28 Agt 2016

Sebelum viral, cerita Mukidi ternyata pernah diterbitkan secara indie

Soetantyo, penulis Cerita Mukidi
Foto: Facebook Soetantyo Moechlas
ABASRIN.com--Siapa yang tidak kenal dengan Mukidi? Dia telah menjadi "Abu Nawas" modern Indonesia; sedikit nakal dan banyak akal.

Ketenaran Mukidi didukung kehadiran telepon pintar yang menyajikan berbagai jenis media berbagi yang murah, seperti Blackberry Messenger, WhatsApp, Telegram, dan tentu saja Facebook. Dari media itulah orang per orang di seluruh tanah air ikut tersenyum dengan tingkah kocak Mukidi.

Berdasarkan penelusuran Abasrin.com, ternyata Mukidi hanyalah sosok fiktif rekaan seorang pensiunan perusahaan farmasi bernama Soetantyo Moechlas. Pria kelahiran 7 Februari 1954 itu menuliskan cerita Mukidi dalam blognya yang berbasis Wordpress. Tercatat, cerita Mukidi pertama yang ditulis adalah "Sisa Sahur".

Soetantyo Moechlas sendiri merupakan warga Banyumas yang sekarang tinggal di Kota Bekasi. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika nama-nama yang digunakan pun berbau Banyumas. Dalam berbagai kisah Mukidi, tercatat Mukidi memiliki istri bernama Markonah. Pasangan ini memiliki anak Mukirin dan Mukiran. Mukdi juga punya sahabat, bernama Wakijan.
Kover "Balada Wakidi dan Wakijan"
Berdasakan penelusuran Absarin.com pada akun Facebook Soetantyo Moechlas, ternyata cerita Mukidi pada mulanya terbit dalam bentuk buku indie. Abasrin.com berhasil menemukan seri ketiga dari cerita Mukidi yang diterbitkan Soetantyo Moechlas dengan judul Laskar Pelawak 3: Balada Wakidi dan Wakijan.

Namun sayang, oleh karena diterbitkan secara indie, bukan hal mudah untuk mendapatkan buku tersebut. Semoga, dengan tenarnya Mukidi saat ini, membuat buku tersebut dilirik oleh penerbit mayor untuk diterbitkan ulang dan didistribusikan secara nasional. (sab)