22 Mei 2016

Tulis Puisi "Truntum", Siska Yuniati Juara 1 Lomba Cipta Pusi Festival Sastra UGM 2016

Puisi "Truntum" karya Siska Yuniati
BANTUL, Abasrin.com–Pekan ini mungkin saat-saat yang penuh kejutan bagi Siska Yuniati. Guru MTsN Giriloyo tersebut tidak menyangka jika puisi yang ditulisnya dinyatakan sebagai pemenang pertama Lomba Cipta Puisi Festival Sastra UGM 2016.

Kejutan pertama dirasakan Siska Jumat malam. Panitia mengundangnya ke acara Malam Penganugerahan Sastra UGM 2016. Ketika hadir, Siska tidak menyangka jika karya yang dikirimnya pada masa injury time tersebut dinyatakan sebagai pemenang kedua untuk cipta puisi kategori umum. Ketika naik panggung, seorang panitia lantas meralat pengumuman dan menyatakan puisinya adalah pemenang pertama.

Mendapat anugerah demikian, Siska Yuniati yang juga merupakan anggota Ikatan Guru Indonesia (IGI) Bantul itu mengaku bersyukur. Menurutnya, itu hadiah spesial dari Tuhan.

"Sebagai peserta, saya tentu berharap bisa menang dalam kompetisi tersebut, apalagi itu kompetisi untuk umum dan tingkat nasional. Rupa-rupanya Allah mengabulkan harapan saya. Ini sekaligus memberikan pelajaran bagi saya bahwa kesibukan sama sekali tidak menghalangi untuk berprestasi," ujar Siska yang beberapa bulan lalu melahirkan putra keempatnya itu.

Puisi "Truntum" yang disertakan oleh Siska Yuniati dalam lomba tersebut mengangkat kisah cinta Pakubuwana III - Ratu Kencana. Dari kisah kasih pemimpinan Kasunanan Surakarta inilah kemudian lahir motif batik truntum. Saat ini, motif tersebut banyak digunakan pada upacara perkawinan adat tradisional karena melambangkan kesetiaan.

Anugerah Sastra UGM digelar Sabtu pukul 19.00-22.00 WIB di Auditorium Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (UGM). Acara yang dibuka oleh Kaprodi Sastra Indonesia, Dr. Pujiharto itu merupakan puncak Festival Sastra UGM 2016 yang dihelat KMSI Fakultas Ilmu Budaya UGM bulan April-Mei 2016.

Dalam rangkaian acara tersebut, selain melangsungkan lomba cipta puisi, panitia juga menggelar lomba cipta cerpen, cipta teks drama, fotografi, esai, baca puisi, musikalisasi puisi, dan monolog. Selain itu, panitia juga menyelenggarakan bazar buku dan seminar tentang proses kreatif dengan pembicara Gunawan Maryanto dan Bernard Batubara. (pjl)