8 Mei 2017

Ketua PP Ma'arif NU, Sekolah Perlu Terapkan Manajemen ROKOK

Pengurus Ma'arid DIY 2017-2022 berfoto bersama tamu undangan.
Wates, Abasrin.com–Agar menjadi lebih berkualitas, sekolah-sekolah Ma’arif harus membenahi manajemennya. Hal tersebut diungkapkan Kyai Arifin Junaidi ketika menghadiri Pembukaan Raker PW Ma’arif DIY di SMK Ma’arif 1 Wates, Minggu (7/8). Ketua PP Ma’arif itu menawarkan manajemen ROKOK sebagai solusi. Rokok menurut Kyai Arifin, meliputi rencana, organisasi, koordinasi, opersional, dan kendali.

“Kita sering tidak punya rencana yang matang. Perencanaan mengandung dua f, pertama fix, kedua flexibel. Tetapi yang kita pegang ini flexibel doang. Organisasi, menyatukan banyak orang dalam satuan tugas. Organisasi, beberapa kekuatan dikoordinasikan. Perencanaan, harus sesuai perencanaan. Terkakhir kendali atau evaluasi,” papar Kyai Arifin.

Lebih lanjut dikemukakan, saat ini sekolah-sekolah Ma’arif cenderung kedodoran di ROKOK ini. Kendati demikian, Anggota DPR RI periode 2004-2009 itu memuji manajemen sekolah di DIY.

“Kalau DIY, tadi disampaikan oleh Pak Profesor Sugiyono, 50 persen sudah terakreditasi A, itu menunjukkan 50 persen sekolah-sekolah di DIY sudah manajemennya bagus,” jelas Kyai Arifin.

Hal senada disampaikan Ketua PWNU DIY, Profesor Nizar Ali, bahwa angka 50% itu sudah bagus. Namun, perlu ditingkatkan lagi dengan target tertentu, misalnya 10 persen per tahun. Untuk itu, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag RI ini menilai sekolah harus menerapkan manajemen yang rapi dan modern.

Selain soal manajemen, hal lain yang perlu diperbaiki menurutnya adalah melakukan peningkatan SDM melalui pendidikan dan pelatihan. Kemudian, hal terkait langsung dengan akreditasi adalah mendirikan klinik akreditasi di tiap-tiap wilayah di Indonesia.

Raker yang dipimpin langsung oleh Ketua PW Ma’arif DIY, Profesor Sugiyono itu melibatkan pengurus PW Ma’arif DIY, pengurus Cabang, dan sekolah-sekolah Ma’arid di DIY. Selain Kyai Arifin Junaidi dan Profesor Nizar Ali, turut hadir sebagai tamu undangan, Assekda 1 Kulonprogo, Kabdi Dikmad Kanwil Kemenag DIY, serta beberapa tokoh di kalangan NU dan Ma’arif DIY.

Setelah mengikuti pembukaan hingga pukul 11.25 WIB, peserta dibagi menjadi komisi-komisi, yakni Komisi Pendidikan dasar, Komisi Pendidikan Menengah, Komisi Keuangan dan Administrasi Sekolah, Komisi Diklat dan Penelitian, Komisi Penjaminan Mutu, dan Komisi Humas dan Bursa Kerja. Berbagai program kerja dibahas pada sidang komisi yang diselenggarakan pukul 13.00–17.00 WIB itu.

Dalam sambutannya, disampaikan oleh Profesor Sugiyono, isu-isu utama yang dibahas dikategorikan dalam program quick wins yang meliuputi peningkatan kualitas pendidikan terutama perolehan akreditasi, peningkatan jumlah siswa, peningkatan sarana dan prasarana, dan peningkatan prestasi sekolah. (sab/maarifdiy.com)