28 Des 2015

Damar Putra Dono Warkop Kejar Doktor Teknik Nuklir di EPFL Swiss

Kampus EPFL. Foto: Epfl.ch
Sabjan Badio, Blogger 

DONO Warkop boleh jadi telah meninggalkan kita semua sejak 30 Desember 2001 silam. Kendati demikian, berbagai warisannya masih dapat dinikmati dan dirasakan oleh masyarakat luas. Banyolan-banyolannya bersama Indro dan Kasino hingga saat ini masih kerap menghiasai layar televisi di Indonesia.

Di balik keterkenalannya dalam bidang seni peran, ternyata Dono yang merupakan mantan dosen Universitas Indonesia itu mewariskan seorang calon doktor teknik nuklir, Damar Canggih Wicaksono.

Damar merupakan putra kedua pasangan Dono alias Wahyu Sardono dengan Titi Kusumawardhani. Pendidikan teknik nuklirnya bermula ketika Damar diterima di Jurusan Teknik Nuklir Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada tahun 2004. Damar berhasil merampungkan kuliahnya di universitas terbesar di Yogyakarta itu tahun 2009.

Setelah menyelesaikan program sarjananya, tahun 2010 Damar melanjutkan pendidikannya ke Swiss dalam bidang yang sama. Damar memilih Institut Teknologi Federal Zürich (ETH Zürich) dan Institut Teknologi Konfederasi Swiss di Lausanne (EPFL) sebagai tempatnya belajar. Seperti diketahui, Institut Teknologi Federal Zürich atau Eidgenössische Technische Hochschule Zürich (ETH Zürich) adalah tempat penemu teori relativitas sekaligus peraih hadiah nobel fisika Albert Eintein kuliah. Kampus itu pulalah yang menjadi salah satu tempat Profesor Einstein mengabdikan dirinya.

Setelah berhasil meraih gelar master teknik nuklirnya, Damar melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, program doktor di kampus yang mengoperasikan Reaktor Nuklir CROCUS, yaitu Institut Teknologi Konfederasi Swiss di Lausanne atau École polytechnique fédérale de Lausanne (EPFL), tempatnya menamatkan program S2. Damar berusaha konsisten dengan bidang yang digelutinya sejak tahun 2004, yaitu teknik nuklir. []