24 Okt 2015

Di E & E Media Kreatif Siswa Diskomvis Belajar Menulis Feature

Peserta menyimak penjelasan dari mentor.
KLATEN ~ Apa jadinya jika para desainer grafis, fotografer, dan layouter menulis sendiri materi yang akan didesainnya? Mungkin bagi sebagian orang pertanyaan tersebut kalimat retoris belaka. Hal demikian ternyata sungguh terjadi dengan siswa desain komunikasi visual dan multimedia dari SMK Bani Muslim dan SMK Negeri 3 Kota Tasikmalaya.

Para siswa yang sedang magang di E & E Media Kreatif yang berlokasi di Desa Brajan Kecamatan Prambanan tersebut dituntut oleh para mentornya menulis sendiri materi untuk karya yang akan digarap selama magang.

"Selama sebulan belajar di sini, para siswa saya target menghasilkan karya," ungkap Sudaryanto. Karya yang digarap dan dihasilkan tersebut saya sesuaikan dengan dunia kerja para desainer," jelas Direktur E & E Media Kreatif itu.

Mantan manajer desain sebuah perusahaan nasional tersebut mengungkapkan bahwa di antara tugas para siswa magang adalah membuat majalah. "Ada banyak rubrik yang akan mereka buat, di antaranya catatan perjalanan. Mereka saya tuntut untuk menulis sendiri, memotret sendiri, mendesain sendiri, hingga melayout sendiri," jelas Sudaryanto.

Lebih lanjut Sudaryanto menjelaskan bahwa para siswa magang dapat belajar bersama. Kendati demikian, Sudaryanto menegaskan bahwa tugas membuat majalah akan menjadi tugas individu.

"Majalah yang mereka buat akan menjadi salah satu poin portofolio. Itulah yang akan menjadi laporan mereka ke sekolah nantinya. Karya tersebut akan menjadi bukti empiris buat mereka," tegas desainer multitalenta itu.

Hadirkan mentor profesional

Untuk mencapai target yang telah ditentukan, Sudaryanto tidak segan-segan menghadirkan mentor dari luar daerah. Jumat (23/10) lalu Sudaryanto menghadirkan mentor dari Yogyakarta, Sabjan Badio.

"Sabjan Badio adalah seorang akademisi yang berpengalaman menulis. Saya sengaja menghadirkannya ke sini untuk mementori para siswa dalam menulis, khususnya menulis feature catatan perjalanan," papar Sudaryanto ketika dihubungi beberapa saat lalu. "Saya tidak setengah-setengah dalam melatih para siswa. Oleh karena itu, saya selalu menghadirkan ahlinya," lanjutnya.

Ketika ditanya tentang respons para siswa mendapat pelatihan menulis, Sudaryanto mengaku bahwa pelatihan tersebut dapat diikuti oleh para siswa. "Awalnya mereka sedikit kesulitan, tetapi ketika dibimbing tahap demi tahap, saya lihat mereka mulai menikmati," jelasnya.

Indriyani, peserta magang dari SMK Bani Muslim Pati, mengakui bahwa pada awalnya kaget dengan adanya materi menulis. "Selama ini kami banyak pegang mouse, jarang ketak-ketik. Ketika disajikan materi menulis, terus terang agak kaget juga," akunya. Kendati demikian, Indriyani menyatakan dapat mengikuti pelatihan tersebut. "Kami dibimbing tahap demi tahap, mulai menentukan tema, membuat judul, menulis paragraf pembuka, dan seterusnya. Lama-lama, ternyata seru juga," ungkapnya.

Hal tersebut senada dengan yang diutarakan oleh Sabjan Badio. Sebagai praktisi pendidikan, lelaki asal Bengkulu itu menyadari jika para siswa membutuhkan waktu untuk belajar menulis. "Mereka calon desainer, calon sineas, calon fotogafer, calon seniman. Di sekolah mungkin mereka jarang belajar menulis seperti ini. Jadi, wajar jika pembimbingan harus dilakukan tahap demi tahap," jelasnya.

Sabjan Badio pun mengapresiasi semangat para siswa. "Rasa ingin tahu mereka luar biasa. Semangat belajar mereka bagus. Saya bimbing selama lima jam, mereka tetap semangat," tutur peraih penghargaan menulis dari Balai Bahasa Yogyakarta dan Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia itu.

Peserta berpose bersama mentor E & E.
Berdasarkan informasi dari tim E & E Media Kreatif, pelatihan dilakukan pukul 09.00 sampai dengan 14.00 WIB. Setelah mengikuti pelatihan, para siswa bertugas menyelesaikan karya yang ditulisnya. "Mereka dapat saling mengajari. Selain itu, jika kekurangan data, mereka dapat kembali turun ke lapangan, memotret, mewawancarai tokoh masyarakat, para ahli, dan sebagainya," tutup Sabjan Badio. [sy]