2 Mei 2015

Meriahkan Hari Kartini dan Hardiknas Warga Numpukan Gelar Upacara dan Lomba Fashion Show Pakaian Adat

Warga Numpukan mengikuti lomba fashion shwo busana Jawa.

BANTUL -- Kemeriahan Hari Kartini dan Hari Pendidikan Nasional rupa-rupanya tidak hanya disambut oleh lembaga pemerintah dan lembaga pendidikan di Indonesia. Warga Numpukan Imogiri pun ternyata tidak mau ketinggalan. Di bawah komando Dukuh Numpukan warga pun menggelar upacara dan lomba fashion show. Uniknya, peserta upacara yang digelar Jumat (1/5) di Graha Saba GPC seluruhnya mengenakan pakaian adat. Bahkan, fashion show yang dilombakan pun bertema pakaian adat Jawa.

Dalam sambutanya, inspektur upacara, Dukuh Anwar Raharjo menyampaikan bahawa peringatan Hari Kartini bertujuan untuk membangkitkan semangat warga, khususnya perempuan dalam meneladankan semangat R.A. Kartini dalam menjalani kehidupan. Lebih lanjut Dukuh Numpukan itu menjelaskan bahwa, berkat perjuangan R.A. Kartini, masyarakat Indonesia memiliki persamaan hak antara laki-laki dengan perempuan, khususnya dalam bidang pendidikan.

Perjuangan R.A. Kartini tersebut sesungguhnya sejalan dengan perjuangan Ki Hajar Dewantara yang juga memperjuangkan pendidikan Indonesia. Mengenai hal ini, Anwar Raharjo mengungkapkan, bahwa berkat perjuangan kedua tokoh tersebut, saat ini anak Indonesia menjadi lebih cerdas. Sementara itu, tentang penggunaan pakaian adat Jawa, menurut Anwar Raharjo bermaksud melatih warga untuk merasa tawadhuq layaknya para pandahulu seperti R.A. Kartini dan Ki Hajar Dewantara.

Menanggapi kegiatan tersebut, tokoh pemuda numpukan, Agus Widiyatmoko, mengungkapkan apresiasinya atas keterlibatan pemuda dalam agenda tersebut. R.A. Kartini dan Ki Hajar Dewantara merupakan tokoh besar negeri ini, sudah sepatutnya kita mengenang dan meneladankannya, ungkap Agus melalui pesan singkatnya. Sebagai warga Daerah Istimwa Yogyakarta, di mana Ki Hajar Dewantara dilahirkan dan dimakamkan, kami ikut merasa bangga dengan keistimewaan ini. Kegiatan ini di antaranya bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat, tua dan muda, tentang siapa kedua tokoh tersebut dan bagaimana kita menaladankannya," papar Agus. Agus Widiyatmoko yang juga merupakan ketua IPNU Imogori ini sangat bangga dengan antusiasme kaum muda dalam mengikuti agenda tersebut.

Agus Widiyatmoko berharap, kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan bahkan ditingkatkan. "Saya harap akan ada kegiatan serupa bahkan lebih meriah dan lebih kreatif lagi pada tahun-tahun yang akan datang sehingga semakin memancing animo kaum muda untuk serta," tutup Agus. [SB]