10 Feb 2016

MTs Negeri Giriloyo Imogiri Kenalkan Batik Jumputan melalui Pelajaran SBK

BANTUL, Abasrin.com ~ Ragam hias tekstil dalam penerapannya sangatlah bervariasi. Batik jumputan atau juga disebut batik ikat celup dapat dijadikan alternatif pembelajaran Seni Budaya dan Kerajinan (SBK) di madrasah.

Selasa (9/2), siswa kelas 7 MTs Negeri Giriloyo praktik membuat batik jumputan. Hal tersebut dilakukan dalam pembelajaran SBK untuk materi Penerapan Ragam Hias Bahan Tekstil. Suefi Yuntari, S.Pd., guru SBK MTs Negeri Giriloyo menjelaskan bahwa batik jumputan dipilih karena relatif hemat. "Sebenarnya ada banyak kegiatan untuk materi Penerapan Ragam Hias Bahan Tekstil ini, tetapi batik jumputan mempunyai keunggulan lebih hemat. Bahan-bahan yang diperlukan juga mudah didapat. Selain itu waktu pembuatannya tidak lama," jelasnya.

"Proses pembuatan batik jumputan ini sederhana, siswa membuat pola di atas kain mori, mengikat kain sesuai pola, kemudian mencelupkannya ke dalam pewarna. Setelah itu dibilas dan diangin-anginkan," lanjut guru yang sering disapa Bu Efi itu.

Herlina, siswa kelas 7A mengungkapkan rasa senangnya dalam praktik tersebut. "Ya, saya merasa senang, karena dalam mengerjakan batik ini penuh tantangan. Waktu pertama mencelupkan ke pewarna, mori berubah orange dan motif tidak jelas. Itu disebabkan kelompok kami tidak kuat mengikat kainnya. Setelah kami ulangi ternyata berhasil," katanya sambil tertawa renyah.

Dihubungi secara terpisah, Kamad MTs Negeri Giriloyo, Drs. Surahmanta, mengapresiasi kegiatan pembelajaran tersebut. Pria yang hobi bermain keyboard itu berujar, "Pembelajaran SBK kali ini dilakukan di luar kelas, tentu memberi pengalaman tersendiri bagi siswa. Selain itu juga dapat mengenalkan siswa bahwa selain batik tulis, Jogja juga mempunyai batik jumputan."

Dalam praktik yang dilakukan di halaman MTs Negeri Giriloyo tersebut, seluruh bahan berupa kain mori dan pewarna disediakan madrasah. Siswa yang terbagi dalam kelompok-kelompok tersebut tinggal mempraktikkannya sesuai arahan guru. Tercatat ada 28 lembar batik jumputan berukuran 120x120 cm yang dapat dikumpulkan. Batik-batik tersebut rencananya akan dipamerkan dalam kegiatan tutup tahun. (sab)