12 Feb 2016

MTs Negeri Giriloyo Latih Kepercayaan Diri Siswa melalui Kultum Kamis Pagi

Siti Hawa sedang kultum di MTs Negeri Giriloyo (11/2).
BANTUL, Abasrin.com - Jika kita ingin meraih tujuan, kita harus rela mengorbankan kesenangan kita. Kalimat tersebut disampaikan oleh Siti Hawa, siswa kelas 7C MTs Negeri Giriloyo, Kamis (11/2) dalam acara kultum seusai salat Dhuha di musala-aula MTs Negeri Giriloyo.

Gadis berpembawaan tenang itu memulai kultumnya dengan sebuah cerita tentang perusahaan yang memberikan pertanyaan kepada calon pekerjanya. “Apa yang kamu lakukan jika kamu naik motor dan lewat di daerah yang dilanda banjir? Di sana ada tiga orang yang harus kamu tolong. Pertama, seorang nenek. Kalau tidak ditolong akan meninggal. Kedua, dokter. Ia pernah menolongmu dan inilah kesempatanmu membalas budi. Ketiga, gadis pujaanmu. Sementara itu, pemerintah hanya menyediakan satu bus dan bus itu belum datang. Dalam keadaan seperti itu, mana yang kamu tolong terlebih dahulu?” demikian Siti Hawa menarik perhatian jamaah.

Menjawab rasa penasaran yang hadir, Siti Hawa melanjutkan, “Salah satu pelamar kerja tersebut lolos dengan jawaban yang tidak diketahui oleh pelamar yang lain. Ia menjawab bahwa ia akan meminta dokter mengendarai motornya dengan membawa nenek. Ia sendiri akan menemani si gadis untuk menunggu bus.” Jawaban tersebut disambut senyum oleh siswa.

Jika hari-hari lain usai salat Dhuha siswa murojaah surat-surat pendek, maka khusus Kamis acara dilanjutkan dengan mendengarkan kuliah tujuh menit (kultum). Kultum merupakan agenda rutin MTs Negeri Giriloyo. Kegiatan yang dimulai sesudah shalat Dhuha hingga pukul 07.15 ini diikuti oleh seluruh siswa dan guru. Adapun pengisi kultum adalah siswa dan guru.

“Selama satu semester telah dibuatkan jadwal guru dan siswa yang mengisi kultum. Kalau minggu ini guru yang kultum, berarti minggu depan siswa yang kultum,” ungkap Dra. Istriyanti, Waka Humas MTs Negeri Giriloyo. “Materi yang disampaikan bebas, yang penting disesuaikan dengan waktu yang disediakan, yaitu tujuh menit,” imbuhnya.

Drs. Surahmanta, Kamad MTs Negeri Giriloyo, menyampaikan bahwa kegiatan ini bernilai positif. “Kegiatan kultum sangat positif. Guru dapat memberikan pesan moral kepada siswa secara lebih luas. Di samping itu, siswa sendiri juga berlatih percaya diri tampil di depan teman-temannya untuk menyampaikan materi. Biarpun pesan yang disampaikan sederhana, namun karena disampaikan oleh temannya sendiri, siswa cenderung lebih memperhatikan,” jelasnya.

Lebih lanjut, menurut Surahmanta, dari kegiatan ini juga diharapkan siswa dapat mengambil hikmah dari pesan yang disampaikan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. (sis)