14 Mei 2015

TKIT Ar Raihan Bantul Boyongan ke Kweden

TKIT Ar Raihan Bantul akan pindah ke gedung baru Sabtu (16/5) nanti. Hal tersebut diungkapkan oleh Kabid Humas dan Informasi Yayasan Ar Raihan, Sabjan Badio. Menurut Sabjan Badio, perpindahan ini terkait dengan daya tampung gedung di Mandingan yang sudah tidak memadai.

"Gedung di Mandingan sudah tidak mampu lagi menampung siswa TKIT Ar Raihan. Oleh karena itu, kami membangun gedung baru di Kweden yang insya Allah akan lebih mampu menampung siswa TKIT Ar Raihan. Dengan kepindahan ini, gedung lama di Mandingan akan ditempati oleh KBIT Ar Raihan dan TKIT Ar Raihan," ungkap Sabjan Badio di sela-sela pesiapan "boyongan" TKIT Ar Raihan.

Inilah susana halaman TKIT Ar Raihan Kweden

Seperti diungkapkan oleh Sabjan, boyongan TKIT Ar Raihan akan dimeriahkan oleh kirab gerobak. Setidaknya ada 25 gerobak yang disewa untuk mengangkut siswa TKIT Ar Raihan beserta siswa KBIT dan TPA yang ikut mengantarkan kepindahan kakak-kakak kelasnya di TKIT. Pawai akan dilangsungkan pukul 07.00 sampai dengan 07.30 dengan melalui rute Lapangan Paseban - Jalan Sudirman - Pertempatan Gose - Jalan Urip Sumoharjo - Jalan Adisucipto - Gedung Baru TKIT Ar Raihan Kweden.

Sesampai di Gedung Kweden para peserta kirab akan disambut oleh pentas seni siswa-siswi TKIT Ar Raihan. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan peresmian Gedung Baru TKIT Ar Raihan.

"Acara peresmian dibuat sederhana. Kami menghadirkan siswa, guru, dan wali siswa TKIT-KBIT-TPA Ar Raihan, pengurus Yayasan Ar Raihan, para kepala unit di lingkungan Yayasan Ar Raihan, para pejabat terkait, dan masyarakat Kweden. Peresmian hanya ditandai dengan pemukulan gong dan pelepasan balon. Itu saja, sederhana, nanti acara akan dibumbui oleh pementasan siswa TKIT Ar Raihan," papar Sabjan Badio.

Rabu (13/5) lalu gedung yang akan ditempati terlihat sedang digenjot penyelesaiannya. Sebagian tukang terlihat sibuk mengecat bangunan menjadi warna-warni. Sebagian yang lain sibuk menata halaman. Di antara para tukang tersebut, ada juga yang terlihat merampungkan gerbang yang akan menjadi pintu masuk-keluar satu-satunya. [@sisyuniati]