9 Feb 2016

MTs Negeri Giriloyo Peringati Harlah Ke-48

BANTUL, Abasrin.com ~ Memperingati hari lahir (harlah) dapat dilakukan dengan banyak cara. MTs Negeri Giriloyo menggelar serangkaian acara untuk memperingati harlahnya. Kegiatan diwarnai dengan pembagian baksos, semaan Alquran, dan pengajian akbar.

Sakawi, B.A, yang didapuk sebagai ketua panitia harlah mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut sebagai wujud syukur kepada Tuhan dan ucapan terima kasih kepada masyarakat. "Peringatan harlah ke-48 ini sebagai wujud syukur keluarga MTs Negeri Giriloyo kepada Allah swt., juga ucapan terima kasih kami kepada masyarakat yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada MTs Negeri Giriloyo," jelas Sakawi.

Madrasah yang lahir pada 31 Januari 1968 itu memulai agenda harlah dengan baksos. Minggu (7/2) siang, sejumlah 200 paket sembako dibagikan kepada masyarakat tidak dan kurang mampu di lingkungan sekitar MTs Negeri Giriloyo.

Usai pembagian sembako, siswa dan guru berjamaah salat Asar dan dilanjutkan dengan semaan Alquran. Pembacaan Alquran dilakukan oleh 7 hafidz/hafidzoh. Ketujuh hafidz/hafidzoh tersebut merupakan pengampu ekstra kurikuler tahfidz di MTs Negeri Giriloyo. Semaan Alquran diakhiri dengan hapalan juz 30 oleh siswa-siswi MTs Negeri Giriloyo.

Puncak acara digelar pukul 21.00 WIB dengan agenda pengajian akbar yang menghadirkan K.H. Ali Mufti dari Purwokerto. Dalam sambutannya, Drs. Surahmanta, Kamad MTs Negeri Giriloyo, menyampaikan bahwa kegiatan harlah salah satu tujuannya untuk menyemangati siswa. " Kegiatan ini (semaan Alquran-red.) untuk menyemangati siswa-siswa untuk menghapal Alquran. Saat ini ada 60 siswa yg mengikuti ekstra tahfidz, selama 8 bulan sudah hapal juz 30."

Lebih lanjut Surahmanta memohon doa restu untuk siswa kelas 9 yang akan menempuh Ujian Nasional. "Kami minta doa dan restu bagi siswa kelas 9 untuk menghadapi Ujian Nasional (UN). Keseratus lima belas siswa tersebut semoga dapat menjadi putra putri yg sholih sholehah, bisa mewujudkan generasi yang unggul dalam imtaq, iptek, dan berwawasan lingkungan."

Pada kesempatan itu pula, Kepala Bidang Kurikulum dan Evaluasi Kanwil Kemenag DIY, Nadif, M.S.I., yang hadir mewakili Kakanwil Kemenag DIY mengatakan bahwa kegiatan harlah bukan sekadar kegiatan seremonial."Harlah tidak hanya acara seremonial, tetapi harlah dijadikan sarana komunikasi dengan wali murid dan masyarakat. Karena tugas madrasah adalah membentuk siswa menjadi sholihi- sholihah, yang itu menjadi tanggung jawab bersama. Selain itu, diharapkan MTs Negeri Giriloyo menjadi madrasah "tujuan". Mudah-mudahaan MTs Negeri Giriloyo tidak hanya menjadi pilihan tetap menjadi tujuan (destinasi)," ungkap Nadif.

Tampak dalam pengajian tersebut Kasi Mapenda Kemenag Bantul, Muspika Kecamatan Imogiri, Lurah Wukirsari, Pengawas Madrasah, Bapak/Ibu mantan kepala dan guru/karyawan MTs Negeri Giriloyo, alumni MTs Negeri Giriloyo, juga wali siswa MTs Negeri Giriloyo. Pengajian ditutup pukul 00.15 dengan doa bersama yang dipimpin K.H. Ahmad Zabidi. (sis)