil dari Muzdalifah, Biarlah Air Mata, Aku Melingkar Terbakar, Pulang
  14. Fatin Hamama
    Judul puisi: Jalan Pulang, Mabuk, Sunyi, Muara Tapa, Januari
  15. Dhya K. Husna (Tanjungpinang)\
    Judul puisi: Cabang tak Berpunya, Jalan 17 Menit, Kicau Balau Gurau, Seperti Angkot, Bunda
  16. Suryatati A. Manan (Tanjungpinang )
    Judul puisi: Engkaulah Penentu, Masa Lalu, Detik-detik Terakhir, Di Keheningan Malam
  17. Heni Hendrayani (Bandung)
    Judul puisi: Tahajud Sunyi, Sekuntum Kembang Kemboja, Umur, Surau di Dusun Sunyi, Cahayamu
  18. Rita Sumarni (Palembang)
    Judul puisi: Tafakur, Keinginan, Keterasingan, Dari Rahim Ibu Aku Mencintaimu, Harap
  19. Choen Supriyatmi (Yogyakarta)
    Judul puisi: Sajak Alif, Sajak Fana, Sajak Ada, Sajak Gigil, Sajak Rindu 2
  20. Ratna M. Rochiman (Jabar)
    Judul puisi: Ketika Aku MencintaiMu, Kepadamu, Bertemu Ibu, Di Dadamu Lautan, Gerimis Hijau
  21. Nenden Lilis A (Jabar)
    Judul puisi: Kutinggalkan Suara Daun-daun, Engkau Selalu Bersamaku, Baiti Zanati, Tafakur Waktu, Di Lembah Harau
  22. Tirena Oktaviani (Jabar)
    Judul puisi: Dongeng dari Tungkai Dada, Debur Gelombang, Dua Bayangan Melintas, Mujahadah An-Nafs, Dari Atas Sajadah
  23. Nana Ernawati (Jakarta)
    Judul puisi: Bersampan, wajahMu, Teka-TekiMu Abadi, Sebuah Pertemuan, Air Mengalir
  24. Jingga Gemilang (Yogyakarta)
    Judul puisi: Ujung Jalan, Kekasih yang Bermain-Main dengan Tuhan, Pada Sebuah Pesta, Laut, Tuhan dan Ibu
  25. Mutia Sukma (Yogyakarta)
    Judul puisi: Ode Kesedihan, Petilasan Kotagede, Firman, Doa, Sumpah
  26. Dian Hartati (Bandung)
    Judul puisi: Berbagi Zikir, Lingkaran Api, Batu Api, Candi Jiwa, Karomah 1
  27. Linny Oktavianny (Palembang, Sumatera Selatan)
    Judul puisi: Perempuan Zaitun, Senja dan Pagi Berfatwa, Perempuan Padang Masyhar, Di Tempat tak Bernama, Perempuan Lebah
  28. Pijer (Yogyakarta)
    Judul puisi: Sajak Juni untuk Ruyati, Jejak Hujan di Ratu Boko, Hari
  29. Siska Yuniati (Yogyakarta)
    Judul puisi: Di Bibir Pantai, Di Rahim Ramadhan, Sajak Cinta, Abu Dzar Al-Gifari, Namamu
  30. Kinanti Anggraini (Garut, Jawa Barat)
    Judul puisi: Tirai Mukena, Di Ujung Sajadah, Ingatan Batin, Tafsir Hati, Doa Bulan
  31. Nurul Ilmi Elbana (Sumenep)
    Judul puisi: Sujud Terakhir Cahaya, Hari Duka, Hijrah, Ziarah, Mahkota
  32. Hening Wicara (Kampar, Riau)
    Judul puisi: Kau dan Kemarau, Dalam Sebuah Kotak Pesan, Isak Hujan, Manusia Akhir Zaman, Cinta Terakhir
  33. Kurnia Hidayati (Batang, Jateng)
    Judul puisi: Epitaf Kesunyian, Sunyi Pusara, Usai Pengajian di Rumah, Para Pemakan Bangkai, Rakaat-Rakaat Sunyi
  34. Nia Samsihono (Jakarta)
    Judul puisi: Di Senja Kelam, Sujud, Doa’aku, Zikir