28 Nov 2015

Siska Yuniati: Menulis Ekspresi dan Eksistensi Diri

SISKA YUNIATI (35), seorang guru madrasah pecinta sastra dapat mengembangkan kemampuan menulis yang dijadikan untuk ekspresi dan eksistensi. Selama Siska menulis karya-karyanya dapat memenangkan kompetisi menulis, dimuat di media massa lokal dan nasional.

Bahkan sejumlah karyanya diterbitkan dalam bentuk buku pula. Siska yang menjadi guru MTs Negeri Giriloyo, Bantul sejak 2006 hingga sekarang, selalu berusaha menyisihkan waktu untuk menulis. Bagi Siska menulis itu bisa untuk mendorong semangat belajar, mengekspresikan gagasan yang dituangkan menjadi karya kreatif.

Siska mengungkapkan, ketika menapaki jenjang pendidikan tinggi, dirinya semakin semangat agar karya tulisnya bisa dimuat di media massa nasional. Salah satu karya berjudul "Mesin Jahit Ibuku" tahun 2004, sebuah tulisan yang diterbitkannya di majalah wanita dapat menjadi pelecut untuk terus menulis.

Dalam perjalanan karier menulisnya, Siska Yuniati menyadari pentingnya latihan menulis. Sebagai sebuah keterampilan, kemampuan menulis harus selalu diasah dan dikembangan. "Menulis membuka ruang pergaulan lebih lebar, dan bisa cakrawala. Sebagai seorang guru bahasa Indonesia, pekerjaan menulis ini merupakan bagian dari profesi yang menandakan eksistensi diri seorang guru yang mengajarkan bahasa dan sastra," kata Siska. (Cil)-g
Sumber: Kedaulatan Rakyat edisi 28 November 2015 halaman 11.